[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Benarkah 229 Misionaris Dihukum Mati di Afghanistan? Begini Faktanya

    Wanda Indana - 15 September 2021 19:52 WIB
    [Cek Fakta] Benarkah 229 Misionaris Dihukum Mati di Afghanistan? Begini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Facebook



    Beredar unggahan di media sosial yang menyebutkan ada 229 misionaris kristen telah dijatuhi hukuman mati oleh Taliban. Unggahan ini disebar ratusan kali di media sosial Facebook. 

    Akun Linda Morgan Skarie ikut membagikan unggahan itu pada Selasa, 17 Agustus 2021. Disebutkan, kelompok Taliban juga telah menguasai kota Quraqosh, kota Kristen di Irak. Unggahan itu mulai menyebar setelah Taliban menguasai Afghanistan pada Agustus 2021. 

     



    Pada narasi yang beredar juga meminta untuk menyebarluaskan pesan dalam unggahan itu, Berikut terjemahan dari penggalan narasi yang beredar: 


    "Mohon doakan untuk ke 229 misionaris yang telah dihukum mati besok sore oleh para Islamis Afghanistan (Taliban). Tolong sampaikan pesan ini secepatnya agar banyak orang yang bisa berdoa. Pesan ini dikirimkan oleh JUDITH CARMONA Misionaris dari Chihuahua yang berada di Afrika. Seluruh planet bersatu dalam doa."


    Benarkah demikian? Berikut cek faktanya.


    [Cek Fakta] Benarkah 229 Misionaris Dihukum Mati di Afghanistan? Begini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim adanya kabar 229 misionaris kristen dijatuhi hukuman mati oleh Taliban adalah salah. Faktanya, kabar itu adalah hoaks lama yang kembali beredar. 

    Dilansir Cek Fakta AFP, sebelumnya juga beredar unggahan serupa pada tahun 2019 yang mengklaim "22 misionaris Kristen" dihukum mati oleh ekstrimis di Afghanistan merujuk kelompok Taliban. 

    Jauh sebelum itu, klaim serupa juga telah beredar sejak 2009, yang menurut situs pemeriksa fakta AS Snopes yang melaporkan tipuan itu juga menyebar melalui email dan pesan teks.

    Open Doors, sebuah badan amal yang memberikan bantuan kepada orang-orang Kristen yang dianiaya di seluruh dunia - mengatakan kepada AFP bahwa unggahan yang dibagikan pada tahun 2019 dan 2021 semuanya salah.
     

    “Kami dapat mengonfirmasi bahwa kedua [hoax] ini salah. Saya yakin akan ada banyak, banyak, lebih banyak tipuan seperti itu di minggu-minggu dan bulan-bulan mendatang, ”kata juru bicara Open Doors.


    Pencarian kata kunci juga tidak ditemukan laporan yang kredibel dari klaim yang diunggah tersebut.

    Masih merujuk sumber yang sama, seorang juru bicara organisasi hak asasi manusia Amnesty International mengatakan kepada bahwa mereka belum mencatat kasus serupa dengan yang diuraikan dalam unggahan Facebook.

    “Sampai saat ini, kami belum melihat ada laporan seperti ini. Kami akan terus memantau situasi hak asasi manusia di Afghanistan,” kata juru bicara Amnesty International.

    Kota Qaraqosh di Irak -- yang dikunjungi oleh Paus Fransiskus pada tahun 2021 -- sebenarnya terletak ribuan kilometer dari Afghanistan. Itu tidak dikendalikan oleh Taliban, yang telah memutuskan hubungan dengan ISIS lokal yang dikenal sebagai ISIS-K. 


    [Cek Fakta] Benarkah 229 Misionaris Dihukum Mati di Afghanistan? Begini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim adanya kabar 229 misionaris kristen dijatuhi hukuman mati oleh Taliban adalah salah. Faktanya, kabar itu adalah hoaks lama yang kembali beredar.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.

    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Benarkah 229 Misionaris Dihukum Mati di Afghanistan? Begini Faktanya


    Referensi:
    https://factcheck.afp.com/http%253A%252F%252Fdoc.afp.com%252F9LZ2LF-1
    https://www.opendoors.org/en-US/
    https://www.amnesty.org.au/


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id