Menag Sebut Korupsi Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 07 Oktober 2019 09:08 WIB
    Menag Sebut Korupsi Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu dari salah satu situs internet
    Akun Twitter @DonAdam68 membagikan unggahan berisi sebuah narasi lengkap dengan foto mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi yang akhir-akhir ini terseret kasus korupsi. Dalam foto tersebut memperlihatkan sebuah tangkapan layar akun Bansor NU membagikan tautan ke akun grup Banser NU.

    Unggahan itu dibagikan pada Senin, 23 September 2019. Unggahan itu sudah di-retweet sebanyak 1.168 kali dan mendapat like 1.826. Di kolom komentar didominasi komentar negatif mengarah pada Banser NU. Bahkan, ada yang mengaitkan korupsi tidak dilarang dalam organisasi tersebut.

    Bunyi narasinya sebagai berikut:

    Beliau adalah kebanggan kami
    Imam Nahrawi adalah orang yang sangat dekat dengan Pak Jokowi sangat Pancasila dan cinta NKRI.....
    Sejarah akan mencatat anggota Banser akan menjadi seorang menteri....sekarang beliau terkena sedikit musibah,....
    Bagi mereka yang radikal, korupsi adalah perbuatan terlarang..
    Tapi bagi kami yang cinta toleransi, korupsi adalah perbedaan dalam mencari rezeki...
    Semoga Imam Nahrawi selalu sehat



    Menag Sebut Korupsi Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam? Ini Faktanya


    Penelusuran fakta:
    Setelah ditelusuri, narasi tersebut bukan berasal dari Banser NU, melainkan Bansor NU. Tidak ditemukan pernyataan resmi dari Banser NU terkait klaim tersebut.

    Dua hari setelah unggahan itu viral, sebuah jejaring (website) menurunkan artikel berjudul "Kemenag: Korupsi Itu Perbedaan Dalam Mencari Rezeki, Tidak Bertentangan Dengan Syairat", viral. Artikel tersebut banyak dibagikan di berbagai media sosial. Salah satu akun Facebook Ainur Mardiyah pada 25 September 2019, ikut menyebarkan artikel tersebut.

    Akun tersebut menyisipkan narasi:
    "Jangan kau pelesetin hadits seenak perutmu.Dalam Islam itu memang dianjurkan mencari rezeki tapi rezeki itu harus halal dan bersih.Sedangkan korupsi itu sama dengan maling atau rampok... menipu orang banyak.."

    Konten yang diunggah akun facebook Ainur Mardiyah telah dibagikan 1.300 kali dan mendapat 137 komentar warganet.

    Tim Cek Fakta Medcom.id menelusuri sumber utama artikel tersebut, melalui mesin pencari Google, artikel itu berasal dari situs petroksi.blogspot.com.


    Menag Sebut Korupsi Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam? Ini Faktanya


    Berikut isi artikel tersebut:
    PETROKSI- Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menegaskan dalam hadist riwayat Ibnu Majah.

    "DariJabir bin Abdullah r.a,berkata, Rasulullah SAW bersabda"wahai manusia,bertaqwalah kepada Allah dan berbuat baiklah dalam mencari harta karena sesungguhnya jiwa manusia tidak akan puas/mati hingga terpenuhi rezekinya walaupun ia telah mampu mengendalikannya (mengekangnya),maka bertaqwalah kepada Allah SWT.

    Dalam hadist diatas dijelaskan bahwa kita sebagai umat muslim yang menganut hukum syar'i dianjurkan dalam mencari harta ataupun rezeki dengan cara yang santun dan baik.

    Apabila kita mencari harta dengan cara yang salah maka kita telah melanggar perintah Allah dan melakukan suatu perbuatan dosa besar.Seperti contoh kita menjadi seorang preman kemudian kita menggunakan kekuasaan kita untuk melakukan pemerasan, maka kita telah melakukan suatu kesalahan dan melanggar nilai-nilai islam..

    Berbeda dengan korupsi, korupsi mendapatkan dengan usaha, ketekunan, sehingga tidak menimbulkan secara terang terangan merampok, dan itu hanya perbedaan dalam mencari rezeki saja, tidak ada unsur unsur melakukan pelanggaran hukum hukum syariat yang telah di tentukan oleh agama Islam ujar Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin.

    Pencurian hanya berdampak pada ekonomi,namun korupsi berdampak holistik. Jika korupsi ada di system pemerintahan, maka semua aspek kehidupan tidak akan berdampak...


    Melansir temuan turnbackhoax.id, apa yang ditulis di situs petroksi.blogspot.com adalah pelintiran dari artikel "Korupsi dalam Pandangan Islam" yang diunggah Kompasiana.

    Sementara itu, foto yang digunakan dalam artikel petroksi.blogspot.com diambil dari portal berita viva.co.id pada artikel berjudul "Menag: Ramadhan, Warung Makan Tak Perlu Dipaksa Tutup" yang tayang pada Selasa, 9 Juni 2015.


    Menag Sebut Korupsi Tidak Bertentangan dengan Syariat Islam? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim yang menyebut "korupsi adalah perbedaan dalam mencari rezeki" tidak berasal dari Banser NU. Tidak ada bukti kuat yang menyebut perkataan Menag Lukman bahwa korupsi tidak bertentangan dengan syariat islam. Sumber dari beberapa klaim di atas menimbulkan disinformasi yang memiliki intensi menyesatkan masyarakat dengan pemberitaaan yang sudah diubah dan dipelintir.


    Sumber:
    https://twitter.com/DonAdam68/status/1176057942174355458
    https://www.facebook.com/ainur.mardiyah.5648
    https://www.blogger.com/blogin.g?blogspotURL=https://petroksi.blogspot.com/2019/09/kemenag-korupsi-itu-perbedaan-dalam.html


    Referensi:
    https://turnbackhoax.id/2019/09/30/salah-kemenag-korupsi-itu-perbedaan-dalam-mencari-rezeki-tidak-bertentangan-dengan-syariat/
    https://www.kompasiana.com/sonia49284/5c7badd312ae94246a670e68/korupsi-dalam-pandangan-islam#
    https://www.viva.co.id/berita/nasional/635770-menag-ramadhan-warung-makan-tak-perlu-dipaksa-tutup

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id