video
 

    Fakta Seputar Anosmia, Gejala COVID-19 Kehilangan Indra Penciuman

    Medcom - 22 September 2020 20:02 WIB
    Pada awal virus penyebab COVID-19 ini berjangkit, sejumlah gejala berupa batuk, demam dan sesak napas jadi pertanda yang patut diwaspadai. Bahkan sebagian lainnya ada juga yang tidak mengalami gejala apapun atau disebut dengan orang tanpa gejala (OTG).

    Namun dari beberapa gejala yang ada, kehilangan indra penciuman atau anosmia menjadi salah satu yang paling khas. Meskipun sering dialami saat seseorang flu, hal ini akan jauh lebih parah pada pasien COVID-19. Sebuah penelitian di Italia menemukan 64%dari 202 pasien dengan gejala ringan tercatat mengalami gangguan indra pencium.

    Anosmia adalah kehilangan kemampuan indra penciuman yang biasanya dialami oleh seseorang yang sedang flu karena hidung tersumbat. Tetapi, belakangan kondisi ini sering sekali dialami para pasien COVID-19, diikuti dengan hilangnya kemampuan indra perasanya.

    Menurut penelitian, penyebab kehilangan penciuman ini bisa terjadi pada pasien COVID-19 karena adanya protein di permukaan beberapa sel manusia, yang bisa dengan mudah mengikat virus korona. Ini adalah sel-sel yang ditemukan di jantung, paru-paru, usus, tenggorokan, dan hidung.

    Sel-sel pendukung penciuman ini diperlukan untuk melindungi dan memelihara neuron halus di hidung yang mendeteksi bau dan memberi sinyal informasi itu ke otak. Secara umum, saat sel manusia terinfeksi virus mereka menjalani proses yang disebut pyroptosis atau penghancuran diri untuk menggagalkan virus menempel pada sel. Jadi, kemungkinan besar sel pendukung penciuman itu menghancurkan dirinya sendiri yang menyebabkan kematian neuron sensorik dan hilangnya indra penciuman.

    Berdasarkan studi lanjutan yang dilakukan, para ilmuwan pun mengamati pasien yang pulih dari COVID-19. Mereka menemukan bahwa neuron sensorik ini perlahan mulai kembali dari waktu ke waktu, tetapi efek jangka panjang gejala ini masih belum diketahui. 

    Sebanyak 30 orang menjalani tes rasa dan bau. Mereka dibagi tiga kelompok antara lain 10 orang telah didiagnosis Covid-19, 10 orang menderita flu parah da 10 orang sehat. Keduanya menemukan, kelompok dengan Covid-19 rentan mengalami kehilangan kemampuan mengecap dan membau. Sedangkan pada kelompok dengan flu parah tercatat hanya 4 orang yang tidak bisa mengenali bau dan rasa. Diakui para peneliti studi ini memiliki kekurangan karena tidak ada alat deteksi anosmia yang sahih.  Anosmia bukan satu-satunya gejala yang musti diwaspadai tetapi bisa dijadikan deteksi dini sederhana di rumah. APTN


    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id