video
 

    Langgar Larangan Kantong Plastik, Siap-siap Didenda Hingga Rp25 Juta

    Medcom - 02 Juli 2020 11:56 WIB
    Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai mulai berlaku efektif per hari ini, Rabu (1/7) di Jakarta. Para pelanggar akan dikenai sejumlah sanksi.

    Peraturan ini diterbitkan dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat. Dalam Pergub tersebut, Anies melarang penggunaan plastik sekali pakai. Adapun dalam aturan tersebut, yang dilarang menggunakan plastik sekali pakai yakni, pengelola pusat perbelanjaan, toko swalayan, dan pasar rakyat. 

    Tahapan pemberian sanksi administrasi itu merupakan teguran tertulis selama tiga kali. Teguran tertulis pertama akan dilakukan 14x24 jam, apabila masih melakukan pelanggaran, akan diberikan teguran tertulis yang kedua selama 14x24 jam dan bila masih melanggar, teguran tertulis akan diberikan 3x24 jam. Apabila tidak mengindahkan teguran tertulis yang ketiga, maka akan dikenakan denda kepada pengelola usaha. Denda tersebut akan dilakukan secara bertahap, mulai Rp5 juta hingga Rp25 juta. Pembayaran denda tersebut diberi waktu selama 5 minggu. Apabila pelanggar masih tetap tidak mengindahkan denda tersebut, maka akan dikenakan sanksi pencabutan izin usaha.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, Pergub itu mewajibkan seluruh tempat itu mengganti kresek sekali pakai dengan menggunakan kantong belanja ramah lingkungan. 

    Sebelum resmi diterapkan hari ini, aturan itu telah disosialisasikan selama 6 bulan. Sehingga para pelaku usaha dan warga tak kaget dengan aturan ini.

    Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Andono Warih mengatakan, ada beberapa jenis kantong yang bisa digunakan untuk menggantikan kantong plastik sekali pakai. Kantong ini dinamakan kantong belanja ramah lingkungan (KBRL) yang bisa digunakan berulang kali (reusable). Kantong tersebut bisa terbuat dari daun kering, kertas, kain, polyester dan turunannya maupun materi daur ulang. Antara Foto/MI/YouTube: Pemprov DKI Jakarta

    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id