[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Foto Penangkapan Bill Gates dengan Tangan Diborgol FBI? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 22 Mei 2020 10:19 WIB
    [Cek Fakta] Foto Penangkapan Bill Gates dengan Tangan Diborgol FBI? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar sebuah foto memperlihatkan pendiri Microsoft, Bill Gates ditangkap Federal Bureau of Investigation (FBI). Foto itu beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook The Betoota Advocate yang membagikan tautan artikel dari BETOOTAADVOCATE.COM pada Senin 11 Mei 2020. Artikel itu memuat foto suasana penangkapan Bill dengan tangan diborgol.

    "FBI Arrests Bill Gates For Biological Terrorism After Tip Off From Melbourne 5G Protestors," demikian judul sebuah artikel yang dilansir laman BETOOTAADVOCATE.COM.

    Unggahan ini ramai direspons warganet. Terdiri dari 2.500 emotikon, 475 komentar dan telah dibagikan sebanyak 279 kali.


    [Cek Fakta] Foto Penangkapan Bill Gates dengan Tangan Diborgol FBI? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa foto memperlihatkan pendiri Microsoft, Bill Gates ditangkap Federal Bureau of Investigation (FBI), adalah salah. Faktanya foto itu hasil editan.

    Dilansir Kompas.com, foto tersebut sebenarnya memperlihatkan penangkapan Vincent Asaro pada Kamis 23 Januari 2014. Kala itu, ia dituduh ikut serta dalam sebuah pencurian terkenal di sebuah terminal Lufthansa di Bandara John F Kennedy (JFK), New York, tahun 1978. 

    "Asaro ditangkap di rumahnya di Queens dan berjalan dengan kepala tertunduk. Tangannya diborgol ke depan saat ia dibawa ke sebuah mobil van untuk kemunculan perdananya di pengadilan," tulis Kompas.com dalam laporannya pada Jumat 24 Januari 2014.


    [Cek Fakta] Foto Penangkapan Bill Gates dengan Tangan Diborgol FBI? Ini Faktanya


    Kejahatan itu membuat para pencuri tersebut meraup sekitar 6 juta dollar AS (atau Rp 72,5 miliar) dalam bentuk tunai dan perhiasan. Namun pada Jumat 13 November 2015, CNNIndonesia.com melansir artikel pembebasan Asaro.

    "Seorang mafia berusia 80 tahun, Vincent Asaro, dinyatakan tak bersalah atas tuduhan keterlibatan dalam pencurian di bandara New York tahun 1978, yang menjadi inspirasi film Goodfellas," tulis CNNIndonesia.com dalam laporannya.


    [Cek Fakta] Foto Penangkapan Bill Gates dengan Tangan Diborgol FBI? Ini Faktanya


    Berikut artikel selengkapnya:

    Mafia yang Dituduh Pelaku Perampokan 'Goodfellas' Bebas 

    New York, CNN Indonesia -- Seorang mafia berusia 80 tahun, Vincent Asaro, dinyatakan tak bersalah atas tuduhan keterlibatan dalam pencurian di bandara New York tahun 1978, yang menjadi inspirasi film Goodfellas.

    Asaro ditahan 35 tahun setelah salah satu kasus besar tak terpecahkan di Amerika Serikat tersebut terjadi, tepatnya pada Januari 2014.

    Namun kini, satu dewan juri di pengadilan federal Brooklyn membebaskan Asaro dari tuduhan pembunuhan, pemerasan, dan kejahatan lain.

    Kantor berita Reuters melaporkan, keputusan juri ini mengejutkan jaksa penuntut kasus tersebut.

    Aksi perampokan yang terkenal ini terjadi pada 7 Desember 1978.

    Jaksa mengatakan bahwa Asaro menunggu di dalam mobil bersama seorang gangster, Jimmy Burke, sekitar 1,6 kilometer dari Bandara Internasional John F. Kennedy di New York, ketika sekelompok pria bertopeng mencuri uang tunai US$6 juta (setara Rp81,82 miliar) dan perhiasan dari gedung kargo milik maskapai penerbangan Lufthansa Airlines.

    Kasus ini diabadikan dalam film Goodfellas arahan Martin Scorsese yang akhirnya meraih penghargaan Oscar.

    Dalam film tersebut, Robert DeNiro melakoni peran Burke yang diduga sebagai otak dari pencurian ini.

    Asaro yang merupakan anggota generasi ketiga dari kelompok kejahatan Bonanno ini juga terlibat dalam beberapa kasus kejahatan lain.

    Ia diadili atas tuduhan mencekik informan dengan rantai anjing pada 1969. Asaro juga dituduh terlibat dalam pembunuhan seorang kerabatnya dan pencurian mobil lapis baja.

    Ketika meninggalkan pengadilan, dengan wajah berseri Asaro berteriak, "Bebas! Saya menghabiskan waktu dua tahun di sini dan saya sangat ingin pulang ke rumah!"

    Ketika ditanya apa yang ingin ia lakukan, Asaro menjawab, "Makan enak dan bertemu keluarga saya."

    Salah satu anggota keluarga Asaro, yaitu sepupunya yang bernama Gaspare Valenti, pernah menjadi saksi dalam persidangan selama tiga pekan tersebut.

    Valenti yang juga diyakini merupakan salah satu pelaku perampokan, selalu mengaitkan Asaro dengan kasus Lufthansa ini.

    Namun, tim pembela Asaro berhasil meyakinkan dewan juri bahwa justru Valenti dan orang lain adalah pembohong profesional yang memberi pernyataan palsu demi bayaran dan iming-iming keringanan hukuman.

    "Bagaimana bisa kalian mempercayai mereka?" kata pengacara Asaro, Elizabeth Macedonio kepada para juri dalam pernyataan penutupnya.

    Hingga penahanan Asaro, satu-satunya orang yang pernah dijatuhi hukuman adalah karyawan Lufthansa yang berfungsi sebagai orang dalam.



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa foto memperlihatkan pendiri Microsoft, Bill Gates ditangkap Federal Bureau of Investigation (FBI), adalah salah. Faktanya foto itu hasil editan.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis manipulated content (konten manipulasi). Manipulated content atau konten manipulasi biasanya berisi hasil editan dari informasi yang pernah diterbitkan media-media besar dan kredibel. Gampangnya, konten jenis ini dibentuk dengan cara mengedit konten yang sudah ada dengan tujuan untuk mengecoh publik.


    Referensi:
    1.https://internasional.kompas.com/berita/1427579-Tersangka.Mafia.yang.Menginspirasi.Film.Goodfellas.Ditahan
    2.https://www.cnnindonesia.com/internasional/20151113095225-134-91403/mafia-yang-dituduh-pelaku-perampokan-goodfellas-bebas


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id