[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Benarkah Anies Baswedan Potong Tunjangan Tenaga Medis? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 20 Mei 2020 12:12 WIB
    [Cek Fakta] Benarkah Anies Baswedan Potong Tunjangan Tenaga Medis? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dikabarkan memotong tunjangan dan transportasi tenaga medis. Informasi itu menyebar melalui media sosial.

    Akun Facebook Jackson Hendrick Sihombing turut membagikan informasi tersebut dengan mengunggah tangkapan layar sebuah artikel daring dari situs Gesuri.id berjudul "Teganya Anies Potong Tunjangan & Transport Tenaga Medis" pada Sabtu, 9 Mei 2020.

    Pada artikel itu disebutkan, pemotongan tunjangan dan transportasi tenaga medis sebagai upaya Pemprov DKI dalam melakukan efisiensi anggaran belanja untuk dialihkan ke penanganan virus Korona baru (covid-19). Pemilik akun juga menambahkan keterangan bertuliskan:

    "Lha kmrn saat diwawancarai najwa,mulutnya benar2 manis
    "Jangan lagi jadikan tenaga medis garda terdepan tapi jdikan mrka garda terakhir utk melawan covid,dan saya sdh menyiapkan santunan bagi tenaga medis yg meninggal karena berperang melawan covid "
    Sampai2 si najwa terkagum2...
    Eeee ternyata prank"



    [Cek Fakta] Benarkah Anies Baswedan Potong Tunjangan Tenaga Medis? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri, klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong tunjangan dan transportasi tenaga medis adalah salah. Pemprov DKI Jakarta memastikan tak akan memotong atau merasionalisasi tunjangan penghasilan pegawai (TPP) milik tenaga medis yang berhadapan langsung untuk menangani pasien covid-19.

    Dilansir Kompas.com, melalui artikel berjudul "Pemprov DKI Pastikan Tak Potong Tunjangan Tenaga Medis yang Berhadapan Langsung dengan Covid-19", Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI, Chaidir menjelaskan pemotongan TPP sebesar 50 persen itu hanya akan diberlakukan kepada pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak terlibat dalam penanggulangan covid-19.

    "Enggak (dipotong tunjangan tenaga medis), terakhir disesuaikan. Dikecualikan kalau tenaga medis," jelas Chaidir saat dihubungi, Selasa 12 Mei 2020.

    Chaidir menambahkan, tenaga medis yang terkena pemotongan tunjangan adalah tenaga medis yang tak berhadapan langsung dengan pasien covid-19. Misalnya, petugas kesehatan di bagian administrasi.

    "Tenaga medis dan paramedis itu kan ada yang melayani langsung pasien, tapi kan ada juga yang dibelakang meja. Kalau di belakang meja apakah dapat misalnya di bagian administrasi? Kan tidak," tambahnya.

    Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI akan mendata tenaga medis mana yang dipotong tunjangannya dan mana yang tidak. "Nanti Dinas Kesehatan membuat usulan berapa paramedis yang langsung menangani covid-19. Ini kan kemampuan ekonomi kita terbatas karena kontraksi ekonomi," tuturnya.


    [Cek Fakta] Benarkah Anies Baswedan Potong Tunjangan Tenaga Medis? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong tunjangan dan transportasi tenaga medis adalah salah. Faktanya, pemotongan tunjangan penghasilan pegawai (TPP) hanya diberlakukan bagi PNS yang tidak terlibat dalam penanggulangan covid-19.

    Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru).
    False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    https://megapolitan.kompas.com/berita/22195641-pemprov-dki-pastikan-tak-potong-tunjangan-tenaga-medis-yang-berhadapan


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks dan memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id