video
 

    NasDem Tak Setuju Pinjaman Dana untuk Garuda

    Medcom - 15 Juli 2020 12:54 WIB
    PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk menyatakan kondisi keuangan saat ini tengah dalam kondisi krisis. Utang maskapai penerbangan pelat merah ini masih sangat tinggi, termasuk yang akan segera jatuh tempo, di sisi lain arus kas dalam kondisi semakin menipis. Utang maskapai flag carrier ini per 1 Juli lalu sudah mencapai 2,2 miliar dolar AS atau Rp31,9 triliun. Rinciannya, 905 juta dollar AS berasal dari utang jangka pendek, dan sisanya sebesar 645 juta dollar AS dikontribusi dari utang tenor jangka panjang. Untuk membayar utang yang akan jatuh tempo, Garuda membutuhkan dana segar karena arus kas (cash flow) yang tersisa di perusahaan hanya 14,5 juta dolar AS atau Rp210 miliar. Di sisi lain, kondisi industri penerbangan diperkirakan masih mengalami kelesuan dan kemungkinan baru akan pulih dalam beberapa bulan ke depan, lantaran penanggulangan COVID-29 sejauh ini masih dalam tahap pelonggaran aktivitas.

    Garuda Indonesia akan mendapat dana talangan dari pemerintah sebesar Rp8,5 triliun menggunakan skema mandatory convertible bond (MCB) atau obligasi wajib konversi. Nantinya, pemerintah akan menjadi standby buyer. Irfan mengusulkan skema tersebut lantaran ingin memastikan jika manajemen juga harus berusaha maksimal.

    "Struktur mekanisme dana pinjaman yang kami usulkan setelah diskusi pemegang saham adalah seperti berikut indikatifnya Rp8,5 triliun strukturnya mandatory convertible bond. Kita harapkan turunnya 2020," katanya saat rapat dengan Komisi VI di Komisi VI DPR RI Jakarta, Selasa (14/7/2020).

    Pimpinan dan seluruh anggota Komisi VI DPR RI mendukung upaya penyelamatan maskapai penerbangan Garuda Indonesia dengan menyehatkan kembali kondisi keuangannya.

    Namun Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung menegaskan ketidaksetujuan menggunakan formula Pinjaman untuk penyelamatan Garuda. Ia mewakili Fraksi NasDem belum bisa sepakat apabila status tersebut dana pinjaman. Menurutnya ada cara lain untuk menyelamatkan kembali keuangan Garuda.

    "Kami sepakat selamatkan Garuda, kami sepakat dengan manajemen yang sekarang mempunyai kemampuan dan juga pemegang sahap publiknya sepakat. Tapi kita harus mencari jalan lain yang lebih bisa diterima akal, lebih bisa kita jelaskan kepada publik untuk kita selamatkan Garuda yang kita sayang ini" ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Martin Manurung . YouTube: DPR RI

    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id