[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Dunia Telah Menyetujui Vaksin Nusantara? Begini Faktanya

    Wanda Indana - 23 Juli 2021 17:10 WIB
    [Cek Fakta] Dunia Telah Menyetujui Vaksin Nusantara? Begini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Youtube



    Beredar narasi yang menyebut dunia telah menyetujui Vaksin Nusantara. Narasi itu beredar melalui video di situs YouTube.

    Kanal Jordan Liono membagikan video itu pada 15 juli 2021. Video itu berjudul "AKHIRNYA!! DUNIA SETUJUI VAKSIN NUSANTARA, DOKTER TERAWAN TERDEPAN BERHASIL SELAMATKAN DUNIA". 

     



    Berikut narasi yang dibacakan dalam video itu:


    "Sekarang di seluruh dunia sedang membicarakannya termasuk terakhir dari New York dan sebagainya karena di Elsevier sudah terbit jurnal Pubmed, itu isinya adalah Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy atau vaksin Nusantara, the beginning of the end, cancer and Covid-19. Dunia sepakat punya hipotesis bahwa yang akan menyelesaikan hal ini termasuk Covid-19 adalah Dendritic Cell vaksin Immunotherapy atau Vaksin Nusantara"


    [Cek Fakta] Dunia Telah Menyetujui Vaksin Nusantara? Begini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa dunia sudah mengakui Vaksin Nusantara adalah salah. Faktanya, narasi pada video yang beredar tidak berdasar. 
     

    "Klaim tersebut salah. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan kredibel terkait klaim tersebut. Lebih lanjut, jurnal terkait Dendritic Cell Vaccine Immunotherapy yang dijadikan acuan pembuatan vaksin nusantara baru berupa hipotesa yang dianggap memiliki efektivitas" tulis Turnbackhoax.id dalam laporannya. 


    Jurnal yang dijadikan landasan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut baru berupa hipotesa. Jurnal tersebut berisikan hipotesa terhadap kemungkinan terdapat efektivitas melawan virus korona, bukan jurnal yang melaporkan hasil penelitian.

    Masih dikutip dari sumber yang sama, dijelaskan bahwa eneliti vaksin dan doktor di bidang Biokimia dan Biologi Molekuler di Universitas Adelaide Australia, dr. Ines Atmosukarto melalui Kompas.com menjelaskan bahwa jurnal yang sudah dipublikasi bukan berarti valid sepenuhnya dan tidak bisa dijadikan alasan suatu jurnal terpublikasi sebagai validasi mutlak. Ia juga menyatakan bahwa jurnal yang dijadikan acuan pengembangan Vaksin Nusantara tersebut bukan jurnal acuan untuk pelaporan penelitian vaksin, 

    “Jadi sifatnya spekulatif tidak didukung pembuktian,” kata dr. Ines seperti dilansir Kompas.com.


    Hasl serupa diungkapkan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti yang menjelaksan bahwa Dendrintic Cell Vaccine sendiri dimanfaatkan untuk memicu respons imun terhadap sel kanker, sel ini memiliki tugas terhadap respons imun adaptif dan berperan menjaga sistem kekebalan tubuh. Terkait efektivitasnya untuk penanganan Covid-19 belum bisa dipastikan, baru sekedar hipotesa kemungkinan dapat menyembuhkan pasien terinfeksi Virus Corona.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa dunia sudah mengakui Vaksin Nusantara adalah salah. Faktanya, narasi pada video yang beredar tidak berdasar. 

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


    [Cek Fakta] Dunia Telah Menyetujui Vaksin Nusantara? Begini Faktanya


    Referensi:
    https://turnbackhoax.id/2021/07/22/salah-akhirnya-dunia-setujui-vaksin-nusantara/
    https://www.kompas.com/sains/berita/170100323-ahli-jurnal-vaksin-sel-dendritik-tidak-disertai-pembuktian?page=all
    https://archive.md/Jo1Ja
    https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC7836805/


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id