comscore

Mempertanyakan Pemilik 'Asli' Bank Permata

M Rodhi Aulia - 31 Juli 2019 15:38 WIB
Mempertanyakan Pemilik Asli Bank Permata
Mantan bos Bank Bali, Rudy Ramli. (Istimewa).
MANTAN Direktur Utama Bank Bali Rudy Ramli mengirim surat ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK), April 2019. Rudy meminta bantuan OJK mengawasi rencana penjualan saham bank Permata oleh Standard Chartered Bank (SCB).

Bank Bali adalah salah satu bank yang digabungkan menjadi Bank Permata, bersama empat bank lain (Bank Umum Nasional, Bank Media, Bank Patriot dan Bank Universal). Bank Bali menjadi leader dalam proses merger tersebut.
Rudy menemukan kejanggalan. Dia menduga SCB bukanlah pemilik Bank Permata. Kata Rudy, itu terlihat dari laporan keuangan tahunan SCB tahun 2006. Dalam dokumen itu, ada catatan yang berbunyi: There are no capital commitments related to the Group’s investment in Permata.


Mempertanyakan Pemilik Asli Bank Permata
Laporan keuangan tahunan SCB Pusat. (www.sc.com/en/investors/financial-results/annual-report/).


Dari keterangan itulah, Rudy meyakini SCB yang bermarkas di London, Inggris, tak pernah memberikan modal dalam pembelian Bank Permata. Tapi, terjadi pembelian Bank Permata oleh SCB pada 2004 seharga Rp2,77 triliun.

"Artinya SCB itu beli (Bank) Permata tanpa modal. Terus yang dipakai, modal siapa? SCB wajib menjelaskan dengan menyertakan dokumen pendukung," kata Rudy kepada Medcom Files saat ditemui, di Jakarta, Selasa 30 Juli 2019.


Baca juga: Pemilik Bank Bali Minta Penjualan Saham Bank Permata Dihentikan


Rudy makin kaget ketika ada rencana SCB bakal melepas sahamnya di Bank Permata. Kabar itu mulai santer setahun belakangan.

Menurut Rudy, OJK harus menyelidiki status kepemilikan SCB terhadap Bank Permata. Pasalnya selama ini, SCB woro-woro memiliki 45 persen saham Bank Permata. Dia menduga, Ada pihak tertentu yang menyatut nama SCB dalam proses pembelian Bank Permata.

"Kalau bank asing, mau membeli bank di Indonesia, bank itu harus teken di kertas kontrak dan bilang 'saya adalah benar pemegang saham ini', bukan atas nama orang lain. Kalau ada apa-apa, saya yang tanggungjawab. Atau setidaknya jika itu ada kaitannya langsung dengan SCB, di logo Bank Permata harus ada kata-kata grup atau terafiliasi dengan SCB," terangnya.


Mempertanyakan Pemilik Asli Bank PermataKomposisi pemegang saham Bank Permata. (www.permatabank.com).


Pada logo Bank Permata memang tidak ada embel-embel SCB. Hal ini juga yang membuat Rudy bertambah curiga kalau SCB bukanlah pemilik saham Bank Permata.

"Saya sendiri sudah coba menggunakan private investigator untuk memeriksa status kepemilikan itu," ungkapnya.

Hasil penyelidikan detektif swasta itu menunjukkan SCB memiliki dokumen perjanjian dengan pihak ketiga. Ya, SCB dalam proses pembelian Bank Permata melibatkan pihak-pihak tertentu, kebanyakan berada di negara-negara suaka pajak. Upaya diketahui buat menyulitkan atau mengaburkan jejak si pemilik saham.

Maka dari itu, Rudy ingin menggandeng OJK untuk menginvestigasi status kepemilikan SCB di Bank Permata. Dia ingin mengajak OJK terbang langsung ke tempat asal SCB, London, Inggris.

"Saya sudah tulis surat, April 2019, ke OJK, supaya saya bisa jelasin, supaya kita tidak gaduh. Tapi OJK-nya tidak nanggapin surat saya," katanya.


Mempertanyakan Pemilik Asli Bank Permata
Bank Standard Chartered. (FOTO: AFP)


Sebulan kemudian, Rudy kembali melayangkan surat ke OJK. Kali ini ia menggandeng salah satu kantor hukum untuk mengirim surat.

Rudy membayangkan, jika melalui kantor hukum, OJK melunak. Tapi OJK disebut tak kunjung memberi jawaban atas surat tersebut.

Bahkan, Rudy juga pernah menggunakan cara informal. Ia bergerilya dengan mengontak salah satu orang OJK yang ia kenal. Mereka pun bertemu.

Dalam pertemuan itu, Rudy meminta bantuan buat mengirim surat secara langsung pada unit kerja di OJK yang berkaitan. Langsung di depan Rudy, surat itu dipastikan sudah diterima. Lagi-lagi, tidak ada kepastian dari OJK.

"Kelihatannya Pemerintah Indonesia sangat "sayang" kepada SCB," ujarnya.


Mempertanyakan Pemilik Asli Bank Permata
Surat Rudy Ramli untuk OJK. (Istimewa).


Rudy merasa penting mempertanyakan status kepemilikan SCB di Bank Permata lantaran proses akuisisi Bank Permata oleh SCB, sudah bermasalah sejak awal. Rudy saat menyerahkan Bank Bali ke pihak lain saat itu, yang akhirnya jadi Bank Permata--penuh dengan tekanan, jebakan dan keterpaksaan.

Rudy terus berjuang mencari keadilan memulihkan hak-haknya sebagai pemilik Bank Bali.

Meski perampasan haknya telah terjadi pada 20 tahun lalu. Di antaranya ia juga sudah melaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Intinya saya, SCB ini perlu dievaluasi, ditelaah dan diselidiki," tandas Rudy.

Hingga berita ini diturunkan, tim Medcom Files masih berupaya mencari konfirmasi dari pihak Bank Permata dan SCB.
 

(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id