comscore

Hoaks Sepekan: Tentara Tiongkok Melawan TNI, PKS Dibubarkan hingga BRI Menaikkan Biaya Transaksi

Wanda Indana - 02 Juli 2022 09:24 WIB
Hoaks Sepekan: Tentara Tiongkok Melawan TNI, PKS Dibubarkan hingga BRI Menaikkan Biaya Transaksi
Foto Ilustrasi: Medcom.id
Peredaran berita bohong alias hoaks masih ditemukan di sejumlah platform media sosial. Beberapa di antaranya memuat ujaran kebencian, menyebarkan ketakutan, hingga informasi menyesatkan.

Rendahnya literasi digital menjadi faktor utama tingginya risiko terpapar hoaks. Tim Cek Fakta Medcom.id juga menerima aduan hoaks setiap hari. 
Sebagai pengingat, berikut kami rekap beberapa hoaks yang sudah diverifikasi kebenarannya selama sepekan terakhir. Berikut daftarnya.

Tentara tiongkok melawan TNI

Beredar sebuah video yang diklaim memperlihatkan tentara Tiongkok melawan TNI untuk mengamankan asetnya di Indonesia. Video itu beredar di media sosial dan pesan berantai. Namun dari hasil penelusuran, faktanya, video aslinya adalah bentrok warga dengan polisi dan TNI di Aceh.

Aparat kepolisian bersama TNI awalnya hendak mengamankan terduga pelaku illegal mining (tambang ilegal) di Jalan Geumpang – Meulaboh, KM 18, Kabupaten Pidie. Upaya penangkapan itu mendapat larangan dari warga setempat dan mencoba melindungi pelaku.

Kasus covid-19 sengaja dinaikkan jelang iduladha 

Hoaks berikutnya adalah tersebarnya kabar yang menyebutkan pemerintah sengaja menaikkan angka kasus konfirmasi positif covid-19 di Indonesia menjelang hari raya Iduladha. Kabar ini beredar di media sosial. Klaim tersebut di bagikan pada Minggu, 19 Juni 2022. Akun yang menyabrkan itu mengunggah foto pemberitaan televisi tentang kenaikan kasus aktif covid-19.

Faktanya, tidak ada bukti. Informasi ini juga telah diklarifikasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19. Dilansir Medcom.id, Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito menjelaskan beberapa faktor penyebab kenaikan angka kasus positif COVID-19 di Indonesia. Pertama, mobilitas penduduk, mengendurnya kedisiplinan prokes, dan kemunculan varian BA.4 dan BA.5.

Tambahan 10 ribu tak diambil karena negara bangkrut

Beredar sebuah narasi bahwa tambahan 10 ribu kuota haji tahun 2022 Indonesia tidak diambil karena Negara bangkrut dan tidak bisa mengembalikan dana haji yang diselewengkan. Narasi ini beredar di media sosial.

Dari penelusuran kami, faktanya pihak berwenang tidak memiliki waktu yang cukup untuk menindaklanjuti penambahan kuota tersebut. Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto menjelaskan waktu pemberangkatan jemaah calon haji sudah dilakukan secara bertahap. Sementara jika kuota tambahan itu diambil maka akan mengganggu proses keberangkatan yang sudah berjalan.
 
Selain itu, dibutuhkan pembahasan lebih detail terkait payung hukum pemberangkatan kuota tambahan. Karenanya, DPR dan Kementerian Agama sepakat tidak mengambil kuota tambahan tersebut.

PKS dibubarkan

Beredar sebuah video yang judulnya menarasikan bahwa Partai Keadilan Sejahtera telah dibubarkan. Video ini beredar di YouTube.
 
Sebuah kanal YouTube membagikan video tesebut pada 11 Juni 2022. Pada thumbnail video terdapat tulisan "AKHIRNYA PARTAI PKS DIBUBARKAN. KEPUTUSAN BULAT JOKOWI MENGEJUTKAN SEMUA PIHAK". Faktanya, isi dengan judul berbeda, tidak sinkron.

BRI menaikkan biaya transaksi

Beredar sebuah narasi bahwa BRI mengganti biaya Rp6.500 per transaksi menjadi Rp150 ribu perbulan. Narasi ini beredar di media sosial. Dari penelusuran kami, klaim bahwa BRI mengganti biaya Rp6.500 per transaksi menjadi Rp150 ribu perbulan, adalah salah. Faktanya, ini hoaks yang kembali beredar di tengah masyarakat.

*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016
 

(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id