Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 13 Januari 2021 06:24 WIB
    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya
    Tangkapan layar video yang beredar melalui WhastApp
    Beredar video berlabel Investigasi 101 dengan narasi bahwa alat tes covid-19 sengaja dibuat tidak akurat. Video ini beredar melalui pesan berantai WhatsApp, baru-baru ini.


    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya


    "Penyebaran covid adalah alat tes yang sengaja dibuat tidak akurat. Dengan metode seperti ini, sampai kapanpun, covid-19 seolah-olah tak pernah hilang. Mau lockdown 1.000 tahun pun, tetap saja covid ini seolah-olah ada di tubuh kita. Mau new normal kayak apapun, tetap saja hasil tesnya positif terus. Memang ini permainan setan yang sedang dimainkan," bunyi narasi pada awal video tersebut.


    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa alat tes covid-19 sengaja dibuat tidak akurat, tidak berdasar. Faktanya, tes covid-19 melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) tingkat akurasinya mencapai 95 persen.

    "Akurasi PCR bisa sampai 95 persen," kata Dosen Departemen Patologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran (Unpad), Basti Andriyoko, dr., Sp.PK(K) seperti dilansir Medcom.id, 23 Desember 2020.


    Namun Basti mengakui pengujian dengan metode PCR belum merata. Pasalnya pengujian sampel PCR ini memerlukan laboratorium khusus dan fasilitas yang lengkap serta ahli.

    "Laboratorium sendiri punya kapasitas maksimal pemeriksaan. Jika banyak, hasilnya bisa keluar 2-3 hari," ujar Basti.


    Di sisi lain, kini mulai gencar tes antigen. Pengujian model ini relatif tidak membutuhkan sarana prasarana yang lengkap walau tetap memerlukan persyaratan yang wajib dipenuhi. Sampel bisa diuji di tempat terbuka tanpa harus dikerjakan di dalam laboratorium.


    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya


    Hasil dari tes antigen juga terbilang cepat. Bergantung pada reagennya. Hal ini yang menjadikan tes ini relatif lebih mudah diakses banyak orang.
     
    Walau terbilang lebih mudah, akademisi tetap menyarankan bahwa tes PCR merupakan upaya terbaik jika dilihat dari tingkat akurasinya. WHO sendiri memberikan pilihan untuk menetapkan tes antigen jika di suatu wilayah memiliki kesulitan dalam mengakses tes PCR.
     

    “Tes antigen masih lebih baik daripada orang tidak periksa sama sekali terus melakukan perjalanan. Itu yang lebih bahaya,” kata Basti.


    Dilansir Kumparan.com, tidak ada kesengajaan terkait rendahnya akurasi tes PCR. Jika hasilnya false negative atau negatif palsu, itu terdapat tiga penyebab.

    "Pertama, peneliti bisa jadi kurang banyak mengambil sampel dari pasien, sehingga tidak cukup banyak virus yang terdeteksi. Kedua, orang yang diambil sampelnya mungkin masih dalam tahap awal infeksi atau justru sudah memasuki tahap akhir, sehingga tidak cukup banyak virus yang ada di sel. Dan yang terakhir, sampel yang diambil mungkin disimpan terlalu lama sebelum diuji, sehingga RNA virus keburu terurai," tulis Kumparan.com dalam laporannya, 17 Juli 2020.


    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa alat tes covid-19 sengaja dibuat tidak akurat, tidak berdasar. Faktanya, tes covid-19 melalui metode Polymerase Chain Reaction (PCR) tingkat akurasinya mencapai 95 persen.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://www.medcom.id/pendidikan/riset-penelitian/dN6AXGRK-pakar-unpad-jelaskan-perbedaan-akurasi-tes-antigen-dan-pcr?utm_source=share_mobile&utm_medium=share_whatsapp&utm_campaign=share
    https://kumparan.com/kumparansains/viral-video-whatsapp-permainan-setan-konspirasi-corona-begini-faktanya-1toqSj8YwLK


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016


    "Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"


    [Cek Fakta] Video Investigasi 101 Sebut Alat Tes Covid Sengaja Dibuat tak Akurat? Ini Faktanya




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id