Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 07 Januari 2021 07:48 WIB
    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi yang beredar di WhatsApp
    Beredar sebuah video pemberitaan dengan narasi bahwa rakyat akan dibunuh vaksin Tiongkok. Video ini beredar melalui WhatsApp, baru-baru ini.

    Berikut narasi pada video:

    "hati2,,, rakyat akan dibunuh vaksin cina,,,!"


    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa video itu terkait peringatan bahwa rakyat akan dibunuh melalui vaksin asal Tiongkok, adalah salah. Faktanya, video itu terkait pengungkapan potensi bahaya vaksin covid-19.

    Video itu diunggah di situs CNNIndonesia pada Jumat 18 September 2020. Pada video itu dijelaskan potensi bahaya vaksin covid-19.


    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya


    Di antaranya seperti yang dituangkan dalam penelitian Profesor Nidom Foundation atau PNF. Peneliti PNF menginvestigasi 40 virus covid-19 dari Indonesia, Wuhan (Tiongkok) dan sejumlah negara di Asia Tenggara.

    Dari penelitian itu ditemukan bahwa 40 virus tersebut memiliki Antibody Dependent Enhancement atau ADE. Peneliti Nidom berpendapat fenomena ADE itu menyebabkan virus yang kembali masuk ke tubuh manusia semakin ganas setelah vaksinasi.

    "Ini terjadi karena sistem antibodi merespon virus dengan mengikatnya sehingga virus lain bisa masuk ke dalam sel-sel tubuh. Nidom berkaca pada kasus vaksin demam berdarah di Filipina yang malah menyebabkan kematian," tulis CNN Indonesia dalam laporannya.


    Di sisi lain, lebih dari 1.000 relawan yang telah disuntik vaksin asal Tiongkok, Sinovac. Mereka menjadi relawan terkait uji klinis fase tiga vaksin tersebut.

    Ketua Tim Uji Klinis Vaksin Universitas Padjadjaran (Unpad) Jawa Barat, Kusnandi Rusmil mengklaim sejauh ini tidak ada keluhan serius dari para relawan. Mereka semua nyaris tidak mendapatkan efek samping yang berbahaya.

    "Selama ini tak ada kejadian mengkhawatirkan," kata Kusnandi seperti dilansir CNBCIndonesia.com, Kamis 12 November 2020.



    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya


    Hingga akhir Desember 2020, Kusnandi menegaskan tidak ada keluhan serius dari para relawan. Sejauh ini yang dirasakan sekadar rasa nyeri dan pegal ringan.

    "Sejauh ini efek samping yang timbul adalah reaksi lokal. Seperti nyeri pada tempat suntikan dengan intensitas mayoritas ringan. Lalu pegal pada otot, mayoritas juga ringan," kata Kusnandi seperti dilansir Kompas.com, Senin 4 Januari 2021.



    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya


    Pada 13 Januari mendatang, Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menjadi orang pertama di Indonesia yang disuntik vaksin covid-19. Proses vaksinasi itu rencananya akan disiarkan secara langsung.

    Menjadi orang pertama dan disiarkan secara langsung, bukan tanpa maksud. Jokowi punya misi sangat besar terkait ini. 

    "Biar masyarakat bisa lihat langsung memberikan semangat. (Kemudian) bisa dilanjutkan ke daerah-daerah juga. Minimal provinsi dan kota kota besar juga ikut melanjutkan," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono seperti dilansir Medcom.id, Selasa 5 Januari 2021.



    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya


    Meski demikian, hingga Rabu 6 Januari 2021, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum mengeluarkan izin. Izin terkait penggunaan darurat vaksin covid-19.
     

    "Saya ingin menunjukkan bahwa vaksinnya aman karena sudah melalui uji klinis. Tapi, ini kita masih tunggu hasil pengujian nanti akan keluar yang namanya izin darurat penggunaan (vaksin)," kata Jokowi seperti dilansir Medcom.id, 6 Januari 2021.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa video itu terkait peringatan bahwa rakyat akan dibunuh melalui vaksin asal Tiongkok, adalah salah. Faktanya, video itu terkait pengungkapan potensi bahaya vaksin covid-19.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    [Cek Fakta] Video Pemberitaan Rakyat akan Dibunuh Vaksin Tiongkok? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://www.cnnindonesia.com/tv/20200918110220-403-547992/video-potensi-bahaya-vaksin-covid-19
    https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201112133604-37-201326/uji-vaksin-sinovac-bandung-tak-ada-efek-samping-berbahaya
    https://bandung.kompas.com/berita/08174591-hasil-sementara-uji-klinis-fase-3-vaksin-sinovac-hanya-timbulkan-nyeri-dan
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/1bV2WE2b-jokowi-disuntik-vaksin-covid-19-pada-13-januari
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/GNGWDWxN-izin-penggunaan-darurat-keluar-jokowi-langsung-divaksinasi


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id