[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Video Sejumlah Orang Terbaring dan Kejang-Kejang karena Virus Korona? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 12 Februari 2020 11:10 WIB
    [Cek Fakta] Video Sejumlah Orang Terbaring dan Kejang-Kejang karena Virus Korona? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Akun facebook Aneuk Ranto mengunggah sebuah video pada Rabu 29 Januari 2020. Dalam video, tampak sejumlah orang terbaring dengan keadaan seperti kejang-kejang. 

    Kemudian di tengah mereka yang kejang-kejang itu, terlihat sejumlah orang menggunakan blazer atau jas putih bak dokter. Para 'dokter' itu seperti ingin melihat atau memeriksa langsung kondisi pasien.

    Akun Aneuk Ranto mengunggah dua takarir atau caption atas video yang ia unggah. "Kematian di cina semakin meningkat akibat virus Corona."

    "Mudah mudahan kita dijauhi oleh ALLAH SWT dari virus Corona yang berbahaya ini,amin."

    Unggahan akun Aneuk Ranto ini dibagikan hingga 17 ribu kali, dan dikomentari lebih dari 1.000 kali. 


    [Cek Fakta] Video Sejumlah Orang Terbaring dan Kejang-Kejang karena Virus Korona? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Klaim bahwa sejumlah orang kejang-kejang karena terkena virus Korona sebagaimana video dimaksud, adalah salah. 

    Menurut AFP Fact Check, video tersebut menunjukkan kegiatan suatu sekolah tertentu di Gauteng, Afrika Selatan pada 28 Januari 2020.

    AFP memastikan itu melalui pengamatan pada video viral. Kasat mata, video viral itu diambil dari akun Tiktok milik @DamiangelsenhuysAFP berusaha menghubungi pemilik akun Tiktok tersebut. Namun tidak direspons. 

    Tidak kehabisan ide, AFP memelototi gambar profil pemilik akun. Terlihat Andrew Geldenhuys memegang sebuah kaos hitam dengan gambar kepala ular yang menganga.


    [Cek Fakta] Video Sejumlah Orang Terbaring dan Kejang-Kejang karena Virus Korona? Ini Faktanya


    Berbekal gambar itu, pelacakan AFP menemukan sebuah logo perusahaan. Lowveld Venom Suppliers, namanya. Sebuah perusahaan terkait penanganan ular dan pendidikan di provinsi Mpumalanga, Afrika Selatan.

    Pelacakan berlanjut terhadap rincian staf perusahaan dan akun facebook terkait. Ditemukan nama Andrew Geldenhuys. Nama yang mirip dengan pemilik akun Tiktok @Damiangelsenhuys. 

    Usut punya usut, ternyata Andrew adalah ayah dari Damian. Dari situ, Andrew menjelaskan bahwa video viral itu tidak ada kaitan dengan virus Korona.

    "Itu disebut Bomskok dan mereka dimaksudkan untuk berpura-pura berada di tengah-tengah bom yang meledak atau gempa bumi dan mereka harus mengguncang tubuh mereka," katanya kepada AFP via telepon.

    Kami dari Medcom.id juga sudah berusaha menghubungi pemilik akun Tiktok, namun belum ada respons.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa sejumlah orang kejang-kejang karena terkena virus Korona sebagaimana video dimaksud, adalah salah. 

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis  jenis false context (konteks keliru). Jenis ini adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.
     

    Referensi:
    https://factcheck.afp.com/viral-video-shows-high-school-initiation-south-africa


    Sumber:
    https://www.facebook.com/225382958005784/videos/1306597106191210/

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id