[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Pemimpin Dunia Dukung Jokowi Jadi Presiden Seumur Hidup? Simak Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 28 Juli 2020 18:30 WIB
    [Cek Fakta] Pemimpin Dunia Dukung Jokowi Jadi Presiden Seumur Hidup? Simak Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu. Foto: Facebook
    Beredar sebuah narasi dukungan pemimpin-pemimpin di dunia terhadap Presiden Joko Widodo untuk menjadi presiden seumur hidup. Foto ini beredar di media sosial facebook. 

    Akun facebook atas nama Yunus Pasanreseng Andi Padi membagikan foto inipada 28 Juli 2020. Dalam unggahannya ia turut memberikan narasi.
     

    "Bagaimana teman-teman pendukung Setia ... !?"


    Unggahan ini mendapatkan respon dari 3.800 warganet. Serta mendapatkan 12 ribu komentar dan 104 kali dibagikan.


    [Cek Fakta] Pemimpin Dunia Dukung Jokowi Jadi Presiden Seumur Hidup? Simak Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran Cek Fakta Medcom.id, klaim bahwa pemimpin dunia mendukung Jokowi menjadi presiden seumur hidup adalah salah. Faktanya, foto tersebut adalah momen foto bersama kepala negara saat Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2017 di Vietnam.

    Dari hasil penelusuran kami, tidak ada deklarasi dukungan para pemimpin anggota APEC untuk Jokowi menjadi pemimpin seumur hidup. Dilansir Liputan6.com, video pemotretan pemimpin dunia tersebut dihadiri para pemimpin negara-negara APEC antara lain Presiden AS Donald Trump, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden RI Joko Widodo, Presiden China Xi Jinping, Presiden Filipina Rodrigo Duterte, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In.


    [Cek Fakta] Pemimpin Dunia Dukung Jokowi Jadi Presiden Seumur Hidup? Simak Faktanya


    Dilansir dari Medcom.id, KTT APEC 2017 menyepakati Deklarasi Da Nang. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri luar Negeri saat itu AM Fachir di Da Nang, Vietnam, Sabtu 11 November 2017 usai mendampingi Presiden Jokowi dalam rangkaian kegiatan APEC.
     
    "Terkait hasil-hasil KTT sendiri, para leaders menyepakati sebuah dokumen yang disebut Deklarasi Da Nang, dokumen ini cukup solid mengapresiasi capaian-capaian APEC saat ini," tutur AM Fachir, seperti dikutip dari laman Setkab, Minggu 12 November 2017.

    Fachir melanjutkan, dokumen ini juga bersifat forward looking yakni melihat ke depan dan antara lain adalah tetap memegang teguh prinsip yang disebut free and open regionalism.
     
    Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun menekankan beberapa prinsip-prinsip, yakni globalisasi harus inklusif dan perlu mengambil langkah-langkah agar masyarakat juga disiapkan untuk menghadapi era digital.
     
    Wamenlu menyampaikan, seperti dimaklumi bahwa Indonesia sebagai ketua pada waktu di Bogor 1994 dan berhasil menginisiasi Bogor Goals 2020.
     
    "Dan itu menjadi komitmen kita juga agar yang belum selesai itu diselesaikan, antara lain mengenai kemudahan-kemudahan untuk perdagangan dan investasi," lanjut Wamenlu.
     
    Secara khusus, lanjut dia, kemudian ada penekanan-penekanan untuk ke depan yang disampaikan oleh Presiden, antara lain adalah mengenai infrastruktur dan konektivitas maritim, kelautan, kemudian fasilitasi perluasan akses pasar buat produk-produk pembangunan yang tentu saja berkontribusi pada kesejahteraan rakyat serta deregulasi.

    Ia juga menambahkan bahwa Presiden Jokowi mendorong tercapainya Bogor Goals 2020, tetap mendukung sepenuhnya sistem perdagangan multilateral berdasarkan aturan WTO dan tahun ini menampilkan topik inklusif.
     
    "Dan untuk ke depannya para pemimpin juga membentuk APEC Vision Group untuk membantu menyusun visi baru setelah 2020 atau pasca APEC pasca 2020. Nah ada beberapa yang secara khusus kita perjuangkan dan masuk di dalam dokumen ini antara lain adalah sebagai negara maritim tentu kita ingin agar dampak negatif dari IUU fishing itu ditangani dengan baik," papar Wamenlu.


    [Cek Fakta] Pemimpin Dunia Dukung Jokowi Jadi Presiden Seumur Hidup? Simak Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa pemimpin dunia mendukung Jokowi menjadi presiden seumur hidup adalah salah. Faktanya, foto tersebut adalah momen foto bersama kepala negara saat Konferensi Tingkat Tinggi APEC 2017 di Vietnam.

    Informasi ini jenis hoaks False context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    [Cek Fakta] Pemimpin Dunia Dukung Jokowi Jadi Presiden Seumur Hidup? Simak Faktanya


    Referensi:
    1.https://archive.md/DZfmT
    2.https://www.medcom.id/ekonomi/globals/ybJM6O8N-ktt-apec-2017-menyepakati-deklarasi-da-nang
    3.https://www.liputan6.com/news/read/3159605/video-foto-kepala-negara-ktt-apec-jokowi-berdiri-di-depan-trump



    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surelcekfakta@medcom.id




    (WHS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id