video
 

    Unjuk Rasa di Bangkok Dibubarkan, 20 Orang Ditahan dan Diproses Hukum

    Medcom - 15 Oktober 2020 15:24 WIB
    Polisi anti huru hara Thailand membubarkan ribuan pengunjuk rasa dari luar kantor perdana menteri pada Kamis, 15 Oktober 2020. Aksi tersebut untuk menentang keputusan darurat pemerintah yang melarang pertemuan besar dan publikasi berita yang dapat menimbulkan ketakutan.  Serangkaian demonstrasi selama tiga bulan terakhir telah membawa puluhan ribu orang ke jalanan di Bangkok untuk menuntut mundur Perdana Menteri Prayut Chan-o-cha, mantan pemimpin pemerintahan militer, dan konstitusi baru.
     
    “Apa yang sudah kita rencanakan diragukan, hingga akhirnya kami sampai di sana. Anda dapat melihat banyak barikade di sana yang menghalangi aksi kami. Sehingga jika Anda menanyakan apa yang akan kami lakukan setelah ini, kami akan berdiskusi dengan tim kami karena kami harus merencanakan ulang aksi kami. Tim kami harus bekerja keras untuk mengakomodasi saudara-saudari kami yang datang hari ini”, ungkap Suwanna Tallek, Pemimpin Demonstran.
     
    “Saya hanya menginginkan kami menang, tapi saya tidak tahu bagaimana caranya. Setiap orang memiliki tujuan yang sama namun kami tidak tahu seberapa keras usaha yang harus kami lakukan”, ucap Pipat Sualin, salah seorang demonstran.
     
    Mereka juga telah melanggar kebiasaan yang sudah lama ada dengan menyerukan reformasi pada monarki yang kuat dari Raja Maha Vajiralongkorn. Salah satu alasan diberlakukannya keputusan darurat, yakni demonstran menghalangi iring-iringan mobil kerajaan. Tak lama setelah keputusan darurat diberlakukan pada pukul 4 pagi waktu setempat, polisi anti huru hara menghadang pengunjuk rasa yang bermalam di luar Gedung Pemerintah. Ribuan orang yang memprotes di sana pada Rabu malam telah pergi.
     
    “Beberapa orang atau grup memanggil para demonstran untuk berkumpul di persimpangan Jalan Ratchaprasiong siang hingga sore ini. Tentunya ini jelas merupakan tindakan ilegal dan siapun yang datang dalam protes akan disebut pelanggar hukum. Anda tidak bisa menggunakan alasan tidak mengerti hukum, peraturan, instruksi dan pengumuman”, jelas Kissana Phathanacharoen, Humas Kepolisian Bangkok.
     
    Beberapa pengunjuk rasa mencoba melawan dengan barikade tong sampah darurat, tetapi mereka dengan sigap didorong mundur. Menjelang fajar, ratusan polisi menduduki jalanan terdekat dan pekerja kota mulai membersihkan. Sebanyak tiga dari pemimpin demo telah ditangkap.
     
    “Kami menangkap para demonstran yang melanggar hukum dan regulasi yang saya sebutkan sebelumnya. Itu dikategorikan sebagai kejahatan yang direncanakan yang memperbolehkan kepolisian untuk menangkap mereka. Sejauh ini sudah 20 orang ditangkap, kami akan memprosesnya berdasarkan hukum yang berlaku” tambah Kissana Phathanacharoen, Humas Kepolisian Bangkok. APTN

    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id