video
 

    Mati Suri Sejak 2008, 7 BUMN akan ditutup

    MetroTV - 05 Mei 2021 11:15 WIB
    Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan menutup 7 BUMN pada tahun 2021. BUMN-BUMN yang ada di bawah pengelolaan PT Perusahaan Pengelola Aset (PT PPA) ini sudah mati sejak bertahun-tahun lalu.

    "Itu BUMN di bawah PPA (PT Perusahaan Pengelola Aset) yang dari 2008 mati beroperasi. Kita sebagai pimpinan akan dzolim kalau dibiarkan tidak ada kepastian. BUMN yang sekarang pun dengan perubahan ini harus siap bersaing. Apalagi yang sudah kalah bersaing," kata Menteri BUMN Erick Thohir 

    Perusahaan-perusahaan tersebut dinilai sudah tidak lagi memberikan kontribusi terhadap perekonomian Indonesia. Sebanyak tujuh perusahaan itu merupakan bagian dari bumn yang saat ini sedang direstrukturisasi.
     
    Rencana pembubaran atau yang disebut likuidasi BUMN ini telah lama digaungkan oleh Kementerian BUMN yang dipimpin Erick Thohir. Seluruh perusahaan ini, nantinya akan diserahkan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset untuk melikuidasi seluruh perusahaan ini.

    Menurut Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, beberapa BUMN yang akan dibubarkan tersebut antara lain PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Industri Glas (Persero), dan PT Kertas Leces (Persero). Ia juga menyinggung mengenai PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) yang masih memiliki aset berupa fasilitas Maintenance, Repair and Overhaul (MRO) di Surabaya, sekaligus kewajiban yang masih harus diselesaikan.


    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id