[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Amendemen Kelima UUD 1945 Jokowi akan Jabat 3 Periode? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 15 Juni 2021 14:59 WIB
    [Cek Fakta] Amendemen Kelima UUD 1945 Jokowi akan Jabat 3 Periode? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook



    Beredar sebuah informasi yang menyebutkan MPR resmi mengamendemen kelima UUD 1945. Presiden Joko Widodo akan menjabat tiga periode.

    Akun facebook Rizal Akbar membagikan informasi ini pada 14 Juni 2021. Dalam foto tersebut terdapat tulisan sebagai berikut.

     



    "Amandemen ke V UUD 1945 3 Periode untuk Bapak Jokowi"

    [Cek Fakta] Amendemen Kelima UUD 1945 Jokowi akan Jabat 3 Periode? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim MPR mengamendemen kelima UUD 1945 adalah salah. Faktanya, tidak ada amendemen kelima UUD 1945.

    Dilansir tempo.co, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid memastikan tidak ada agenda untuk mengajukan amendemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode di MPR.

    "Sampai hari ini, belum ada satu pun usulan secara legal dan formal baik dari Istana, individu, maupun anggota MPR yang mengusulkan ke pimpinan MPR untuk mengubah Undang-Undang Dasar 1945 memperpanjang masa jabatan Presiden menjadi tiga periode," kata Hidayat dalam keterangan tertulis, Senin 15 Maret 2021.

    Politikus PKS itu mengatakan justru sebagian besar pimpinan MPR dari berbagai fraksi sudah secara terbuka menyatakan tidak ada agenda amendemen UUD 1945 untuk memperpanjang masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

    Menurut Hidayat, hal itu merupakan komitmen pimpinan MPR untuk menjaga amanat reformasi dengan melaksanakan Pasal 7 UUD 1945 yang menyatakan bahwa masa jabatan presiden dan wakil presiden selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama hanya untuk satu kali masa jabatan.

    [Cek Fakta] Amendemen Kelima UUD 1945 Jokowi akan Jabat 3 Periode? Ini Faktanya

    Dilansir medcom.id, Wacana penambahan masa jabatan presiden muncul setelah ada rencana mengamendemen UUD 1945. Awalnya, amendemen UUD 1945 sebatas membahas Garis Besar Haluan Negara (GBHN).
     
    Dalam prosesnya, pembahasan malah melebar hingga penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Belakangan, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengusulkan presiden dipilih MPR.
     
    Jokowi mengaku telah mewanti-wanti pembicaraan tak melebar sejak awal masa pembahasan amendemen. Ia menyayangkan kekhawatirannya justru terwujud.
     
    "Kenyataannya seperti itu kan. (Isu melebar ke) presiden dipilih MPR, presiden tiga periode, presiden satu periode tapi 8 tahun," ujar dia.

    [Cek Fakta] Amendemen Kelima UUD 1945 Jokowi akan Jabat 3 Periode? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim MPR mengamendemen kelima UUD 1945 adalah salah. Faktanya, tidak ada amendemen UUD 1945.

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    [Cek Fakta] Amendemen Kelima UUD 1945 Jokowi akan Jabat 3 Periode? Ini Faktanya

    Referensi:
    1.https://nasional.tempo.co/read/1442377/mpr-belum-ada-usulan-amandemen-uud-1945-agar-presiden-bisa-jabat-3-periode
    2.https://m.medcom.id/nasional/politik/8N0Z1OMk-jokowi-merasa-dijerumuskan
    3.https://archive.fo/GqfI3


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id