[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Seorang WNI Terpilih MenJadi Imam Masjidil Haram Mekkah? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 05 Maret 2021 10:09 WIB
    [Cek Fakta] Seorang WNI Terpilih MenJadi Imam Masjidil Haram Mekkah? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu di media sosial. Foto: Twitter



    Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan menjadi imam Masjidil Haram. Kabar ini beredar di media sosial. 

    Akun Twitter @IffahAlqadrie kabar itu dengan mengunggah sebuah video yang memperlihatkan seorang pria melantunkan ayat suci Al Quran, 26 Februari 2021. Unggahan video berdurasi 2 menit 9 detik itu telah ditonton 140 ribu kali. Akun itu menambahkan narasi pada unggahannya, bertuliskan sebagai berikut:
     

    "Orang Indonesia asal Banjar Kalimantan Nama Ashal Yanti Bin Juhri Bakri Al-Banjari 21 tahun lolos menjadi Imam Masjidil Harom mulai tahun ini menjadi salah satu Imam solat subuh dan Tarowih"


    Benarkah video itu memperlihatkan seorang WNI yang menjadi imam Masjidil Haram? Berikut cek faktanya.







    [Cek Fakta] Seorang WNI Terpilih MenJadi Imam Masjidil Haram Mekkah? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa video yang beredar tersebut memperlihatkan seorang WNI yang menjadi imam Masjidil Haram adalah salah. Faktanya, bukan dipilih menjadi imam, pria dalam video adalah seorang WNI bernama Ashal Yanti Bin Juhri Bakri Al-Banjarihanya diundang untuk membaca ayat Al-Quran di Masjidil Haram, Mekkah.

    Juru Bicara Duta Besar Indonesia di Saudi Arabia Muhammad Murrajab memastikan klaim bahwa WNI dalam video yang beredar telah menjadi Imam Masjidil Haram adalah hoaks. Jika diartikan ke dalam Bahasa Indonesia, tidak ada yang menyebutkan bahwa WNI tersebut telah menjadi Imam.

    "Saya pastikan informasi tersebut adalah hoaks. Melihat video dan mendengar suara yang ada di video sama sekali tidak ada yang mengindikasikan informasi seperti dalam cuitan di atas (Twitter)," kata Murrajab seperti dilansir Kumparan, Selasa 2 Maret 2021.

    Masih dari sumber yang sama, acara yang berlangsung saat itu adalah kegiatan pembukaan Tahfizhul Qur’an di Kota Mekah yang berlangsung pada 12 Ramadan 1439. Dalam Video tersebut tampak sejumlah Imam Besar Masjidil Haram, salah satunya Syekh Abdurrahman As-Sudais.

    Lebih lanjut, video dengan narasi yang sama pernah beredar di tahun 2018. Dikutip dari kumparan.com, informasi tersebut telah telah dibantah oleh Kabiro Humas Kementerian Agama Mastuki.

    “Tapi (yang bersangkutan) ini bukan menjadi Imam Masjidil Haram. Yang bersangkutan, Ashal itu bukan imam Masjidil Haram, tapi Imam Masjid Birrul Walidain di Makkah, di Makkah kan banyak masjid,” kata Mastuki kepada kumparan.


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa video yang beredar tersebut memperlihatkan seorang WNI yang menjadi imam Masjidil Haram adalah salah. Faktanya, bukan dipilih menjadi imam, pria dalam video adalah seorang WNI bernama Ashal Yanti Bin Juhri Bakri Al-Banjarihanya diundang untuk membaca ayat Al-Quran di Masjidil Haram, Mekkah.

    Informasi ini jenis hoaks false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    [Cek Fakta] Seorang WNI Terpilih MenJadi Imam Masjidil Haram Mekkah? Ini Faktanya


    Referensi:

    https://kumparan.com/kumparannews/hoaxbuster-soal-video-wni-jadi-imam-di-masjidil-haram-1vH8Ju9QiYx?fbclid=IwAR0p0RQZ5z0Afcbd_ZiZyRvjDZf_3BsszfFXhlbP2Yqj6q4Ui-IVEB6OX1Y
    https://archive.md/gDWPq


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id