comscore

[Cek Fakta] Kabar Seorang Guru Ngaji Lumpuh karena Divaksin Hoaks, Ternyata Lemas Belum Makan

Wanda Indana - 21 Januari 2022 10:13 WIB
[Cek Fakta] Kabar Seorang Guru Ngaji Lumpuh karena Divaksin Hoaks, Ternyata Lemas Belum Makan
Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai di aplikasi WhatsApp
Seorang guru ngaji warga Desa Lok Panginangan, Lampihong, Balangan, Kalimantan Selatan, dikabarkan mengalami kelumpuhan akibat vaksinasi Covid-19 dosis kedua. Kabar ini beredar melalui pesan berantai. 

Berikut narasi pada pesan yang beredar:
"Seorang tulang punggung keluarga , sekaligus guru ngaji bagi lebih dari 20 muridnya , menjadi imam d mushola(langgar) dekat rmh beliau dan memiliki 3 org anak , 2 d antaranya masih sekolah , saat ini Sdh sekitar 2 bulan mengalami kelumpuhan dan tidak bisa melakukan rutinitas sehari2nya menurut keterangan beliau dan keluarga, itu terjadi setelah beliau vaksin bulan november lalu."

Benarkah? Berikut cek faktanya.


[Cek Fakta] Kabar Seorang Guru Ngaji Lumpuh karena Divaksin Hoaks, Ternyata Lemas Belum Makan


Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa adanya Seorang guru ngaji warga Desa Lok Panginangan, Lampihong, Balangan, Kalimantan Selatan, mengalami kelumpuhan akibat vaksinasi Covid-19 dosis kedua adalah salah. Faktanya, pria yang dimaksud dalam pesan berantai itu hanya lemas karena belum makan. 

Dikutip dari akun Instagram Kabar Banua, Kamis 20 Januari 2022, pria yang menyebarkan kabar hoaks tersebut bernama Nurul Yakin sudah memberikan klarifikasi dan permintaan maaf. Nurul mengakui kabar yang menyebutkan guru ngaji di Balangan tersebut hasil karangannya. 
 

"Dengan ini saya memohon maaf kepada warga Balangan atas postingan yang saya sebarkan di media sosial tentang seorang guru ngaji yang lumpuh setelah vaksinasi," ucapnya.


Direktur RSUD Balangan, dr Sudirman juga memberikan klarifikasi. Dia menjelaskan pada Sabtu (15 Januari 2022), pria dalam pesan yang beredar berinisial W datang ke IGD RSUD Balangan dengan keluhan nyeri kepala kurang lebih sepekan. Nyeri di kepala itu terasa berat, badan lemas, mual dan muntah.

Dari hasil anamnesa (wawancara), pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang laboratorium, diagnosis sementara pasien dari dokter spesialis penyakit dalam, yang bersangkutan mengalami infeksi saluran kemih dan hepatitis B.

“Dapat kami sampaikan bahwa informasi yang beredar di media sosial yang menyebut warga Lampihong mengalami kelumpuhan akibat vaksinasi Covid-19 itu tidak benar dan hoaks,” ucap Direktur RSUD Balangan, dr Sudirman kepada awak media di Paringin, Rabu 19 Januari 2022.

Pula, lanjut dr Sudirman,  berdasar diagnosis sementara oleh dokter spesialis saraf diagnosa dicurigai yang bersangkutan mengidap encephalopathy hepatikum, curiga tumor di dalam kepala, curiga meningoencephalitis. Sedangkan, dari analisis dokter spesialis mata dicurigai papil edema. “Pasien direncanakan melakukan pemeriksaan CT SCAN kepala dan mata sebelah kiri,” kata Sudirman.

Hal serupa diungkapkan Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Balangan Rahmi, mengimbau kepada warga masyarakat tidak perlu khawatir dan takut untuk bervaksin Covid-19.

“Karena sampai saat ini capaian vaksinasi di Balangan sudah mencapai 84 persen dari keseluruhan warga. Ini artinya kita semua baik-baik saja,” tuturnya.

Menurut Rahmi, kalau ada gejala timbul usai bervaksin segera lapor kepada petugas pelayanan kesehatan terdekat. Ia memastikan petugas berkomitmen untuk cepat tanggap dalam menyikapi dan menanggapi setiap ada laporan dari masyarakat.


Kesimpulan:
Klaim bahwa adanya Seorang guru ngaji warga Desa Lok Panginangan, Lampihong, Balangan, Kalimantan Selatan, mengalami kelumpuhan akibat vaksinasi Covid-19 dosis kedua adalah salah. Faktanya, pria yang dimaksud dalam pesan berantai itu hanya lemas karena belum makan. 

Informasi ini masuk kategori hoaks jenis fabricated content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.


[Cek Fakta] Kabar Seorang Guru Ngaji Lumpuh karena Divaksin Hoaks, Ternyata Lemas Belum Makan


Referensi:
-https://www.instagram.com/p/CY6bprFPWYi/?utm_source=ig_embed&ig_rid=92100df7-f91f-41f8-bbec-de4d0fced7fc
-https://jejakrekam.com/2022/01/19/viral-warga-lampihong-lumpuh-akibat-divaksin-ini-klarifikasi-dari-rsud-balangan/
-https://kalsel.inews.id/berita/hoaks-guru-ngaji-lumpuh-usia-divaksin-ternyata-lemas-belum-makan/1


*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id