[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 17 September 2020 10:45 WIB
    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
    Beredar sebuah tangkapan layar tautan artikel berita yang menarasikan Presiden Jokowi meminta kasus penusukan ulama Syekh Ali Jaber tidak perlu dibesar-besarkan. Tautan artikel berita tersebut diunggah dengan mencatut akun twitter situs berita online republika.co.id.

    Akun facebook atas nama AnNde AnNde Lumut membagikan tangkapan layar ini pada 17 September 2020. Dalam tangkapan layar tersebut terdapat narasi cuitan sebagai berikut.
     

    "Jokowi: Tidak Perlu Dibesar besar kan, Penusukan Ustad Ali Jaber Itu Kriminal Biasa. Ustad Juga Nda Sampai Mati"


    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim Presiden Jokowi meminta kasus penusukan Syekh Ali Jaber tidak perlu dibesar-besarkan adalah salah. Faktanya, cuitan tautan artikel berita yang diunggah di akun twitter @republika.co,id telah disunting dari cuitan sebenarnya.

    Dari penelusuran kami, cuitan asli di akun twitter @Republika.co.id terkait tempat isolasi pasien covid-19 yang semakin berkurang. Cuitan asli sebenarnya adalah "Jumlah tempat isolasi kini semakin berkurang imbas dari jumlah kasus yang meningkat"


    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya


    Dilansir dari Republika.co.id, dari tautan artikel dalam cuitan tersebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tempat isolasi bagi pasien covid tanpa gejala ataupun dengan gejala ringan segera ditingkatkan. Pasalnya, tempat isolasi kini semakin berkurang imbas dari jumlah kasus yang makin meningkat.

    Hal ini disampaikan Jokowi saat membuka rapat terbatas laporan komite penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 14 September 2020.

    “Pemerintah juga terus menambah tempat isolasi covid tanpa gejala ataupun yang bergejala ringan,” ujar Jokowi.


    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya

    Terkait kasus penusukan Syek Ali Jaber, dilansir dari Detik.com, Presiden Joko Widodo meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN) mengusut tuntas kasus penyerangan ulama yang terdahulu. Jokowi ingin kasus-kasus tersebut diusut tuntas agar tak ada spekulasi liar yang berkembang di masyarakat.

    "Presiden tadi pagi juga memerintahkan kepada saya agar BNPT, Polri, dan BIN menyelidiki semua kasus penyerangan kepada ulama yang dulu-dulu, apakah ada pola yang sama. Ini agar diusut tuntas agar tidak ada spekulasi di masyarakat," kata Menko Polhukam Mahfud MD di lansir dari Detik.com.

    Mahfud juga secara khusus berbicara mengenai kasus penusukan Syekh Ali Jaber beberapa waktu lalu. Dia menepis isu liar kasus tersebut tak akan dibawa ke pengadilan.

    "Itu tidak benar, pemerintah transparan dan akan meneruskan kasus ini ke pengadilan," kata Mahfud.


    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim Presiden Jokowi meminta kasus penusukan Syekh Ali Jaber tidak perlu dibesar-besarkan adalah salah. Faktanya, tautan artikel berita yang diunggah di akun twitter  @republika.co,id telah disunting dari tautan sebenarnya.

    Informasi ini jenis hoaks Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Jokowi Minta Penusukan Syekh Ali Jaber Tak Dibesar-besarkan? Ini Faktanya

    Referensi:
    1.https://twitter.com/republikaonline/status/1305382937781706753
    2.https://republika.co.id/berita//qgmw53384/jokowi-instruksikan-tempat-isolasi-pasien-covid-19-ditambah
    3.https://news.detik.com/berita/d-5175923/jokowi-minta-kasus-penyerangan-ulama-sebelum-syekh-ali-jaber-diusut-lagi
    4.https://archive.vn/2Oifv


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016


    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id