Jokowi Setuju Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 25 November 2019 12:28 WIB
    Jokowi Setuju Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu dari media sosial
    Akun Facebook Muslim membagikan artikel daring terkait wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode. Unggahan yang diunggah pada Jumat, 22 November 2019 itu, sontak menuai pedebatan.

    Terlihat, pemilik akun membagikan informasi tersebut pada laman grup Prabowo Menteri Pertahanan Republik Indonesia. Link artikel itu berasal dari media blog merdekaind.blogspot.com, berjudul "Jokowi Nilai Positif Jabatan Presiden Diusulkan Tiga Periode, "Sangat Bagus"". Hingga saat ini, unggahan itu mendapat 25 reaksi, dan 41 komentar.

    Berikut secara lengkap isi artikel dari merdekaind.blogspot.com:

    MERDEKAIND,- Tokoh nasional yang juga pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono mengusulkan agar MPR sekalian mengamandemen Pasal 7 UUD 1945 supaya presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode.

    Hal ini dia utarakan di tengah wacana MPR hendak mengamandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk memasukkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN).

    "Tanpa kesinambungan kepemimpinan Presiden Jokowi lima tahun lagi setelah 2024, saya khawatir berbagai proyek strategis nasional, salah satunya pemindahan ibu kota negara, tidak akan berjalan sesuai rencana. Jadi saya mengusulkan agar MPR mempertimbangkan untuk mengamandemen UUD 1945, khususnya agar presiden bisa menjabat tiga periode," jelas Suhendra seperti melansir detik.com.

    "Saya meyakini usulan saya ini akan didukung oleh mayoritas rakyat Indonesia. Kalau rakyat menghendaki, apa salahnya MPR sebagai pemegang amanah rakyat mengimplementasikan kehendak rakyat?" tanya Suhendra.

    Selain alasan implementasi visi, misi dan program kerja, usulan agar presiden-wapres dapat menjabat tiga periode menurut Suhendra juga dilatari meningkatnya usia harapan hidup manusia Indonesia.

    "Kalau ada presiden dan wapres kinerjanya bagus dan masih dipercaya masyarakat, alangkah sayangnya bila harus pensiun muda," paparnya.

    Suhendra juga membantah usulannya itu akan mematikan demokrasi dan regenerasi.

    "Kalau ada pemimpin bagus, kenapa tidak diberi kesempatan? Toh yang akan memilih juga rakyat. Kalau memang tidak bagus, jangan dipilih lagi. Ini cukup demokratis," tukasnya.

    Setelah Pasal 7 UUD 1945 selesai diamandemen, lanjut Suhendra, selanjutnya Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) perlu merevisi Pasal 169 huruf N UU No 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

    Pasal tersebut menyatakan syarat menjadi presiden dan wapres adalah belum pernah menjabat di posisi itu selama dua kali masa jabatan untuk jabatan yang sama.

    "Usulan saya ini sudah saya perhitungkan dengan cermat dengan analisis intelijen dan pertimbangan strategis lain demi kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan negara ini. Saya meyakini sosok Jokowi merupakan figur pemersatu yang mampu merekatkan keberagaman Indonesia dalam Sabuk Nusantara," kata Suhendra yang juga pendiri dan CEO Hadiekuntono`s Institute, sebuah lembaga kajian tentang intelijen, militer dan spiritual.

    Usulan dari tokoh nasional ini sangat menarik untuk disimak dan ditindaklanjuti semua pemangku kepentingan di negeri ini. Dengan pertimbangan demi kepentingan rakyat, tidak ada salahnya usulan tersebut dilaksanakan bukan?



    Jokowi Setuju Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode? Ini Faktanya



    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri, artikel dari media blog merdekaind.blogspot.com merupakan hasil saduran dari artikel Detik.com berjudul "Suhendra Usulkan Jabatan Presiden Tiga Periode". Artikel itu dimuat pada Selasa 12 November 2019. Artikel tersebut memuat pemberitaan mengenai komentar pengamat intelijen Suhendra Hadikuntono terkait wacana amandemen Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 untuk memasukkan Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN). Disebutkan, Suhendra memberikan masukan kepada Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk sekalian mengamandemen Pasal 7 UUD 1945 supaya presiden dan wakil presiden bisa menjabat tiga periode.

    Pula, di dalam artikel merdekaind.blogspot.com tidak terdapat komentar Jokowi. Terlebih, tak ada kutipan yang menunjukkan Jokowi menyetujui wacana tersebut.


    Jokowi Setuju Wacana Masa Jabatan Presiden Tiga Periode? Ini Faktanya



    Kesimpulan:
    Klaim yang menyebut Jokowi menyetujui wacana masa jabatan presiden menjadi tiga periode adalah hoaks. Penyebar berita bohong mengubah judul artikel dari media arus utama.

    Berita bohong di atas masuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    Referensi:
    https://news.detik.com/berita/d-4781166/suhendra-usulkan-jabatan-presiden-tiga-periode


    Sumber:
    https://merdekaind.blogspot.com/2019/11/jokowi-nilai-positif-jabatan-presiden.html
    https://www.facebook.com/profile.php?id=100030390229057
    https://www.facebook.com/search/top/?q=Jokowi%20nilai%20positif%20jabatan%20presiden%20diusulkan%20tiga%20periode
    https://www.facebook.com/groups/PAS2019/


     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id