Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 26 Oktober 2020 07:34 WIB
    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu yang beredar di media sosial
    Beredar sebuah narasi bahwa Papua resmi memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Jhony Cher yang turut mengunggah narasi itu, Sabtu 24 Oktober 2020. Berikut narasi selengkapnya:

    “PAPUA Resmi telah memisahkan diri dari NKRI,” tulis akun facebook Jhony Cher.


    Akun ini juga mengunggah sebuah video. Pada video itu tampak seseorang yang mengklaim dirinya sebagai Presiden Negara Federal Papua Barat. 

    Unggahan ini direspons sejumlah warganet. Terdiri dari 21 emotikon, 15 komentar dan 34 kali dibagikan.


    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Papua resmi memisahkan diri dari NKRI, adalah salah. Faktanya tidak ada informasi resmi mengenai hal itu.

    Lagi pula, kelompok yang menamakan diri Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) tidak pernah diakui Pemerintah RI. Beberapa waktu lalu, Polda Papua menyita 3 koli atribut NRFPB di Bandara Oksibil, Pegunungan Bintang, Rabu 15 Juli 2020.


    “Memang mereka sedang mencoba mencari eksistensi dalam keadaan seperti ini. Mereka ada, perjuangan mereka di pesisir pantai, kita pernah temukan mereka berlatih di sebuah pulau di Papua Barat,” kata Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw seperti dilansir Kompas.com, Jumat 17 Juli 2020. 


    Paulus menjelaskan, pihaknya sudah mengetahui modus NRFPB dalam merekrut anggota. Perekrutan dilakukan secara sepihak tanpa persetujuan warga.


    “Beberapa kali mereka undang orang-orang dari kampung untuk ibadah dan tiba-tiba ada deklarasi, kemudian tiba-tiba diberikan pakaian dinas seperti pakaian militer, itu modus-modusnya,” ujar Paulus.



    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya


    Dilansir Pasific Pos, Sekretaris Jenderal (Sekjend) Barisan Merah Putih Republik Indonesia, Yonas Alfons Nussy meminta masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi terkait dengan NRFPB tersebut. Yonas meminta NRFPB tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan hukum positif.

    “Artinya jangan membingungkan rakyat, bendera mana yang kita miliki dan kita sudah harus pastikan. Bahwa yang naik dan yang ada di Papua adalah bendera merah putih dan tidak ada yang lain. Kita harus viralkan ini sehingga kita menjadi satu untuk membangun Papua,” kata Yonas seperti dilansir Pasificpos.com, 19 Oktober 2020.


    Yonas menegaskan upaya yang dilakukan seperti NRFPB itu merupakan bentuk pengulangan kesalahan yang sama. Alih-alih membuat Papua bangkit, justru malah mengkerdilkan diri sendiri di dalam pemerintahan. 

    “Sehingga kita sepertinya menginginkan konflik yang berkelanjutan setiap saat,” sesal Yonas.


    Yonas menambahkan, pergerakan semacam NRFPB tidak lagi cocok di Papua. Pasalnya, kondisi di Papua semakin membaik. Pembangunan di Papua juga semakin nyata. 

    “Saya mohon agar rakyat tidak terprovokasi dan sebaiknya kita mempersiapkan diri untuk menyambut sebuah peresmian yang spektakuler dalam sejarah pembangunan di Papua, yakni peresmian gedung Istora Lukas Enembe ini. Kita sudahi konflik yang berkepanjangan di tanah Papua,” tegas Yonas.



    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya


    Pula Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Christian Warinussy meminta warga Papua tidak terpancing dengan ajakan kelompok NRFPB. Anggota DPR RI asal Papua Barat, Jimmy Demianus Ijie juga meminta pemuda asli Papua tidak perlu terlibat gerakan tersebut dan fokus menatap masa depan.

    “Sekolah saja, urus yang bisa kalian dapat hari ini. Karena untuk (Papua) merdeka, itu sangat sulit,” kata Jimmy seperti dilansir jubi.co.id, 19 Oktober 2020.


    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Papua resmi memisahkan diri dari NKRI, adalah salah. Faktanya, tidak ada informasi resmi mengenai hal itu.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100 persen tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://regional.kompas.com/berita/22471961-polisi-sita-3-koli-atribut-negara-republik-federal-papua-barat-di-pegunungan?page=all
    https://www.pasificpos.com/sekjend-bmp-ri-minta-masyarakat-papua-tidak-terprovokasi-dengan-imbauan-dari-pimpinan-negara-federal/
    https://jubi.co.id/papua-masyarakat-jangan-mudah-terpengaruh-kibar-bk/
    https://archive.md/51Edp
    https://www.facebook.com/jhony.cher/posts/3980078488672517


    *Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari Tim Kami untuk Kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb


    [Cek Fakta] Papua Resmi Memisahkan Diri dari NKRI? Ini Faktanya


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id