video
 

    Kuasa Hukum dan Keluarga Sesalkan Proses Penangkapan Munarman

    Medcom - 02 Mei 2021 17:10 WIB
    Pengacara mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman, Aziz Yanuar, mempertanyakan penangkapan kliennya. Munarman ditangkap sebelum ditetapkan sebagai tersangka.

    Aziz mengatakan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Terorisme menegaskan polisi harus memanggil Munarman terlebih dahulu sebelum melakukan penahanan. Proses juga baru bisa dilakukan setelah polisi menetapkan Munarman sebagai tersangka.

    Penangkapan mantan Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman terkait dugaan terorisme mengejutkan berbagai pihak. Penangkapan Munarman juga mengundang pro kontra. Seperti diketahui, saat digelandang ke Polda Metro Jaya, mata Munarman sempat ditutup dengan kain hitam dan tangan terborgol.

    Ada yang mendukung langkah polisi terkait penangkapan Munarman. Ada juga pihak yang memprotes penangkapan Munarman karena dinilai melanggar HAM.

    Di sisi lain, peristiwa ini menambah daftar panjang perihal dugaan keterkaitan FPI dengan terorisme. Lantas, apa saja bukti-bukti bahwa Munarman terkait dengan teroris?

    Simak pembahasan lengkapnya dalam diskusi #CrosscheckwithIndraMaulana? "Munarman Teroris?" https://www.youtube.com/watch?v=D2k6AazYYe0&t=52s

    Bersama narasumber:
    - Husin Alwi (Ketua Cyber Indonesia)
    - Aziz Yanuar (Kuasa Hukum Munarman)
    - Bambang Rukminto (Peneliti Institute for Security and Strategic and Strategic Studies - ISESS)

    (ARV)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Top Program
    •   Opsi
      Opsi
    •   Kick Andy
      Kick Andy
    •   Economic Challenges
      Economic Challenges
    •   360
      360
    •   I'm Possible
      I'm Possible
    •   Eagle Documentary
      Eagle Documentary
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id