video
 

    Lahan Bisnis Alat Rapid Test - Highlight Primetime News Metro TV

    MetroTV - 09 Juli 2020 21:35 WIB
    Di satu sisi rapid test ditakuti dapat menjadi lahan bisnis baru bagi oknum tertentu. Di sisi lain Indonesia berhasil memproduksi rapid test sendiri tentunya harus dengan harga terjangkau. Epidemiolog FKM UI Pandu Riono mengatakan seharusnya pemerintah mematok biaya pelayanan bukan harga alatnya untuk memperkecil kemungkinan oknum menggunakannya sebagai lahan bisnis baru.

    Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyarankan agar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengatur harga eceran tertinggi (HET) alat rapid test di tingkat distributor.
    Menurut Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng Mohammad Faqih harga alat rapid test yang tinggi membuat Rumah Sakit sulit untuk mengikuti aturan batas tarif rapid test yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp150 ribu.

    Kebutuhan alat rapid test skala besar kini dinilai semakin mendesak akibat lonjakan kasus COVID-19. Apalagi harga tes cepat yang melambung tinggi di pasaran. Upaya penyediaan produk dalam negeri merupakan langkah untuk memenuhi fasilitas, peralatan dan pra pelayanan pada masyarakat, baik dalam rangka pencegahan penularan COVID-19 maupun pengobatan serta penyembuhan mereka yang sudah terpapar.

    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id