comscore

Bank Permata jadi Rebutan Asing

M Rodhi Aulia - 22 Agustus 2019 15:50 WIB
Bank Permata jadi Rebutan Asing
Ilustrasi (FOTO: MI/Panca Syurkani)
PAMOR Bank Permata kian mengilau meski 'dihajar' sejumlah isu. Termasuk, polemik dugaan kerugian negara atas pengambilalihan Standard Chartered atas Bank Permata.

Kini, sejumlah investor tengah mengantre membeli saham Bank Permata. Setelah PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) gagal masuk, dikabarkan ada tiga lagi investor yang siap bersaing memperebutkan emiten bank berkode BNLI itu. Ketiganya berasal dari lembaga keuangan asing.

 



Ada dua lembaga keuangan Jepang yang siap mengincar saham Bank Permata: Mizuho Financial Group dan Sumitomo Mitsui Finansial Group. Terbaru, ada Overseas Chinese Banking Corp (OCBC) juga disebut-sebut tengah mempertimbangkan menjadi penguasa saham bank tersebut.

Kamis 22 Agustus 2019, Medcom Files menghubungi Presiden Komisaris Bank OCBC NISP, Pramukti Surjaudaja. Pramukti mengaku dirinya tak tahu banyak soal kabar rencana OCBC membeli saham Bank Permata. Soal itu, menjadi urusan manajemen OCBC pusat.

"Mohon maaf kami tidak bisa memberikan komentar mengenai perusahaan induk," jawab Pramukti.


Bank Permata jadi Rebutan Asing
Presiden Komisaris Bank OCBC NISP, Pramukti Surjaudaja (kanan) memberikan presentasinya saat peluncuran Internet Banking OCBC NISP di Jakarta. (MI/Usman).


Sementara itu, pihak Mizuho juga enggan buka suara terkait pembelihan saham Bank Permata. "Itu rahasia manajemen", kata seorang di bagian Legal Bank Mizuho saat kami hubungi.

Disitat dari bloomberg, OCBC disebut sedang mempertimbangkan tawaran untuk membeli hampir 90% saham Bank Permata. Bank asal Singapura itu juga dikabarkan hendak melego harga Bank Permata sekitar USD 1,9 miliar setara dengan Rp 27,17 triliun (asumsi kurs Rp 14.300 per USD).

Adapun porsi saham yang akan dibeli OCBC berasal dari dua pemegang saham mayoritas Bank Permata: PT Astra International dan Standard Chartered. Keduanya menggengam saham Bank Permata masing-masing sebesar Rp44,56%.


Bank Permata jadi Rebutan Asing
Komposisi pemegang saham Bank Permata. (www.permatabank.com).

 

Harga melambung

Masuknya OCBC ke dalam daftar pembeli, membuat saham Bank Permata kian melonjak. Di pasar modal, saham Bank Permata banyak diburu. Pula, nilai jual Bank Permata diprediksi akan semakin kompetitif.

Pantauan dari data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham Bank Permata sempat naik 8,81% menjadi Rp 1.050 per lembar saham (15 Agustus 2019) dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp965 per lembar saham. Kenaikan itu terjadi saat isu penjualan Bank Permata ke OCBC sepekan lalu.


Bank Permata jadi Rebutan Asing
Sumber: Bursa Efek Indonesia (BEI)


President Director PT Samuel Aset Manajemen Agus B Yanuar mengatakan, saat ini peluang para pesaing merebut saham Bank Permata masih terbuka lebar. Hanya saja, harga menjadi faktor penentu siapa investor yang akan menjadi pembeli saham tersebut.

"Rata-rata akuisisi perbankan Indonesia itu antara 1,9 kali price to book value (PBV) atau dua kali. Saya rasa itu akan menjadi acuan," jelas Agus pada Medcom, Jumat 1 Maret 2019.
 
Seperti diketahui Standard Chartered berencana mendivestasikan sekitar 45 persen saham Bank Permata. Aksi korporasi itu sebagai salah satu bagian dari rencana untuk membebaskan modal sebagai imbal hasil ke investor melalui skema pembelian kembali saham (buyback).
 
Kepala Eksekutif Standard Chartered Bill Winters mengatakan, rencana itu meningkatkan pengembalian modal kepada investor melalui pembelian kembali saham dan dividen yang lebih tinggi, yang dapat berlipat-ganda pada 2021. Adapun saham Standard Charted telah kehilangan sekitar 37 persen dari nilainya sejak Winters mengambil alih kepemimpinan pada 2015.
 
"Kami sudah memiliki anggaran investasi yang sehat yang dimasukkan ke dalam rencana kami, sehingga penambahan modal harus tersedia untuk pembelian kembali dalam jangka waktu yang relatif singkat," kata Winters, seperti dikutip dari Financial Times, Rabu, 27 Februari 2019.
 

(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id