Terapi Biomedical Hadapi Badai Cytokine di Tengah Covid-19

    M Rodhi Aulia - 27 Juni 2020 17:35 WIB
    Terapi Biomedical Hadapi Badai Cytokine di Tengah Covid-19
    Sejumlah peneliti medis dari Stem Cell and Cancer Research (SCCR) mendatangi Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin 22 Juni 2020. Foto: Istimewa
    Tingginya jumlah penyebab kematian akibat covid-19 ini, membuat sejumlah peneliti berpacu dengan waktu. Mereka berpacu untuk mendapatkan solusi menghentikan kematian yang disebabkan oleh virus yang berawal dari Wuhan, Tiongkok.

    Sejumlah peneliti medis di berbagai negara meliris penelitian, mulai dari obat-obatan, virus hingga penggunaan plasma darah. Di Indonesia beberapa penelitian dilakukan oleh pemerintah atau pun kelompok peneliti medis untuk mencegah kematian yang disebabkan oleh virus ini.

    Sejumlah peneliti medis dari Stem Cell and Cancer Research (SCCR) mendatangi Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin 22 Juni 2020. Peneliti medis ini melakukan pemaparan penelitiannya kepada  Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto.

    Dalam pemaparannya, mereka melihat fenomena badai cytokine yang terjadi pada pasien covid-19 ini, dapat menyebabkan Pulmonary Intravasculer Coagulation (PIC) atau kegagalan saluran pernapasan. Penelitian ini diyakini merupakan salah satu solusi untuk mengatasi badai Cytokine tersebut.

    "Kami melakukan pemberian therapy Secretome Mesenchymal Stem Cell (MSC) dan diharapkan dapat meredakan badai Cytokine dan meregenerasi kerusakan tersebut," kata salah satu peneliti yang tergabung di dalam Stem Cell and Cancer Research (SCCR ) Indonesia, dr. Zenitalia, Mbiomed (AAM), beberapa waktu lalu.


    Terapi Biomedical Hadapi Badai Cytokine di Tengah Covid-19
    Sejumlah peneliti medis dari Stem Cell and Cancer Research (SCCR) mendatangi Gedung Adhyatma, Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Senin 22 Juni 2020. Foto: Istimewa


    Zenitalia menjelaskan pemberian therapy Secretome itu merupakan hasil riset yang dilakukan di sejumlah rumah sakit. Yakni, RSUP Dr Kariadi Semarang, RSUD Dr Moewardi Surakarta, RS Khusus Dadi Propinsi Sulawesi Selatan, dan RS Bhayangkara Makassar.

    Selain itu, RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, RSAU Esnawan Antariksa-Halim Perdanakusuma Jakarta, RSI Sultan Agung Semarang, RS Martha Friska Multatuli Sumatera Utara dan RS PKU Muhammadiyah Gamping Yogyakarta.

    Secretome bisa menjadi therapy terhadap pasien covid-19 yang dalam kondisi severe/on ventilator. Diketahui, pasien covid-19 mengalami infeksi saluran pernafasan dan dapat menyebabkan pneumonia akut parah yang mengakibatkan kerusakan jaringan paru, sehingga menyebabkan kematian.

    Infeksi virus ini akan memicu badai Cytokine. Badai Cytokine ini kemudian akan memicu edema, disfungsi pertukaran oksigen dan gagal napas.

    "Pemberian terapi secretome MSC hipoksia secara inhalasi terhadap pasien covid-19 menjadi solusi alternatif dalam menurunkan reaksi inflamasi hebat dan badai Cytokine yang muncul dalam infeksi SARS-CoV2," ungkap Zenitalia.

    Di samping itu, lanjut Zenitalia, Secretome MSC tersebut juga dapat mempercepat perbaikan kerusakan jaringan secara optimal. Salah satu komponen secretome MSC adalah exosome yang berupa vesikel dengan kandungan berbagai protein, RNA dan metabolite aktif terutama IL-10  yang terbukti mampu menekan inflamasi, dan komponen growth factor seperti VEGF, PDGF dan TGFβ berperan utama dalam perbaikan jaringan rusak.

    Secara spesifik IL-10 sebagai molekul imunosupresif merupakan kunci dalam penekanan respon imun berlebih sehingga regenerasi jaringan akan terjadi secara sempurna tanpa fibrosis.

    Mereka yang meneliti ini adalah Dr. dr. Agung Putra, M.Si Med, Dr. dr. Dodik Tugasworo Pramukarso, Sp.S (K), Kolonel Kes. dr. Mukti Arja Berlian, Sp.PD, Kombes Pol. dr. Farid Amansyah, Sp.PD FINASIM dan Kolonel CKM. dr. Nana Sarnadi, Sp.OG.

    Kemudian Kolonel CKM. dr. Gunawan Dwiprayitno, Sp.OG (K) FER, Dr. dr. Retnaningsih, Sp.S(K), KIC, dr. Dwi Antono SpTHT-KL (K), dr. Danu Soesilowati SpAn KIC dan dr. Sugeng Ibrahim, M.Biomed (AAM).

    Lebih lanjut, dr. Franciscus Ginting, M.Ked (PD), Sp.PD KPTI, Dr. dr. Adi Muradi Muhar, Sp.B KBD, dr. Agus Widyatmoko, Sp.PD, M.Sc, dr. Ken Wirastuti, Sp.S, KIC M.Kes, Dr. dr. Imelda Rey, M.Ked (PD), Sp.PD, K-GEH, dr. Dedy Hermansyah Sp.B (K) Onk, dr. Rivan Danuaji, M.Kes, Sp.S, dr. Rita Agustina, M.Kes, dr. Bayu Tirta Dirja, Ph.D dan dr. Zenitalia Pasongka, M.Biomed (AAM).


    Persepsi

    Zenita menambahkan dalam pertemuan ini para peneliti juga menyampaikan telah terbentuknya wadah organisasi Perkumpulan Peneliti Sel Punca Indonesia (PERSEPSI). Organisasi ini bertujuan sebagai wadah bagi para peneliti dengan keseminatan terhadap Stem Cell dan dapat menyumbangkan hasil penelitian melalui Jurnal Internasional yang sedang disusun bersama, yaitu Stem Cell and Cancer Research Indonesia.

    "Dengan penyampaian hal ini , Bapak Menteri Kesehatan menyambut optimis, para peneliti Indonesia dapat memberikan sumbangsih besar bagi bangsa dan negara," tambah Zenitalia.

    Seperti diketahui, Pemerintah terus bekerja menangani penyebaran covid-19. Mulai dari membentuk dan mengaktifkan Tim Gerak Cepat (TGC) di wilayah otoritas pintu masuk negara, membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, hingga  meningkatkan pengujian sebanyak 20.000 spesimen per hari dengan metode Polymerase Chain Reaction (PCR).

     


    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id