[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 16 September 2020 06:49 WIB
    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar narasi bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan instruksi dari Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) agar Indonesia masuk jurang resesi. Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Sri Darmayanti yang turut mengunggah tangkapan layar berisi narasi tersebut. Berikut narasi selengkapnya:

    "Kajian intelejen crime… 
    Anis dapat instruksi dari "KAMI" Agar lakukan psbb total beberapa bulan agar tujuannya Rakyat DKI menjadi lumpuh secara perekonomian sehingga ketika bulan oktober 2020 besok indonesia masuk jurang Resesi ( 100% pasti resesi) maka dikarnakan tidak adanya pekerjaan, pendapatan cash dan tabungan berakibat pada kemiskinan yang menjadi jadi di DKI sehingga bisa memicu Demo dan penjarahan. Bila itu terjadi maka KAMI dan antek kadrun lainnya akan push provokasi kepada rakyat tentang JOKOWI HARUS MUNDUR KARENA GAGAL SELAMATKAN RAKYAT.

    Ada misi jahat sedang di jalankan oleh wan abut, kadrun, dan KAMI bin GATOT CENDANA."


    Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 53 emotikon, 17 komentar dan 105 kali dibagikan.


    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa Anies mendapatkan instruksi dari KAMI untuk melakukan PSBB agar Indonesia masuk jurang resesi, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal itu.

    Dilansir Detik.com, Anies memiliki sederet alasan memberlakukan PSBB di DKI Jakarta. Pertama, tren pasien positif terjangkit covid-19 yang sempat melandai, kini kembali meningkat di DKI Jakarta. 

    Kedua, pemakaman harian dengan protokol Covid-19 juga terus meningkat. Ketiga, kapasitas tempat tidur isolasi di DKI terancam penuh. Keempat, kapasitas tempat tidur di ruang ICU juga terancam penuh. 


    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya


    Dilansir Medcom.id, Anies menjelaskan pihaknya menargetkan total tempat tidur isolasi sebanyak 4.807 unit. Pula tempat tidur ICU hingga 636 unit.


    "Namun, tanpa usaha pembatasan lebih ketat, maka ICU khusus covid di Jakarta sesudah dinaikkan kapasitasnya pun bisa penuh pada 25 September," kata Anies seperti dilansir Medcom.id, Rabu 9 September 2020.


    Faktor lain pemberlakuan kembali PSBB adalah angka kematian yang terus bertambah. Per Rabu, 9 September 2020, terdapat 1.347 orang meninggal karena covid-19.

     
    "Artinya semakin banyak kasus probable meninggal yang harus dimakamkan dengan protap covid-19 sebelum sempat keluar hasil positif," kata Anies.


    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya


    Di sisi lain, para ekonom meyakini upaya apapun akan sulit mencegah RI masuk jurang resesi pada kuartal III-2020 ini. Namun Presiden Joko Widodo (Jokowi) tengah berjuang memaksimalkan kerja demi mencegah RI masuk jurang resesi. Penentuan di bulan September ini.


    "Untuk itu, kuartal III 2020 yang kami masih punya waktu satu bulan, Juli, Agustus, September 2020 Kami masih punya kesempatan di September 2020. Kalau masih berada pada posisi minus, artinya Indonesia masuk resesi," kata Jokowi seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa 1 September 2020. 


    Jokowi mendesak seluruh kepala daerah untuk mempercepat penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Khususnya yang berkaitan dengan belanja barang, modal dan bantuan sosial.

    Jokowi meyakini dengan percepatan itu akan dapat meningkatkan konsumsi masyarakat dan memulihkan ekonomoi daerah. Jokowi mengungkapkan penyerapan anggaran di DKI Jakarta terbilang sudah cukup tinggi. Sementara di daerah lain masih di bawah 50 persen per 27 Agustus 2020.


    "Dalam ilmu ekonomi, negara bisa disebut resesi jika ekonominya minus dalam dua kuartal berturut-turut. Ekonomi Indonesia sendiri sudah minus pada kuartal II 2020 sebesar 5,32 persen," tulis CNNIndonesia.com dalam laporannya, Selasa 1 September 2020.



    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya


    Baru-baru ini, Jokowi memerintahkan Luhut Binsar Pandjaitan untuk ambil bagian terkait penanganan covid-19. Luhut diminta bekerja cepat dalam kapasitasnya sebagai Wakil Ketua Komite Kebijakan Pengendalian covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 

    Pertama, Jokowi meminta Luhut menekan penambahan kasus harian. Kedua, Jokowi meminta Luhut memastikan peningkatan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian. Juga, penanganan khusus pada klaster tingkat kabupaten atau kota hingga kelurahan dan rukun warga (RW).

    Jokowi memberikan waktu selama dua pekan. Tentunya, diawali dengan beberapa langkah.

    Pertama, menyamakan data antara pemerintah pusat dan daerah untuk pengambilan keputusan secara cepat. Kedua, menjalankan operasi yustisi menegakkan disiplin protokol kesehatan.

    "Bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo, Luhut diminta menggandeng Kementerian Kesehatan untuk menangani kasus covid-19 di sejumlah wilayah. Daerah yang disasar adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Sumatra Utara, dan Papua," tulis Medcom.id dalam laporannya, Selasa 15 September 2020.



    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Anies mendapatkan instruksi dari KAMI untuk melakukan PSBB agar Indonesia masuk jurang resesi, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi valid mengenai hal itu.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Anies Dapat Instruksi dari KAMI Lakukan PSBB agar Indonesia Masuk Jurang Resesi? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5167121/sederet-alasan-yang-memaksa-anies-terapkan-psbb-lagi
    https://www.medcom.id/nasional/metro/aNrannEK-alasan-dki-jakarta-kembali-ke-psbb-total?p=all
    https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5172566/psbb-jakarta-bikin-ri-makin-sulit-hindari-jurang-resesi/1
    https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20200901110047-532-541469/jokowi-bersiap-hadapi-resesi-september-ini
    https://www.medcom.id/nasional/politik/eN40V8oN-perintah-jokowi-untuk-luhut
    https://archive.today/MrhBz


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (DHI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id