Benarkah Istana Memelihara Buzzer? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 05 Oktober 2019 07:00 WIB
    Benarkah Istana Memelihara <i>Buzzer</i>? Ini Faktanya
    Ilustrasi. Medcom.id
    Sebuah unggahan di platform media sosial Twitter menyebut istana memelihara penggauang alias buzzer. Lantas, ungghan itu viral beberapa media sosiald.

    Salah satu akun yang turut menyebarkan klaim tersebut adalah @wdytm16. Akun tersebut menulis Action "pemerintah 0 besar. Yang diurusin cuman hal hal remeh sama pelihara buzzer istana yang kaya b******".


    Benarkah Istana Memelihara <i>Buzzer</i>? Ini Faktanya

    Narasi:
    Pemerintah 0 besar. Yang diurusin cuman hal hal remeh sama pelihara buzzer istana yang
    kaya b******


    Penelusuran Fakta:
    Setelah ditelususri, klaim yang menyebut Istana memelihara buzzer, keliru. Pihak Istana sudah memberika klarifikasi kabar tersebut.

    Dilansir dari Detik.com, Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Presiden Ali Mochtar Ngabalin membantah anggapan pemerintah memelihara buzzer politik. Dia menilai justru pemerintahlah yang kerap terpojok dan di-bully oleh para buzzer.

    Pemerintah, lanjut Ngabalin, untuk mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan selalu melalui kementerian dan lembaga terkait, serta pemberitaan di media-media resmi yang terdaftar di Dewan Pers.

    "Buzzer politik itu yang lebih banyak difitnah adalah pemerintah, yang lebih banyak terpojok dan di-bully itu adalah pemerintah, jadi jangan juga memutarbalikkan fakta, tidak ada satu kekuatan politik di dunia mana pun yang tidak menggunakan media sosial," kata Ngabalin saat ditemui wartawan di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta Pusat, Jumat 4 Oktober 2019.

    Lagi pula, menurut Ngabalin, pemerintah tidak bisa mengorganisir lembaga dil luar pemerintah. Dia mengklaim pemerintah tidak pernah memelihara buzzer politik. Kalau pun ada media sosial yang mendukung pemerintah, dia menilai itu merupakan inisiatif pribadi. Menurutnya, hal itu
    bisa dikatakan bentuk dukungan masyarakat kepada pemerintah.

    "Ya itu yang saya bilang, kan tidak ada salahnya kalau ada orang yang memberitakan dukungan kepada presiden Jokowi sebagai pemerintah. Ada program pemerintah, kemudian ada masyarakat yang membuat medsos, Twitter atau Instagram, lalu memberikan dukungan kepada pemerintah, di mana salahnya? tidak ada salahnya, kecuali pemerintah mengorganisir kan tidak ada, pemerintah tidak mengorganisir, jadi no problem," sambungnya.

    Menurut Ngabalin, pemerintah harus menertibkan buzzer politik. Apalagi buzzer yang bersifat negatif dan hanya menyebar hoax atau hujatan.

    "Negara harus menertibkan, harus, tidak bisa tidak, karena negara memiliki kekuasaan untuk bisa menertibkan keamanan dalam negeri, kalau tidak kan bisa bubar, itu coba lihat berita hoax orang jadi bunuh-bunuhan, orang jadi membakar, berita hoax orang jadi terbantai, maka negara harus hadir untuk bisa mengatur," sebut Ngabalin.


    Kesimpulan:
    Klaim akun @wdytm16 yang menyebut Istana memelihara buzzer, salah. Pemerintah yang banyak mendapat hujatan dari masyarakat karena terhasut informasi-informasi liar yang disebarkan buzzer di berbagai platform media sosial.


    Sumber:
    https://twitter.com/wdytm16/status/1173225556214603776
    https://twitter.com/wdytm16


    Referensi:
    https://news.detik.com/berita/d-4733536/istana-bantah-pelihara-buzzer-ngabalin-pemerintah-lebih-banyak-kena-fitnah?single=1
    https://www.suara.com/news/2019/10/04/131629/istana-bantah-tudingan-pemerintah-gunakan-buzzer

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id