[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Viral Modus Baru Kecurangan SPBU Melalui Pengaturan Argometer? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 05 Februari 2020 16:37 WIB
    [Cek Fakta] Viral Modus Baru Kecurangan SPBU Melalui Pengaturan Argometer? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial (Facebook).
    Beredar di media sosial informasi yang menceritakan tentang pengalaman seseorang saat mengisi bahan bakar di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) saat perjalanan ke Jakarta. Dalam pesan tersebut, disebutkan modus kecurangan yang terjadi saat pengisian bahan bakar dengan nominal pas. 

    Diceritakan, ketika mengisi bahan bakar dengan nominal harga Rp100 ribu, tiba-tiba argometer yang mulanya memperlihatkan biaya di angka Rp80 ribu langsung melompat ke Rp100 ribu. Saat dicek di struk biaya bahan bakar hanya Rp80.075. 

    Akun Facebook I Kirim ikut membagikan informasi tersebut pada laman Grup TRIBUN BALI, Kamis 22 Januari 2020. Pula, akun tersebut mengunggah gambar yang memperlihatkan SPBU Pertamina dengan tambahan narasi bertuliskan "baca dulu baru mikir". Hingga saat ini, unggahan status tersebut telah dibagikan sebanyak 44 ribu kali, disukai 26 ribu kali, dan mendapat 56 komentar.
     
    Berikut secara lengkap narasi yang beredar:


    "#copas
    INFO BAGUS u/ PENGENDARA

    Dari: YANG PEDULI
    Untuk: SEMUA PENGENDARA
    PESAN: JANGAN ISI MINYAK dengan NOMINAL PAS: 10rb, 20rb, 50rb, 100rb, 200rb dan seterusnya

    MODUS BARU KECURANGAN SPBU

    MOHON MAAF! Jika ada Pengusaha SPBU di sini… Semoga TIDAK TERSINGGUNG dan BUKAN u/ maksud buruk.

    Izinkan saya (Renan Maulana) numpang berbagi pengalaman di sini tentang kecurangan para oknum Petugas di SPBU. Harapan saya dengan adanya tulis ini agar TIDAK ADA LAGI yang tertipu atau dicurangi ketika mengisi bensin di SPBU dengan label "pasti pas"

    Kejadiannya sekitar seminggu lalu saya bawa mobil saudara ke Jakarta. Saya isi bahan bakar di salah 1 SPBU, sengaja saya tidak sebutkan nama dan lokasi SPBU tersebut takutnya nanti dikira pencemaran nama baik.

    Kebetulan saat itu yang bawa mobil kakak saya jadi saya duduk di kursi belakang. Kakak saya langsung “nyodorin” uang 100rb. ke petugasnya. Saya GAK TURUN dari mobil, tapi saya perhatikan argo di mesin pengisiannya.

    Saat argo mendekati angka 80rb. tiba-tiba tuh ANGKA-nya LONCAT langsung ke angka 100rb., kakak saya GAK NYADAR tentang kejadian itu tapi spontan saya langsung protes keras.

    "Pak! Itu kok argonya LANGSUNG LONCAT dari 80rb. ke angka 100rb?" Si petugasnya langsung bilang gini: "Bener kok udah 100rb." Terus saya MINTA STRUK-nya, setelah keluar struk baru tuh keliatan di struk tertulis Rp.80,075. Lalu Petugasnya “ngembaliin” duit 20rb. sambil bilang gini sambil MUKA-nya GUGUP: "Wah maaf pak! Mungkin mesinnya sedang rusak."

    Selang 2 hari saya ke JOGJA bawa motor matik isi bensin di salah 1 SPBU di Jogja. Saya TIDAK publikasikan nama SPBU dan lokasinya. Saya isi bensin 10rb. setelah saya perhatiin ARGO-nya, eh TERULANG LAGI kejadian di SPBU JAKARTA kemaren dari angka 8rb. langsung loncat ke 10rb.

    Kali ini saya DIEM dan AN NGGAK PROTES, karena saya pikir cuman duit 2rb. ini lagian di belakang yang ANTRI BANYAK banget, karena kebetulan JAM PULANG KERJA.

    Saya mikir apa jangan-jangan banyak Petugas SPBU yang melakukan perbuatan "nakal" ini. Akhirnya rasa penasaran saya terjawab saat lagi makan di “angkringan” dekat SPBU tempat saya ngisi bensin motor saya di mana saat itu ada Petugas SPBU yang kebetulan juga makan di angkringan itu ngobrol dengan pedagang angkringannya.

    Mereka “NGOBROLIN tentang “side job” itu. Mereka ngobrol pake BAHASA DAERAH yang intinya begini:

    1. Argo di SPBU “emang” bisa didesain/diakali untuk LANGSUNG LONCAT ke angka tertentu
    2. BISA! Carannya dengan loncatnya angka di argo “dengan catatan” kalo BUYER-nya isi bensin dengan nominal yang umum semacam 10rb, 15rb, 20rb, 50rb, 100rb. dan seterusnya.

    3. Yang ngisi bensin RATA-RATA “cuek” gak liat argonya

    4. Kalo buyer-nya beli di angka yang NOMINAL-nya enggak umum, GAK BISA diakali semisal 13rb, 21rb, 106rb. OHH GITU YAAA...

    Jadi setelah itu saya menyimpulkan kalo MAU ISI BENSIN “mending” isi di angka yang GAK UMUM semacam 11rb, 19rb. dan seterusnya.

    Mungkin kita memang susah “ngilangin” BUDAYA korupsi di negara ini. Tapi seenggaknya KITA BISA MEMINIMALISIR tindakan korupsi dan tidak berbuat korupsi. Saya “cuman nyaranin” buat para Pengguna media sosial yang membaca tulisan ini:

    1. Kalo isi bensin “pantengin” tuh argo
    2. Kalo bisa isi di NOMINAL yang GAK BIASA seperti 11rb.,23rb. dan seterusnya.
    3. Kalo Petugasnya “maenin handle”, SURUH LEPAS tuh “handle”-nya

    Semoga sedikit tulisan saya ini ber-MANFAAT u/ BANYAK ORANG. Hanya jika berkenan, tolong bantu di”share” cerita pengalaman ini biar banyak yang baca.

    Biar NGGAK ADA LAGI rupiah hasil keringat yang dicurangin. Kasihan mereka yang penghasilannya tak seberapa tapi ditipu oleh oknum tidak bertanggung jawab. Semoga bermanfaat dan waspadalah!

    SEMOGA LEBIH IRIT ANGGARAN TRANSPORT
    https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=1713072982063763&id=100000832327050". 



    [Cek Fakta] Viral Modus Baru Kecurangan SPBU Melalui Pengaturan Argometer? Ini Faktanya



    [Cek Fakta] Viral Modus Baru Kecurangan SPBU Melalui Pengaturan Argometer? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Setelah dilakukan penelusuran, informasi yang beredar terkait modus kecurangan baru pada SPBU dengan pengaturan argo adalah hoaks. Informasi tersebut pernah viral pada 2017, 2018, 2019, dan 2020. External Communication Manager Pertamina, Arya Dwi Paramita telah mengklarifikasi informasi tersebut.

    Dilansir Detik.com, Arya menjelaskan pihaknya tidak pernah menerima laporan dari pelanggan yang mengalami keluhan seperti pada narasi informasi tersebut. 

    Arya menekankan, setiap SPBU, terutama SPBU Pasti Pas, dilakukan pemeriksaan secara berkala oleh lembaga independen, baik itu meter maupun kualitas BBM. "Mereka (lembaga independen) akan mengeluarkan sertifikasinya. Kalau terbukti SPBU bermasalah, sertifikat itu akan kita cabut, atau kita kasih konsekuensi lain. Tapi selama ini kami tidak pernah menerima keluhan seperti ini di contact center," jelas dia.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa terdapat modus baru pada SPBU melalui pengaturan argo adalah hoaks. Informasi tersebut sudah lama beredar sejak 2017. 

    Informasi hoaks tersebut masuk dalam kategori Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta.


    Referensi:
    https://oto.detik.com/berita/d-3775275/pesan-berantai-modus-baru-spbu-curang-begini-kata-pertamina


    Sumber:
    https://www.facebook.com/groups/1418003088474499/permalink/2517175221890608/






    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id