[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Pejabat Ini Sebut Gubernur DKI tak Tahu Malu, Bodoh dan Gila? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 21 Februari 2020 06:06 WIB
    [Cek Fakta] Pejabat Ini Sebut Gubernur DKI tak Tahu Malu, Bodoh dan Gila? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar sebuah narasi di media sosial bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak tahu malu, bodoh dan gila. Narasi itu diklaim berasal dari Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadiala.

    Adalah akun facebook Ferry Ansyah yang mengunggah narasi tersebut pada Kamis 20 Februari 2020. Akun ini mengunggah tangkapan layar pemberitaan dengan narasumber Kepala BKPM.


    Berikut narasi lengkapnya:

    "Bahlil Lahadiala: Tak Boleh Ada Gubernur yang Merasa Seperti Presiden di Negara Ini. Seperti Gubernur DKI Yang Tak Tau Malu Itu Sudah Bodoh, Gila Lagi."

    Unggahan tersebut mendapatkan respons sebanyak 344 emotikon, 84 komentar dan dibagikan sebanyak sembilan kali.


    [Cek Fakta] Pejabat Ini Sebut Gubernur DKI tak Tahu Malu, Bodoh dan Gila? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadiala menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak tahu malu, bodoh dan gila, adalah salah. Pejabat tersebut tidak pernah mengatakan hal itu.

    Melalui teknik reverse image, narasi tersebut merupakan suntingan dari artikel yang dimuat di laman inews.id pada Rabu 19 Februari 2020. Artikel itu berjudul "Bahlil Lahadalia: Tak Boleh Ada Gubernur yang Merasa Seperti Presiden di Negara Ini".

    Dari sana jelas terlihat, pada judul artikel tersebut tidak pernah tertulis kalimat "Seperti Gubernur DKI Yang Tak Tau Malu Itu Sudah Bodoh, Gila Lagi." Sehingga bisa dipastikan tangkapan layar pemberitaan itu, khususnya pada judul artikel, sudah mengalami perubahan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

    Pula terkait isi artikel. Kami tidak menemukan Bahlil menyinggung gubernur DKI Jakarta. Apalagi menyebut gubernur DKI dengan pilihan kata yang tidak pantas.

    Berikut isi artikel selengkapnya:

    Bahlil Lahadalia: Tak Boleh Ada Gubernur yang Merasa Seperti Presiden di Negara Ini

    JAKARTA, iNews.id - Seluruh perizinan kini terpusat di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Seluruh instansi, baik pemerintah maupun daerah, wajib menyerahkan wewenang perizinan ke sistem pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

    Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menyindir adanya satu gubernur yang menolak memberikan wewenang perizinan kepada BKPM. Gubernur itu memerintah di salah satu provinsi di Pulau Kalimantan.

    "Saya sudah lapor ke Pak Presiden. Saya bilang, 'Bapak Presiden, kita harus tegakkan aturan, negara ini masih NKRI, tidak boleh ada gubernur yang merasa juga seperti presiden di negara ini, tidak boleh," ujarnya di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

    Bahlil menegaskan, BKPM telah mendapatkan amanat Presiden Jokowi untuk mengelola izin usaha dan investasi yang selama ini terpisah-pisah. Hal tersebut sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2019 tentang Percepatan Kemudahan Berusaha.

    Bahlil mengatakan, aturan yang ditetapkan pada 22 November tahun lalu tersebut sudah diinformasikan kepada seluruh kepala daerah mulai dari gubernur hingga walikota.

    Mantan ketua umum Hipmi itu berharap seluruh kepala daerah mematuhi instruksi Presiden Jokowi. Dia masih menemukan beberapa kepala daerah yang keberatan melepas kewenangan perizinan.

    "Kita harus satu, imam kita satu, Presiden kita cuma satu namanya Joko Widodo. Alhamdulillah, insyaallah dalam waktu ini kita akan clear-kan. Saya juga tahu bupati walikota mana yang belum mau kasih izin-izinnya," kata dia.



    [Cek Fakta] Pejabat Ini Sebut Gubernur DKI tak Tahu Malu, Bodoh dan Gila? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadiala menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak tahu malu, bodoh dan gila, adalah salah. 

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.


    Sumber:
    https://web.facebook.com/groups/860620754110785/permalink/1369712176534971/


    Referensi:
    https://www.inews.id/finance/makro/bahlil-lahadalia-tak-boleh-ada-gubernur-yang-merasa-seperti-presiden-di-negara-ini

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id