BPJS Kesehatan Kumpulkan Debt Collector Kejar Penunggak? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 04 November 2019 14:28 WIB
    BPJS Kesehatan Kumpulkan <i>Debt</i> <i>Collector</i> Kejar Penunggak? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan BPJS Kesehatan melibatkan debt collector dari media sosial
    Warganet dibikin heboh dengan kabar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan merekrut debt collector. Debt collector yang dikumpulkan bakal menagih masyarakat yang menunggak iuran BPJS.

    Salah satu akun Facebook Sodikin Abdul Kariim, sempat membagikan link berita memuat infromasi tersebut di laman grup BARISAN RAKYAT OPOSISI INDONESIA. Link berita berasal dari situs kangsodik.com, dengan judul "Tagih Penunggak Iuran, BPJS Kesehatan Punya 3.000 'Debt Collector'."


    BPJS Kesehatan Kumpulkan <i>Debt</i> <i>Collector</i> Kejar Penunggak? Ini Faktanya



    Penelusuran:
    Kepala Humas BPJS Kesehatan Iqbal Anas Ma'ruf menepis rumor BPJS akan mengerahlan debt collector untuk menagih para penunggak BPJS. Iqbal menjelaskan, bukan debt collector, tapi ada tim khusus yang akan melakukan penagihan iuran BPJS Kesehatan.

    "Kami menyampaikan soal debt colector itu sebenarnya tidak ada. Tetapi ada tim yang diturunkan untuk menagih, karena ini kewajiban untuk membayar. Kader JKN namanya," ujar Iqbal, seperti dilansir Okezone.com.

    Iqbal merinci, tugas Kader JKN melakukan penagihan peserta dengan cara menelepon atau telekolekting dan juga via SMS. Jika memungkinkan, Kader JKN juga bisa menagih dengan datang langsung ke tiap-tiap rumah dengan sopan dan cara baik-baik.

    "Penagihan ke peserta itu sudah kita lakukan entah dengan menelepon, kalau yang Kader JKN untuk kondisi peserta mandiri yang mengalami durasi menunggaknya di atas 4 bulan, perlu didatangi ke rumah dengan sopan dan dengan tentu cara-cara yang baik untuk menyampaikan ada tanggung jawab di sana," jelas Iqbal.  

    Hal serupa diungkapkan Anggota Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) Ahmad Ansyori. Disitat dari mediaindonesia.com, tim Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikerahkan BPJS Kesehatan untuk untuk melakukan penagihan jangan sampai dinilai sebagai debt collector.

    "Kader JKN itu tugasnya akan sangat mulia bagaimana kita harus mengubahnya. Jangan sampai mereka seolah-olah debt collector, itu framing yang mengganggu sekali," kata Ahmad saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu 16 Oktober 2019.



    Kesimpulan:
    Pernyataan yang menyebut BPJS akan mengerahlan debt collector untuk menagih para penunggak BPJS adalah salah. Diksi 'debt collector' untuk merepresentasikan 'Kader JKN' dinilai kurang relevan.



    Referensi:
    https://mediaindonesia.com/read/detail/265809-djsn-minta-kader-jkn-jangan-dianggap-debt-collector
    https://economy.okezone.com/berita/320-2124992/bpjs-kesehatan-siapkan-debt-collector-kejar-penunggak



    Sumber:
    https://www.facebook.com/sodikin.abdulkariim
    https://www.kangsodik.com/2019/11/tagih-penunggak-iuran-bpjs-kesehatan-punya3.000-debt-collecttor.html?fbclid=IwAR24UaOKal7in_Z9PoIPid8ZR75pSAx9H3TgSgLOOqR7lrf4mOap_VgYCFA


     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id