KPK dan Luis Suarez yang Mandul - Medcom

    KPK dan Luis Suarez yang Mandul

    M Rodhi Aulia - 25 September 2019 07:00 WIB
    KPK dan Luis Suarez yang Mandul
    Ilustrasi. Logo Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih. Foto: MI/Susanto.
    APA yang salah dengan Luis Suarez. Ia tetap saja gagal membuat gol dalam pertandingan Liga Champions. Setidaknya dalam empat tahun terakhir.

    Kala bertanding melawan Borussia Dortmund, Selasa 17 September 2019 lalu, Luis sempat melepas dua tembakan ke arah gawang. Tapi gol tak kunjung terjadi.

    Ia tercatat membuat gol laga tandang pada 16 September 2015. Saat timnya FC Barcelona melawan AS Roma di Stadion Olimpico, Roma. Itu gol terakhir yang dibuat striker Timnas Uruguay ini.

    Pula Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam mengusut kasus Bank Century. Lembaga antirasywah ini dinilai mandul.

    "Itu dia (mandul)," kata Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kepada Medcom Files, Selasa 24 September 2019.

    Boyamin geram terhadap KPK. Sampai-sampai ia melayangkan gugatan praperadilan terhadap KPK ke PN Jakarta Selatan dengan register No. 92/Pid. Prap/2019/PN. JKT SEL.

    Boyamin semakin kesel ketika pihak KPK mengaku melakukan penyelidikan kasus Bank Century di hadapan majelis hakim praperadilan. Dalam sidang, KPK menyampaikan bukti-bukti sejumlah rapat. Di tahun 2019 ini saja, KPK mengadakan tiga pertemuan penting terkait kasus Bank Century.

    Pertama, pada Jumat 8 Februari 2019, KPK mengadakan rapat ekspose dengan agenda analisa dan evaluasi kasus Bank Century. Kedua, pada Selasa 18 Juni 2019, KPK kembali mengadakan rapat koordinasi ekspose kasus Bank Century.

    Hadir dalam rapat itu para penyelidik, penyidik dan jaksa penuntut umum kasus Bank Century. Ketiga, pada Rabu 19 Juni 2019, KPK mengadakan ekspose perkara yang dihadiri para pimpinan KPK.

    "Artinya ini menunjukkan penyelidikan sudah selesai dengan konsekuensi dilanjut penyidikan atau penyelidikan dihentikan," kata Boyamin.

    Menurut Boyamin, lazimnya KPK segera mengumumkan hasil rapat ekspose dengan pimpinan KPK tersebut. Namun ia heran KPK tak kunjung memberikan keterangan. Ia menduga kuat KPK menyembunyikan sesuatu.

    "Bagi kami hal tersebut (rapat maraton KPK soal kasus Century) belum cukup karena tuntutan kita adalah KPK meningkatkan penyelidikan ke tahap penyidikan sekaligus menetapkan tersangka," beber dia.

    Pembacaan putusan praperadilan direncanakan pekan depan. Boyamin berharap majelis hakim praperadilan memerintahkan KPK untuk mempercepat penyidikan dan penetapan tersangka. Atau jika tidak, hakim memerintahkan KPK menyerahkan berkas perkara kepada Polri atau Kejaksaan Agung.

    Sebelumnya Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada Jumat 21 Juni 2019 mengaku, pihaknya belum bisa memastikan tersangka baru di kasus ini. Pasalnya setelah bertemu dengan para penyidik kasus ini, pihaknya belum menemukan mens rea (unsur niat jahat) untuk menetapkan tersangka baru.

    "Beberapa diskusi mens rea-nya tidak ketemu. Jadi lebih kepada kebijakan, dan berhenti yang terakhir itu Budi Mulya. Untuk menuju (penetapan tersangka) yang baru, itu perlu yang detail lagi," kata Saut di Gedung KPK.

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id