[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Kurangi Jadwal Perjalanan, KRL Lakukan Kejahatan Kemanusiaan? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 23 Maret 2020 11:36 WIB
    [Cek Fakta] Kurangi Jadwal Perjalanan, KRL Lakukan Kejahatan Kemanusiaan? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi di media sosial
    Beredar di media sosial, sebuah foto memperlihatkan situasi di gerbong Kereta Rel Listrik (KRL) yang sangat padat. Sejumlah penumpang tampak berdesak-desakan di dalam gerbong tersebut.

    Adalah akun facebook Budi Sutomo yang mengunggah foto tersebut. Ia juga menyertakan narasi terkait foto tersebut.

    "Miris liatnya jadwal kereta dikurangi bukannya di tambah biar ada jarak antar penumpang kereta depok - jakarta. makin penuh sesak. Apa tidak semakin banyak ya? ini masuk kejahatan kemanusiaan bukan?  mendingan kereta di stop sekalian daripada desakan begini. Ngelus dada sumpah!," kata akun Budi Sutomo, Senin 23 Maret 2020.

    Terhadap unggahan itu, muncul komentar dari sejumlah warganet. Berikut di antaranya:

    "Bkn ditambah malah dikurangi transportnya...ini yg rentan terjangkit virus...sengaja kali biar byk yg kena virus..nti nyalahin pk Jokowi.anis bkn pemimpin yg bijak," kata akun Jefri Yanti.

    "Ini upaya pembunuhan masal, tunggu berita lonjakan yg terinveksi virus covid 19 jabobatek. Ya Allah smg mereka terhindar dr wabah," kata akun Ndang Uya.

    "Di perintahkan diam d rumah masih keluyuran..," kata akun Amin Dt Kayo.

    "Mempercepat penyebaran virus corona. Pencapaian prediksi Pak anis 6000 orang terjangkit virus corona," kata akun Wayan Darma.


    [Cek Fakta] Kurangi Jadwal Perjalanan, KRL Lakukan Kejahatan Kemanusiaan? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, kabar punumpukan penumpang di berbagai rute KRL banyak beredar di media sosial. Penumpukan ini diduga dampak dari kebijakan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) yang menyesuaikan jadwal perjalanan kereta rel listrik (KRL) untuk mencegah penyebaran virus korona (covid-19). Kereta hanya beroperasi pukul 06.00-20.00 WIB dengan 713 perjalanan mulai Senin, 23 Maret 2020.

    Vice President Corporate Communications PT KCI Anne Purba menjelaskan penyesuaian operasional ini sebagai bentuk implementasi imbauan pemerintah terkait jaga jarak sosial (social distancing). Anne berharap penyesuaian ini dapat mencegah penularan virus korona di tengah masyarakat.

    “Penyesuaian ini sebagai bentuk dukungan atas kebijakan pemerintah pusat dan daerah yang mengajak masyarakat agar bekerja, belajar, dan beribadah di rumah untuk menghambat penyebaran virus corona,” kata Anne seperti dilansir Medcom.id, di Jakarta, Minggu 22 Maret 2020.
     

    [Cek Fakta] Kurangi Jadwal Perjalanan, KRL Lakukan Kejahatan Kemanusiaan? Ini Faktanya


    Seperti dilansir Medcom.id dalam artikel berjudul "Ironi Social Distancing di Gerbong KRL", kebijakan ini tak lantas harapan PT KCI terlaksana. Alih-alih mewujudkan social distancing, justru malah menimbulkan penumpukan penumpang yang semakin padat dalam waktu dan di tempat tertentu secara bersamaan.

    Pasalnya jarak antarkereta atau headway lintas Bogor/Depok-Jakarta Kota pulang pergi (PP) dan Bogor/Depok/Nambo-Angke/Jatinegara PP pada pagi dan sore diatur menjadi 10-15 menit. Untuk lintas Bekasi-Jakarta Kota PP, Maja/Parungpanjang/Serpong-Tanah Abang PP, Tangerang-Duri PP, dan Tanjungpriok-Jakarta Kota PP, headway menjadi15-30 menit.

    Penumpang di Stasiun Bekasi, Jawa Barat, Sano, juga melaporkan adanya penumpukan pengguna KRL. Dia khawatir kondisi ini malah memudahkan penyebaran virus korona.
     
    "Tolong dievaluasi lagi, enggak semua bisa WFH (work from home), apalagi kita yang kerjanya di rumah sakit," ungkap dia di akun @sanknowva.

     
    Kesimpulan:
    Klaim bahwa penyesuaian jadwal KRL merupakan kejahatan kemanusiaan masih menunggu evaluasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Diharapkan hasil dari evaluasi tersebut adalah win-win solution.


    Referensi:
    https://www.medcom.id/nasional/peristiwa/yNLGQ0qK-ironi-social-distancing-di-gerbong-krl?utm_source=desktop&utm_medium=headline






    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id