[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Benarkah Vaksinasi Covid-19 Jokowi Gagal dan Harus Diulang? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 22 Januari 2021 11:46 WIB
    [Cek Fakta] Benarkah Vaksinasi Covid-19 Jokowi Gagal dan Harus Diulang? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui pesan berantai. Foto: WhatsApp



    Beredar pesan berantai memuat surat terbuka yang menyatakan vaksinasi covid-19 untuk presiden Joko Widodo gagal dan harus diulang. Pada pesan yang beredar, disebutkan suntikan vaksin seharusnya menembus otot dan dilakukan dengan tegak lurus 90 derajat. 

    Surat tersebut beredar melalui pesan berantai WhatsApp dan media sosial. Pesan itu tertulis berasal dari seorang bernama dr. Taufiq Muhibbuddin Waly Sp.PD yang dibuat pada 14 Januari 2021. Berikut penggalan narasi dalam surat yang beredar tersebut:






    "VAKSINASI PRESIDEN HARUS DIULANG DAN HATI-HATI DENGAN VAKSINASI

    Hari ini, saya melihat anda divaksinasi. Setelah melihat berkali-kali video itu dan berdiskusi dengan para dokter serta para perawat senior, maka saya menyimpulkan bahwa vaksinasi yang anda lakukan adalah gagal. Atau anda belum divaksinasi. Alasannya adalah 

    Injeksi vaksin Sinovac, harusnya intramuskular ( menembus otot). Untuk itu, penyuntikkan harus lah dilakukan dengan tegak lurus (90 derajat). Dan memakai jarum suntik untuk ukuran volume minimal 3 cc ( spuit 3cc ). Tetapi yang menyuntik anda tadi siang memakai spuit 1cc dan tidak tegak lurus 90 derajat. Hal tersebut menyebabkan vaksin tidak menembus otot sehingga tidak masuk kedalam darah. Suntikan vaksin yang dilakukan pada anda tadi siang hanyalah sampai di kulit ( intrakutan ) atau dibawah kulit ( sub kutan ). Dan itu berarti vaksin tidak masuk ke darah. 

    Pabrik vaksin Sinovac telah membuat zat vaksin tersebut, hanya bisa masuk ke darah bila disuntikkan dengan cara intramuskular. Penyuntikkan dikulit i(ntrakutan) atau dibawah kulit ( subkutan) tidak akan menyebabkan vaksin tersebut masuk ke dalam darah. Kalaupun dapat masuk, hanyalah sedikit sekali. Lain halnya bila vaksin atau obat itu di desain untuk tidak disuntikkan secara intramuskular. Misalnya menyuntikkan insulin. Injeksi insulin harus dilakukan secara subkutan. "


    Benarkah vaksinasi covid-19 untuk presiden Joko Widodo gagal dan harus diulang? Berikut cek faktanya.


    [Cek Fakta] Benarkah Vaksinasi Covid-19 Jokowi Gagal dan Harus Diulang? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa vaksinasi covid-19 untuk presiden Joko Widodo gagal dan harus diulang adalah salah. Informasi ini telah disanggah pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

    Ketua Satgas Covid-19 IDI Zubairi Djoerban mengatakan pendapat pada surat yang beredar adalah salah. Menurut Dia, ada penelitian yang membantah terkait injeksi intramuskular. Penelitian yang dimaksud berjudul "The myth of the 90 degrees-angle intramuscular injection" atau dengan terjemahan "Mitos Injeksi Intramuskular Sudut 90 Derajat" ditulis oleh DL Katsma dan R Katsma dan diterbitkan di National Library of Medicine edisi Januari-Februari 2000.

    "Menyuntik itu tidak harus selalu tegak lurus dengan cara intramuskular. Secara teoritis memang logikanya dalam urutannya kulit, sub kutan di bawah kulit, lalu masuk ke otot. Kata orang yang komentar jika posisinya miring tidak masuk ke otot, tapi ternyata tidak seperti itu,”  kata Zubairi saat dihubungi Republika.co.id, Minggu 17 Januari 2021. 

    Dilansir dari situs National Library of Medicine , penelitian ini menunjukkan bahwa buku teks persyaratan sudut 90 derajat untuk injeksi intramuskular tidak realistis. Trigonometri menunjukkan bahwa suntikan yang diberikan pada 72 derajat mencapai 95% dari kedalaman suntikan yang diberikan pada derajat 90.

    Hubungan antara sudut jarum dan kedalaman jarum, penelitian sebelumnya tentang kinematika gerakan tangan selama injeksi intramuskular, dan pertimbangan praktis lainnya mendukung proposal untuk standar baru yang lebih santai: Injeksi intramuskular yang diberikan pada sudut nyaman antara 72 derajat dan 90 derajat.

    “Tulisan ini membantah kalau tegak lurus relatif tidak realistik. Intinya, sudah benar yang dilakukan saat vaksinasi Pak Jokowi. Jadi, tidak harus tegak lurus dan sudah masuk otot,” sambung Zubairi masih dari sumber yang sama.


    [Cek Fakta] Benarkah Vaksinasi Covid-19 Jokowi Gagal dan Harus Diulang? Ini Faktanya



    Kesimpulan:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa vaksinasi covid-19 untuk presiden Joko Widodo gagal dan harus diulang adalah salah. Informasi ini telah disanggah pihak Ikatan Dokter Indonesia (IDI). 

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Benarkah Vaksinasi Covid-19 Jokowi Gagal dan Harus Diulang? Ini Faktanya


    Referensi:
    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/11141898/
    https://www.republika.co.id/berita/qn2oji428/benarkah-vaksinasi-presiden-gagal-ini-kata-idi?fbclid=IwAR22q5VZHZFLkvvFYsdImznDC8fy0Rj09kiff153p-xznaQBVDmOWPKouqo


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

    Anda juga bisa bergabung di dalam Hoax Buster Medcom.id, sebuah komunitas yang fokus dalam misi memberantas hoaks. Ada sesuatu dari tim kami untuk kamu yang aktif dalam misi ini. Cara pendaftarannya mudah, tinggal klik link berikut ini: https://bit.ly/2H42ayb





    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id