Kala 'Sulap' Kewarganegaraan Dicecar DPR

    M Rodhi Aulia - 08 November 2019 16:22 WIB
    Kala 'Sulap' Kewarganegaraan Dicecar DPR
    Pesepak bola asal Brasil Fabiano da Rosa Beltrame menghadiri rapat kerja Komisi X DPR dengan Kemenpora di Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
    FABIANO da Rosa Beltrame. Itulah nama lengkap pemain Persib Bandung yang diperkenalkan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali di hadapan Komisi X DPR pada Kamis, 7 November 2019.

    Amali memperkenalkan Fabiano dalam rangka permohonan menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) atau lazim dikenal naturalisasi. Fabiano kelahiran 29 Agustus 1982 ini, bersiap meninggalkan kewarganegaraan Brazil.

    Langkah Amali memperkenalkan Fabiano di hadapan DPR sebagai tindak-lanjut dari surat rekomendasi Menpora yang terbit pada 9 Januari 2019. Menpora merekomendasikan Fabiano lantaran menerima permohonan direktur PT Polana Bola Madura Bersatu pada 7 Desember 2018.

    Selain itu, yang membuat Menpora percaya diri membahasnya di DPR karena Presiden telah mengirimkan surat kepada Ketua DPR tertanggal 16 September 2019. Surat itu ditujukan agar pembahasan naturalisasi Fabiano dilanjutkan dan dipertimbangkan DPR.


    Kala 'Sulap' Kewarganegaraan Dicecar DPR
    Pesepak bola asal Brasil Fabiano da Rosa Beltrame menghadiri rapat kerja Komisi X DPR dengan Kemenpora di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi


    Dalam kesempatan itu, Amali juga memperkenalkan WN Amerika Serikat Peyton Alexis Whitted yang juga berharap mendapatkan status WNI. Peyton merupakan pemain basket profesional.

    "Sebelumnya kami sudah diundang oleh Komisi III untuk membahas pertimbangan kewarganegaraan RI atas nama Peyton Alexis dan Fabiano da Rosa karena ujungnya itu ada di Menkumham yang merupakan mitra dari Komisi III," kata Amali.

    Fabiano dan Peyton turut hadir dalam rapat tersebut. Mereka kompak mengenakan pakaian identik khas Indonesia; batik dan kebaya. Mereka duduk di belakang jajaran Menpora.


    Kala 'Sulap' Kewarganegaraan Dicecar DPR
    Pemain basket asal Amerika Serikat Peyton Alexis Whitted (kiri) dan pesepak bola asal Brasil Fabiano da Rosa Beltrame (kanan) bersama  menghadiri rapat kerja Komisi X DPR dengan Kemenpora di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11/2019). Foto: ANTARA FOTO/Nova Wahyudi


    Tensi rapat mulai naik ketika salah satu Anggota Komisi X DPR Ferdiansyah memberikan catatan kepada Menpora. Ia mempertanyakan sisa waktu produktif yang dimiliki Fabiano.

    Ia menyangsikan kontribusi Fabiano bagi Merah Putih. Pasalnya usia Fabiano tergolong tidak muda. "Sekarang umurnya sudah 37 tahun. Mau ngapain di republik ini?," kata Ferdiansyah.

    Anggota Fraksi Partai Golkar ini menyadari Fabiano berada di dalam rapat tersebut. Namun dia merasa perlu meminta Menpora mempertimbangkan usia dalam hal naturalisasi.

    Kepada Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Ferdiansyah juga mempertanyakan hal yang sama. Apa yang diharapkan PSSI dari proses naturalisasi olahragawan dengan usia tersebut.

    "Ini harus jadi pertimbangan ke depan. Tapi tidak untuk hari ini," tegas dia.


    Kala 'Sulap' Kewarganegaraan Dicecar DPR
    Menpora Zainudin Amali (tengah) mengikuti rapat kerja dengan Komisi III DPR membahas pertimbangan kewarganegaraan Indonesia atas nama atlet bola basket warga negara Amerika Peyton Alexis Whitted dan atlet sepak bola warga negara Brazil Fabiano Da Rosa Beltrame. Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso


    Ferdiansyah juga mempertanyakan usia emas bagi pebasket profesional. Memang Peyton kini masih berusia 24 tahun. Namun dari sisi pebasket, apakah usia tersebut masih tergolong usia emas sehingga perlu dinaturalisasi.

    Ia mendesak ke depan terkait naturalisasi, para pemohon harus dapat mempertimbangkan sisa usia produktif. Kemudian daftar prestasi yang dapat diakui secara global dan potensi kontribusi untuk Indonesia.

    "Kalau dia, kita rekrut dan naturalisasi dapat mencetak gol dalam prapiala dunia, misalnya begitu pak Iwan (M Iriawan/Ketum PSSI), oke. Tapi ini kan kita belum dapat gambaran-gambaran seperti itu. Tanpa pretensi yang tidak baik. Ini perlu kita antisipasi," beber dia.

    Anggota Komisi X DPR Dewi Coryati juga menyoroti usia Fabiano. Menurut Dewi, naturalisasi olahragawan seusia Fabiano tak baik bagi Merah Putih.

    Ia mengutip pernyataan mantan Petenis Indonesia Yayuk Basuki bahwa usia olahragawan di atas 30 tidak lagi prima. Pasalnya telah over use saat masih berada usia-usia produktif.

    "Menurut Yayuk Basuki kalau usia di atas 30 tahun itu, bukannya menjadi sesuatu yang menguntungkan. Tapi menjadi beban," terang dia.

    Sementara itu, Ketum PSSI M Iriawan mengaku awal dari pengajuan naturalisasi Fabiano bukan inisiatif PSSI. PSSI, kata dia, hanya turut merekomendasikan saja kepada pemerintah pada 18 Desember 2018.

    Kemudian, ia tidak mempermasalahkan usia Fabiano yang sempat dicecar sejumlah anggota dewan. Ia melihat potensi kontribusi Fabiano dari perspektif lain. Di antaranya menjelang pensiun, diharapkan bisa melakukan transfer teknik dan taktik.

    "Kalau sudah pensiun, (juga) bisa dijadikan pelatih atau konsultan," kata Iriawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis 7 November 2019.

    Meski dalam rapat sempat dicecar, Komisi X pada akhirnya tetap menyetujui usulan naturalisasi terhadap Fabiano dan Peyton. Mereka diyakini bisa berkontribusi bagi Merah Putih dan lancar dalam mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengucapkan teks Pancasila.

    "Komisi X DPR RI memberikan rekomendasi kewarganegaraan RI kepada saudara Fabiano Da Rosa Beltrame dan saudari Peyton Alexis Whitted, dengan catatan penetapan kewarganegaraan RI ditetapkan oleh instansi yang berwenang berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku," kata Ketua Komisi X Syaiful Huda.

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id