Mendorong Kemandirian Generasi Milenial

    M Rodhi Aulia - 01 Agustus 2019 22:09 WIB
    Mendorong Kemandirian Generasi Milenial
    Deputi II Kemenpora Asrorun Ni'am. (MI/PIUS ERLANGGA)
    PEMERINTAHAN Presiden Joko Widodo dinilai peduli masa depan anak-anak muda atau lebih dikenal dengan istilah; generasi milenial. Para milenial terus didorong agar bisa mandiri di sektor ekonomi dan kepemimpinan.

    "Anak-anak muda harus bisa lebih mandiri di bidang ekonomi dan kepemimpinan," kata Deputi II Kemenpora Asrorun Ni'am di Jakarta, Rabu 31 Juli 2019.

    Asrorun mencontohkan perjuangan Nadiem Makarim yang berhasil mendirikan Gojek sehingga bisa mencapai status decacorn. Artinya perusahaan yang mulai dirintis Nadiem sepuluh tahun lalu itu, kini memiliki valuasi di atas USD 10 miliar atau setara Rp140 triliun.

    Menurut Asrorun, keberhasilan Nadiem itu patut dicontoh. Nadiem mampu menangkap peluang fenomena tukang ojek pangkalan dan kemacetan di ibu kota.

    Dua fakta berbeda itu dapat disinergikan Nadiem menjadi Gojek. Ialah penyedia layanan jasa transportasi roda dua berbasis teknologi dan merambah juga ke layanan logistik, pembayaran dan jasa lainnya.

    Berawal dari kekesalan pria berusia 35 tahun ini. Mobilitasnya di Jakarta kerap terganggu jika mengandalkan roda empat saja. Nadiem suka tidak suka memilih jasa ojek pangkalan agar bisa menembus kemacetan.

    Kekesalan tak mereda, ketika Nadiem merasa susah menemukan ojek pangkalan. Ia pun mencari ojek langganan dan seiring berjalannya waktu ia banyak mendapatkan masukan dari ojek langganannya itu.

    Kini Nadiem berhasil menggaet lebih dari dua juta pengemudi. Ia bisa dibilang sebagai pahlawan buat para pengemudi karena membuka lapangan pekerjaan begitu luas dan juga pahlawan bagi pengguna setianya.

    "Nadiem adalah salah satu contoh anak muda yang berhasil dari zero to hero. Pula Achmad Zaky dengan Bukalapak-nya dan Rangga Umara dengan Lele Lela-nya," terang Asrorun.

    Asrorun menjelaskan beberapa model kepemimpinan sebagai tangga untuk mencapai kesuksesan. Pertama kepemimpinan individual yang karakteristiknya lebih kepada mencapai tujuan individualistik dengan sekup lebih kecil.

    Kemudian kepemimpinan domestik yang titik tekannya adalah keluarga serta yang terakhir kepemimpinan publik yang merupakan tangga awal untuk mencapai kesuksesan yg lebih besar.

    Asrorun berharap para milenial berhasil menapaki tangga dan jejak kemandirian ekonomi dan kepemimpinan pendahulunya. Contoh-contoh sukses telah banyak di depan mata sehingga diyakini itu bisa menginspirasi milenial lainnya.

    "Karena ini sesuai dengan Nawacita Bapak Presiden Jokowi, visi manajemen talenta dan diharapkan akan berdampak positif pada kemandirian anak bangsa secara keseluruhan," tandasnya.

    Presiden Jokowi menjadikan pembangunan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu fokus kepemimpinannya di periode kedua mendatang. Jokowi berjanji akan membangun manajemen talenta Indonesia.

    "Pemerintah akan identifikasi, akan fasilitasi serta memberi dukungan pengembangan diri bagi talenta Indonesia," kata Jokowi di Sentul Internasional Convention Center, Bogor, Minggu 14 Juli 2019.
     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id