[Cek Fakta] Mantan Pejabat Australia Ini Ketahuan Terima Uang dari Perusahaan Farmasi Paksa Vaksinasi? Simak Faktanya

    M Rodhi Aulia - 19 Oktober 2021 18:46 WIB
    [Cek Fakta] Mantan Pejabat Australia Ini Ketahuan Terima Uang dari Perusahaan Farmasi Paksa Vaksinasi? Simak Faktanya
    Tangkapan layar informasi yang beredar di media sosial



    Beredar sebuah narasi bahwa mantan pejabat di Australia disebut menerima uang atau suap dari perusahaan farmasi untuk mendorong vaksinasi. Narasi ini beredar di media sosial.

    Adalah akun facebook Hakim Waluyo yang turut mengunggah tangkapan layar berisi narasi tersebut, Senin 18 Oktober 2021. Berikut narasi selengkapnya:


    "So, Gladys Berejiklian, premier of New South Wales (was) finally got caught of taking money from Big Pharma for pushing the Elite's agenda on Vucksin and the Passport…
    … NOW YOU KNOW… 

     



    Jadi, Gladys Berejiklian, perdana New South Wales (was) akhirnya ketahuan ambil uang dari Big Pharma untuk mendorong agenda Elite tentang Vucksin dan Paspor…
    … SEKARANG ANDA TAHU…
    Diterjemahkan dari Bahasa Inggris."


    Akun itu juga mengunggah narasi lainnya. Berikut selengkapnya:

    "Satu per satu akan diungkap dan terbongkar di hadapan publik bahwa para pejabat di berbagai negara menerima uang suap dari perusahaan farmasi untuk mendorong paksainasi ini.

    Isu wabah ini melibatkan skandal korupsi di berbagai negara yang membuatnya awet sebab sangat menguntungkan bagi para pejabat korup dan bahkan memberikan kekuasaan lebih besar pada mereka melalui pewajiban dan pemberlakuan paspor paksain (seperti pedulilindungi).

    Namun tidak ada bau busuk yang dapat disembunyikan dan semakin besar volumenya merugikan umat manusia, maka hukum keseimbangan alam akan bekerja secara otomatis.

    Ketika skandal korupsi yang menimpa seorang pejabat diungkap ke publik melalui media, di baliknya telah berlangsung operasi penangkapan atas diri mereka dan dibawa ke pengadilan militer untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka yang telah melawan kemanusiaan dan keadilan dalam skala global.

    Perbuatan mereka telah menempatkan mereka pada posisi "musuh bagi umat manusia" dan mencelakai kehidupan bersama sehingga hukum dan pengadilan militer adalah tempat yang layak untuk pertanggungjawabannya.

    Aliansi militer global selama ini telah menjalankan operasi2 senyap untuk menghindari kegaduhan dan mereka yang telah ditangkap dan diadili telah dan sedang menjalani rehabilitasi di tempat2 penampungan sambil terus digali informasi mereka untuk operasi2 pembersihan tanpa menimbulkan kegaduhan.

    Inilah mengapa selama ini seolah-olah tidak terjadi apa-apa sampai akhirnya semua diungkap ke publik yang mungkin akan mengejutkan.

    Semua dihimbau tetap tenang dan damai menjaga situasi tetap kondusif bagi kehidupan publik sementara para petugas menjalankan operasi2 pembersihan. Kehidupan yang cerah, damai, penuh persaudaraan adalah masa depan bumi dalam waktu sangat dekat ini.

    Rahayu sagung dumadi."



    [Cek Fakta] Mantan Pejabat Australia Ini Ketahuan Terima Uang dari Perusahaan Farmasi Paksa Vaksinasi? Simak Faktanya



    Benarkah demikian?


    Penelusuran:
    Dari penelusuran kami, klaim bahwa mantan Perdana Menteri Negara bagian New South Wales (NSW) Australia, Gladys Berejiklian terlibat kasus terkait perusahaan farmasi dan vaksinasi Covid-19, adalah salah. Faktanya, kasus yang dituduhkan kepada Berejiklian tidak berkaitan dengan vaksinasi.

    Berejiklian mengundurkan diri dari jabatannya sebagai perdana menteri pada awal Oktober 2021. Pengunduran diri itu lantaran Berejiklian dikaitkan dengan dugaan kasus korupsi pada 2012 dan 2018 lalu.


    "Perempuan berusia 51 tahun itu disebut terlibat dalam kasus korupsi pendanaan untuk Australian Clay Target Association dan Riverina Conservatorium of Music di Wagga Wagga, sebuah kota kecil di New South Wales," tulis Medcom.id dalam laporannya, 1 Oktober 2021.



    [Cek Fakta] Mantan Pejabat Australia Ini Ketahuan Terima Uang dari Perusahaan Farmasi Paksa Vaksinasi? Simak Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa perdana menteri negara bagian New South Wales (NSW) Australia, Gladys Berejiklian terlibat kasus terkait perusahaan farmasi dan vaksinasi Covid-19, adalah salah. Faktanya, kasus yang dituduhkan kepada Berejiklian tidak berkaitan dengan vaksinasi.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] Mantan Pejabat Australia Ini Ketahuan Terima Uang dari Perusahaan Farmasi Paksa Vaksinasi? Simak Faktanya


    Referensi:
    https://m.medcom.id/internasional/asia-pasifik/lKYrQqXN-dituduh-korupsi-pm-new-south-wales-mundur-di-tengah-pandemi-covid-19
    https://www.facebook.com/hakim.waluyo.31/posts/443850587161599



    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id