[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Berjemur di Bawah Sinar Matahari dapat Membunuh Virus Korona Ternyata Hoaks, Simak Faktanya

    Wanda Indana - 26 Maret 2020 11:31 WIB
    [Cek Fakta] Berjemur di Bawah Sinar Matahari dapat Membunuh Virus Korona Ternyata Hoaks, Simak Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Beredar informasi di media sosial yang menyebut menjemur badan di bawah sinar matahari dapat membunuh virus Korona tipe baru (covid-19). Informasi yang sama juga beredar melalui pesan beranti WhatsApp.

    Akun Facebook Mohamad Fauzi membagikan foto kegiatan berjemur di bawah sinar matahari pagi. Pemilik akun menambahkan narasi bertuliskan sebagai berikut:

    "Mumpung Matahari bersinar cerah..ayo kita berjemur untuk bunuh Virus Corona

    #AbaikanProyekKeretaCepat
    #AbaikanGrandDhikaCity
    #FokusKeGayakuSajaYa
    "


    [Cek Fakta] Berjemur di Bawah Sinar Matahari dapat Membunuh Virus Korona Ternyata Hoaks, Simak Faktanya



    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri, klaim bahwa menjemur diri di bawah sinar matahari dapat membunuh virus Korona adalah salah. Tidak ada bukti ilmiah yang menguatkan klaim tersebut.

    Dilansir situs pemeriksa fakta politifact.com, melalui artikel berjudul "No, sunlight has not been proven to kill coronavirus" menyebut Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat (CDC) tidak yakin bahwa matahari atau suhu panas akan memengaruhi covid-19. Dokter dan peneliti CDC Nancy Messionnier mengatakan pada 12 Februari bahwa "terlalu dini untuk menganggap" panas dan sinar matahari akan meredam virus. "Kami belum melewati satu tahun pun dengan patogen ini," katanya.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) maupun CDC tidak memasukkan paparan sinar matahari sebagai metode untuk mencegah virus korona. Faktanya, pada halaman web "Mitosbusters" -nya, WHO mengatakan covid-19 dapat ditularkan di semua iklim, "termasuk daerah dengan cuaca panas dan lembab."


    [Cek Fakta] Berjemur di Bawah Sinar Matahari dapat Membunuh Virus Korona Ternyata Hoaks, Simak Faktanya


    Pula, dilansir Kompas.com melalui artikel berjudul "Meski Bermanfaat, Berjemur Tak Bisa Mematikan Virus Corona" dimuat pada Minggu, 22 Maret 2020, Ahli gizi dan magister filsafat, Dr dr Tan Shot Yen M Hum membantah pemahaman bahwa berjemur badan di bawah sinar matahari secara langsung bisa mematikan virus korona yang ada di dalam tubuh ataupun yang sekadar menempel.

    Berikut isi artikel selengkapnya:

    Menurut Tan, ini adalah pemahaman yang harus diluruskan karena keliru. “Berjemur badan atau menjemur atau kena matahari itu tidak sama dengan bayangan menggoreng virusnya,” kata Tan dalam Facebook Live-nya, Sabtu (21/3/2020).

    Kekeliruan tersebut, kata dia, bisa jadi berasal dari kebiasaan orang tua jaman dahulu yang menjemur perabot rumah tangga seperti kasur dan bantal di bawah sinar matahari dengan maksud mematikan kuman jahat yang menempel di perabot tersebut.

    Diakui Tan, memang ada mematikan kuman yang mati saat terpapar sinar ultraviolet dan direbus dengan suhu tinggi. Akan tetapi, tidak benar bahwa dengan berjemur di bawah sinar matahari, maka virus korona yang ada di dalam tubuh orang bisa mati.

    "Tidak benar orang dengan berjemur di bawah sinar matahari dapat mematikan virusnya. Ultraviolet digunakan cara mematikan kuman itu masih dalam penelitian,” ujar dia.

    Contoh lainnya, kata Tan, di luar negeri perihal yang masih kontroversial di medis internasional adalah ultraviolet yang digunakan untuk melakukan desinfeksi pada kendaraan. "Berjemur badan (di bawah sinar matahari) itu tidak mematikan kuman yang ada di dalam tubuh atau yang menempel di tangan kita,” tuturnya.

    Kendati berjemur badan tidak dapat membunuh virus korona atau covid-19, tetapi berjemur badan di bawah sinar matahari yang tepat dapat menghasilkan vitamin D3 yang dibutuhkan oleh tubuh.

    Vitamin D3 ini hanya bisa didapatkan dan dihasilkan di dalam tubuh tanpa overdosis dari cahaya matahari pagi. Vitamin D3 dibutuhkan oleh tubuh untuk membantu tubuh menyerap kalsium dan fosfor yang penting untuk membangun dan menjaga tulang yang kuat.

    “Makanya vitamin D3 ini disebut the sunshine vitamin, vitaminnya matahari,” kata dia.


    [Cek Fakta] Berjemur di Bawah Sinar Matahari dapat Membunuh Virus Korona Ternyata Hoaks, Simak Faktanya



    Kesimpulan:
    Klaim bahwa menjemur diri di bawah sinar matahari dapat membunuh virus Korona adalah salah. Tidak ada bukti ilmiah yang menguatkan klaim tersebut.

    Informasi tersebut masuk dalam kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Referensi:
    https://www.politifact.com/factchecks/2020/mar/20/greg-murphy/no-sunlight-has-not-been-proven-kill-coronavirus/
    https://www.kompas.com/sains/berita/190300623-meski-bermanfaat-berjemur-tak-bisa-mematikan-virus-corona


    *Jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks, dapat melaporkan kepada kami melalui surel cekfakta@medcom.id.

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id