[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Ruslan Buton Dipecat dari TNI karena Menolak TKA Tiongkok Hoaks, Ini Faktanya

    Wanda Indana - 25 Juni 2020 14:53 WIB
    [Cek Fakta] Ruslan Buton Dipecat dari TNI karena Menolak TKA Tiongkok Hoaks, Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Beredar informasi yang menyebut mantan anggota TNI Ruslan Buton yang dipecat dari TNI karena menolak tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok masuk Maluku. Kabar itu beredar di media sosial.

    Akun Facebook Agus Prasetya membagikan informasi itu dengan mengunggah artikel dari situs idtoday.co berjudul "Ternyata Bukan Pembunuhan, Kuasa Hukum Sebut Ruslan Buton Dipecat dari TNI karena Tolak TKA China ke Maluku" pada 31 Mei 2020. Artikel itu dapat di baca di sini.

    Ruslan Buton belakangam sempat viral di media sosial. Kasus bermula saat Ruslan mendesak Presiden Joko Widodo mengundurkan diri lewat video yang viral pada Senin, 18 Mei 2020. Panglima Serdadu Eks Trimata Nusantara itu menilai tata kelola berbangsa dan bernegara selama pandemi covid-19 tidak masuk akal. Dia bahkan mengancam melakukan revolusi rakyat jika Jokowi tak kunjung melepas jabatannya.


    [Cek Fakta] Ruslan Buton Dipecat dari TNI karena Menolak TKA Tiongkok Hoaks, Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa mantan anggota TNI Ruslan Buton yang dipecat dari TNI karena menolak tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok masuk Maluku adalah salah. Faktanya, Ruslan dipecat dari TNI setelah Oditur Militer Ambon mendakwa Ruslan dan anak buahnya melanggar Pasal 338 juncto Pasal 55 ayat (1) KUHP primer Pasal 170 ayat (1) tentang menggunakan tenaga secara bersama-sama untuk melakukan kekerasan terhadap seseorang dan (3) juncto Pasal 156 atau Pasal 170 ayat (1) dan (2) juncto Pasal 56 KUHP. Berdasarkan dokumen putusan Mahkamah Agung, pada amar putusan MA juga menolak kasasi Ruslan.


    [Cek Fakta] Ruslan Buton Dipecat dari TNI karena Menolak TKA Tiongkok Hoaks, Ini Faktanya


    Pula, Dilansir Detik.com, melalui artikel berjudul "Jejak Hitam Ruslan Buton yang Ditangkap karena Desak Jokowi Mundur" dimuat pada 31 Mei 2020, Kadispenad TNI AD Kolonel Inf Nefra Firdaus mengatakan Ruslan pernah terlibat kasus penganiayaan hingga menyebabkan kematian terhadap seorang petani bernama La Gode di Taliabu, Ternate, Maluku Utara, pada 2017. La Gode ditangkap dan dibawa ke kantor Pos Satuan Tugas Operasi Pengamanan Daerah Rawan (Satgas Opspamrahwan) Batalion Infanteri Raider Khusus 732/Banau (BKO) karena mencuri singkong parut milik warga.

    "Ruslan Buton dipecat dari TNI karena kasus pembunuhan La Gode medio Oktober 2017. Mantan perwira pertama di Yonif RK 732/Banau terakhir berpangkat kapten infanteri," jelas Nefra.

    Tewasnya La Gode berawal saat dirinya ketahuan mencuri singkong warga, kemudian ditangkap polisi. La Gode lalu diserahkan ke Pos Satgas Opspamrahwan di Pulau Talibu karena polisi setempat tidak memiliki ruang tahanan. La Gode kemudian tewas setelah menjadi korban penganiayaan.


    [Cek Fakta] Ruslan Buton Dipecat dari TNI karena Menolak TKA Tiongkok Hoaks, Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa mantan anggota TNI Ruslan Buton yang dipecat dari TNI karena menolak tenaga kerja asing (TKA) Tiongkok masuk Maluku adalah salah. Faktanya, pemecatan Ruslan dari TNI karena tindak pidana pembunuhan.

    Informasi itu masuk dalam kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.
     

    Referensi:
    https://putusan3.mahkamahagung.go.id/direktori/putusan/fcfb8b5db70a4640c9048316b089e373.html
    https://news.detik.com/berita/d-5035077/jejak-hitam-ruslan-buton-yang-ditangkap-karena-desak-jokowi-mundur/2 


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id


     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id