Fakta atau Hoaks

    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 17 Januari 2021 11:29 WIB
    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya
    Tangkapan layar video yang beredar di WhatsApp



    Beredar sebuah video dengan narasi bahwa cairan vaksin masih utuh saat alat suntik dicabut dari tubuh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Video dengan narasi tersebut beredar di WhatsApp, baru-baru ini.

    Video itu bergambar saat Jokowi disuntik vaksin. Namun narasi yang beredar terkait cairan itu tidak masuk ke dalam tubuh Jokowi.






    Berikut narasi selengkapnya:

    "Cairan nya Masih Utuh Udah di Cabut Aaaja Mao Bohongin Rakyat
    Hadehhh…"


    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa cairan vaksin tidak masuk ke tubuh Jokowi, adalah salah. Faktanya, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof dr Abdul Muthalib bertugas sebagai vaksinator menyuntikkan vaksin produk Sinovac ke tubuh Jokowi.

    "Saya gosok alkohol (di bagian yang akan disuntik) seperti prosedur biasa. Dan saya suntikkan. Setelah saya suntikkan, bapak tidak terasa sakit sedikitpun," kata Abdul dalam video yang diunggah di situs Medcom.id, Rabu 13 Januari 2021.



    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya


    Di sisi lain, Ketua PB IDI dr Daeng Mohammad Faqih juga menjadi salah satu orang yang divaksin dalam kesempatan bersama Presiden. Daeng juga disuntik Abdul Mutholib dan menegaskan vaksin tersebut masuk ke dalam tubuhnya.

    "Saya juga disuntik oleh orang yang sama yang menyuntik presiden, masuk ke otot suntikannya," kata Daeng seperti dilansir Suara.com, Kamis 14 Januari.



    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya


    Sementara itu, dalam video penyuntikan yang disiarkan langsung, tampak jelas suntik itu menancap. Dari perhitungan kami, jarum suntik itu menancap di tubuh Presiden sekitar sembilan detik.

    Kita bisa cek di kanal Youtube Sekretariat Presiden terkait vaksinasi tersebut. Durasi sembilan detik itu dapat dilihat dari menit ke-32 detik ke-4 hingga detik ke-13.

    Terkait isu bahwa cairan vaksin tidak masuk ke tubuh Jokowi, itu juga terbantahkan. Kita bisa perhatikan bagian berwarna hitam pada suntik tersebut.

    Perhatikan lagi pada menit ke-32 detik ke-04. Bagian hitam pada suntik, masih jauh dari jarum suntik atau bagian berwarna tosca. Cairan vaksin berada di antara dua bagian itu.


    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya


    Kemudian pada menit ke-32 detik ke-13, bagian hitam pada suntik itu menempel atau dekat sekali dengan bagian tosca. Artinya, cairan vaksin sudah keluar dari suntik dan masuk ke tubuh Jokowi.


    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa cairan vaksin tidak masuk ke tubuh Jokowi, adalah salah. Faktanya, Wakil Ketua Dokter Kepresidenan Prof dr Abdul Muthalib bertugas sebagai vaksinator menyuntikkan vaksin produk Sinovac ke tubuh Jokowi.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Cairan Vaksin tidak Masuk ke Tubuh Jokowi? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://video.medcom.id/medcom-nasional/lKYw8eob-cerita-profesor-abdul-muthalib-sempat-gemetar-suntikkan-vaksin-ke-jokowi
    https://www.suara.com/health/2021/01/14/150238/dokter-dari-cirebon-sebut-vaksinasi-presiden-gagal-pb-idi-angkat-bicara
    https://www.youtube.com/watch?v=RNzzege1VdQ&t=1881s


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016


    "Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb"




    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id