comscore

[Cek Fakta] Hasil Penelitian Sebut Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Menyebabkan Penyakit Ketimbang Manfaatnya? Ini Faktanya

Wanda Indana - 23 Januari 2022 13:11 WIB
[Cek Fakta] Hasil Penelitian Sebut Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Menyebabkan Penyakit Ketimbang Manfaatnya? Ini Faktanya
Tangkapan layar unggahan hoaks di media sosial
Beredar klaim di media sosial yang menyebut vaksin covid-19 lebih banyak menyebabkan penyakit daripada manfaatnya. Disebutkan, klaim itu berdasarkan hasil penelitian salah satu produsen vaksin covid-19, Pfizer, selama enam bulan.

Akun Twitter Pam Benoist turut membagikan klaim tersebut pada 23 Desember 2021. Akun itu mengunggah tautan link artikel daring dari situs thevaultproject.org berjudul sebagai berikut:
"Alarming Six Month Pfizer Data Show COVID Vaccine Causes More Illness Than it Prevents + Major Trial Flaws" 

Terjemahan:

Data Pfizer Enam Bulan Yang Mengkhawatirkan Menunjukkan Vaksin COVID Menyebabkan Lebih Banyak Penyakit Daripada Mencegahnya + Kelemahan Percobaan Besar"



Benarkah? Berikut cek faktanya.


[Cek Fakta] Hasil Penelitian Sebut Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Menyebabkan Penyakit Ketimbang Manfaatnya? Ini Faktanya


Penelusuran:
Dari hasil penelusuran, klaim bahwa hasil penelitian Pfizer selama enam bulan menyebut vaksin covid-19 buatannya lebih banyak menyebabkan penyakit daripada manfaatnya adalah salah. Faktanya, data penelitian Pfizer salah dipahami.

Dilansir dari politifact.com, Dr. Matthew Laurens dari Pusat Pengembangan Vaksin dan Kesehatan Global di Fakultas Kedokteran Universitas Maryland menyatakan bahwa artikel tersebut salah dalam menafsirkan data Pfizer. Data aktual dari Pfizer tidak mendukung klaim tersebut. Lebih lanjut

Data penelitian tersbeut sudah dilaporkan dalam studi New England Journal of Medicine. Penelitian itu melibatkan sekitar 46.000 orang dari Amerika Serikat, Argentina, Brasil, Afrika Selatan, Jerman dan Turki. Setengahnya menerima vaksin Pfizer dan setengahnya lagi menerima plasebo. Para peserta diperiksa setelah enam bulan.

Hasilnya penelitian menyimpulkan, vaksin terbukti aman dan memiliki profil efek samping yang dapat diterima. Meski beberapa peserta memiliki efek samping yang menyebabkan penarikan dari uji coba.

Namun kemanjuran vaksin terhadap Covid-19 adalah 91,3% melalui enam bulan masa tindak lanjut. Artinya, hanya 77 kasus yang terdeteksi pada penerima vaksin setelah dosis kedua, dibandingkan dengan 850 kasus pada penerima plasebo.

"Tidak ada laporan kematian dalam penelitian tersebut." tulis politifact.com.


Kesimpulan:
Klaim bahwa hasil penelitian Pfizer selama enam bulan menyebut vaksin covid-19 buatannya lebih banyak menyebabkan penyakit daripada manfaatnya adalah salah. Faktanya, informasi ini dibantah para ahli.

Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


[Cek Fakta] Hasil Penelitian Sebut Vaksin Covid-19 Lebih Banyak Menyebabkan Penyakit Ketimbang Manfaatnya? Ini Faktanya


Referensi:
-https://www.politifact.com/factchecks/2022/jan/03/blog-posting/claim-pfizer-data-shows-vaccine-does-more-harm-goo/


*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

 

(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id