Satgas Covid-19 tak Mati Gaya di Tengah Penolakan Puluhan Ribu Orang

    M Rodhi Aulia - 19 November 2020 17:14 WIB
    Satgas Covid-19 tak <i>Mati Gaya</i> di Tengah Penolakan Puluhan Ribu Orang
    Tangkapan layar suasana diskusi virtual Satgas Covid-19 di kanal Youtube BNPB Indonesia
    Jakarta: Masih ada warga di Indonesia yang tidak peduli terhadap dampak covid-19. Padahal dampaknya merembet luas.

    Sekitar 32 ribu duta perubahan perilaku disebar di seluruh Indonesia. Para duta ini membantu mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan. Edukasi dimaksudkan agar masyarakat bersikap semestinya di masa pandemi.

    "Perhari ini saya lihat kalau tidak salah sudah 7,8 juta orang yang diedukasi. Dari jumlah itu, 50 ribu yang menolak" kata Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sonny Harry B Harmadi dalam diskusi virtual, Kamis 19 November 2020.

    Menurut Sonny, masyarakat dengan kecenderungan menolak terbanyak di DI Yogyakarta, Papua dan Jambi. Pihaknya memperkuat duta perubahan perilaku di daerah tersebut.

    "Kalau 50 ribu dari 7,8 juta orang, berarti tidak sampai 1 persen. Tapi mereka ini bisa menularkan kalau mereka positif covid-19," ujar Sonny.

    Penolakan masyarakat itu menjadi tantangan. Pasalnya di masa pandemi ini sangat dibutuhkan kepatuhan dan kedisiplinan kolektif dalam melaksanakan protokol kesehatan.

    Di sisi lain, Sonny mengapresiasi tingkat kepatuhan masyarakat terhadap penggunaan masker dan jaga jarak terus meningkat. Namun Satgas berupaya menjaga konsistensi kepatuhan itu sampai pandemi ini hilang.

    "Cuma kita berhadapan dengan bisa pada 1 titik masyarakat merasa jenuh. Padahal kita ini kan betul-betul perang, perjuangan tanpa batas. Jadi sampai pandemi ini belum berakhir, kita harus disiplin betul dan komitmennya harus kuat," tegas Sonny.


    75 Bahasa
    Satgas memahami penerimaan masyarakat juga terkait dengan bahasa yang digunakan. Satgas berkolaborasi dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    "Kami mencoba menerjemahkan pedoman perubahan perilaku dalam beberapa bahasa," kata Sonny.

    Pedoman itu diterjemahkan ke dalam 75 bahasa daerah di seluruh Indonesia. Sonny berharap dengan terobosan ini, masyarakat Indonesia dapat kompak mengikuti protokol kesehatan.

    Pihaknya juga membuat video singkat dalam 75 bahasa. Video itu rata-rata berdurasi 30 hingga 40 detik.

    "Kita ingin bahasa yang efektif, pesan yang efektif, komunikasi yang efektif, sehingga masyarakat bisa melaksanakan apa yang kita harapkan," kata Sonny.

     (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id