[Cek Fakta] UI Tidak Mengakui Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden? - Medcom

    [Cek Fakta] UI Tidak Mengakui Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden?

    Wanda Indana - 17 Oktober 2019 14:25 WIB
    [Cek Fakta] UI Tidak Mengakui Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden?
    Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial
    Sebuah foto yang memperlihatkan sekelompok orang mengenakan jaket dan rompi berwarna kuning menjadi bahan perbincangan di media sosial. Kelompok itu membentangkan spanduk berisi pernyataan tidak mengakui Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai presiden dan wakil presiden.

    Narasi yang ditulis pada spanduk itu bertuliskan "KAMI IKATAN KELUARGA BESAR UNIVERSITAS INDONESIA MENYATAKAN TIDAK MENGAKUI JOKO WIDODO – MA’RUF AMIN SEBAGAI PASANGAN PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA PERIODE 2019 – 2024 SERTA MENOLAK SEGALA BENTUK KEPEMIMPINANNYA. KARENA MELAKUKAN PELANGGARAN SERIUS TERHADAP KONSTITUSI UUD 1945”.

    Lantas, foto itu viral dan banyak dibagikan di media sosial. Akun Facebook Maulidia diketahui  yang paling awal membagikan foto tersebut.

    Pada Selasa, 15 Oktober 2019, akun Maulidia membagikan foto itu di grup Indonesia Cyber Community. Unggahan tersebut sudah dibagikan 1,7 ribu kali dan mendapat 162 komentar.


    [Cek Fakta] UI Tidak Mengakui Jokowi-Ma'ruf sebagai Presiden dan Wakil Presiden?



    Penelusuran Fakta:
    Setelah ditelusuri, pernyataan sekelompok orang dalam foto tersebut tidak mewakili sikap pihak Universitas Indonesia. Pihak kampuns UI menyatakan sikap kelompok yang terdapat pada foto tersebut tidak mewakili institusi.

    Disitat dari Beritasatu.com, pihak UI menegaskan tak memiliki kaitan apa pun dengan kelompok yang mengatasnamakan sebagai "Ikatan Keluarga Besar Universitas Indonesia" yang membentangankan spanduk berisikan bahwa mereka tidak mengakui Presiden Jokowi dan Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin.

    Kepala Kantor Hubungan Masyarakat dan Keterbukaan Informasi Publik (KIP) Universitas Indonesia Rifelly Dewi Astuti mengatakan pernyataan kelompok tersebut tidak mewakili sikap Universitas Indonesia.

    "Kelompok tersebut juga tidak berhak menggunakan identitas Universitas Indonesia, mengingat aturan dan ketentuan penggunaannya telah diatur dalam Peraturan Rektor UI nomor 058 tahun 2017 tentang Penggunaan Nama, Logo, dan/atau Merek UI,"ujar Rifelly saat dihubungi SP, Rabu (16/10/2019).

    Rifelly juga menyoroti penyalahgunaan Nama, Logo, dan atau Merek UI merupakan suatu bentuk pelanggaran hukum yang akan diproses sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. UI juga menegaskan bahwa sikap kelompok tersebut adalah sikap yang tidak menghargai proses demokrasi dan hukum, mengingat pemilihan Presiden telah usai dan telah pula ditetapkan hasilnya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    "Hasil Pemilu ini juga sudah diperkuat oleh Putusan MK Nomor 01/PHPU-PRES/XVII/2019. Selanjutnya kami persilakan penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," tegas Rifelly.


    Kesimpulan:
    Pernyataan sekelompok orang dalam foto tersebut tidak mewakili sikap pihak Universitas Indonesia.


    Referensi:
    https://www.beritasatu.com/politik/580303/ui-tegaskan-tak-terkait-kelompok-yang-tolak-jokowimaruf


    Sumber:
    https://www.facebook.com/groups/925516717809626/permalink/979649175729713/
    https://www.facebook.com/maulidia.maulidia.7509836
    https://www.facebook.com/groups/925516717809626/?ref=group_header

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id