[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Anies Terlibat Kontrak Politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 17 September 2020 13:51 WIB
    [Cek Fakta] Anies Terlibat Kontrak Politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Facebook
    Beredar sebuah narasi yang menyebutkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlibat kontrak politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Narasi ini beredar di media sosial facebook.

    Akun facebook atas nama Idah Nurhayati membagikan narasi ini pada 17 September 2020. Dalam unggahannya ia memberikan narasi.
     

    "WEDAN YAMAN KUMPULAN 
    KADRUN JANGAN DI BIARKAN"


    Dalam narasi tersebut terdapat foto Anies Baswedan bersama tokoh HTI Ismail Yusanto. Juga terdapat secarik kertas kontrak politik yang bertanda tangan Anies Baswedan.


    [Cek Fakta] Anies Terlibat Kontrak Politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Ini Faktanya

    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom.id, klaim Anies Baswedan terlibat kontrak politik dengan HTI adalah salah. Faktanya, isu tersebut hoaks kampanye hitam yang menyerang Anies saat Pilkada DKI 2017 yang diunggah ulang.

    Dalam kontrak politik tersebut, terdapat kontrak Anies-Sandi yang saat itu berpasangan sebagai cagub-cawagub Pilkada DKI 2017 dengan perwakilan Forum Umat Islam (FUI), Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia dan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) akan menerapkan sistem syariat Islam di Ibu Kota. Surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar alias palsu.

    Dilansir dari Tempo.co, Anies yang saat itu calon gubernur DKI Jakarta di Pilkada DKI 2017 menegaskan tandatangan di dalam kontrak tersebut bukan miliknya dan menyertakan foto tandatangan aslinya. Ia juga menyatakan tidak pernah meneken akad kontrak tersebut, dan curiga ada seseorang yang sengaja memfitnahnya. 

    "Apakah mereka sudah sepanik itu hingga membuat fitnah-fitnah?" kata Anies.


    [Cek Fakta] Anies Terlibat Kontrak Politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Ini Faktanya

    Dilansir Detik.com, Anies menegaskan bahwa surat atau akad kontrak berjudul Akad Kontrak - Akad Al Ittifaq itu dipastikan tidak benar alias palsu.

    Anies menduga ada pihak yang sengaja membuat dan mengedarkan surat dengan tanda tangan palsu itu untuk kampanye hitam. 

    "Ini Fitnah lagi, setelah fitnah-fitnah sebelumnya. Tanda tangan saya tidak seperti itu," kata Anies dilansir Detik.com.


    [Cek Fakta] Anies Terlibat Kontrak Politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim Anies Baswedan terlibat kontrak politik dengan HTI adalah salah. Faktanya, isu tersebut hoaks kampanye hitam yang menyerang Anies saat Pilkada DKI 2017 yang diunggah ulang.

    Informasi ini jenis hoaks Fabricated Content (konten palsu). Fabricated content terbilang menjadi jenis konten palsu yang paling berbahaya. Konten ini dibentuk dengan kandungan 100% tidak bisa dipertanggung-jawabkan secara fakta. Biasanya, fabricated content berupa informasi lowongan kerja palsu dan lain-lain.
    [Cek Fakta] Anies Terlibat Kontrak Politik dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI)? Ini Faktanya
    Referensi:
    1.https://pilkada.tempo.co/read/857338/beredar-kontrak-politik-soal-syariat-islam-anies-itu-fitnah
    2.https://news.detik.com/berita/d-3450723/beredar-kontrak-palsu-syariat-islam-anies-sandi-itu-fitnah-lagi
    3.https://archive.vn/LXP5m


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id