Mahfud MD Sebut Kepulangan Rizieq Shihab Bisa Mendatangkan Bencana? Ini Faktanya

    Wanda Indana - 19 November 2019 07:54 WIB
    Mahfud MD Sebut Kepulangan Rizieq Shihab Bisa Mendatangkan Bencana? Ini Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu dari situs media blog
    Beredar informasi yang menyebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Mahfud MD mengatakan kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Rizieq Shihab bisa mendatangkan bencana. Informasi itu beredar di media sosial Facebook sejak Rabu, 13 November 2019.

    Akun Facebook Alamin Presma ikut membagikan informasi itu dengan mengunggah link berita artikel daring berjudul "Mahfud MD Tegaskan Kepulangan Habib Rizieq Bisa Menimbulkan Bencana Alam". Akun itu membagikan informasi tersebut ke laman grup BARISAN RAKYAT OPOSISI INDONESIA.

    Hingga saat ini, unggahan itu telah mendapat 179 reaksi dari warganet, dan 238 komentar. Berikut secara lengkap isi artikel tersebut:

    Jakarta (TRIBUNIND) - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan hingga kini tidak ada bukti bahwa pemerintah mencekal Habib Rizieq Shihab untuk kembali ke Indonesia dari Arab Saudi.

    Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa, menyebutkan tudingan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu tidak berdasarkan fakta-fakta yang ada.

    "Jadi, begini ya sampai hari ini tidak ada bukti atau indikasi bahwa pemerintah Indonesia mencekal Habib Rizieq," kata Mahfud.

    Mahfud menjelaskan pemerintah tidak mungkin melakukan pencekalan terhadap Rizieq selama hampir 1,5 tahun karena berdasarkan aturan yang berlaku pencekalan hanya bisa dilakukan selama enam bulan.

    Sementara Rizieq meninggalkan Indonesia pada Mei 2017 dan saat ini masih berada di Arab Saudi.

    Mahfud menduga tidak bisa kembalinya Habib Rizieq ke Indonesia karena memiliki permasalahan dengan pemerintah Arab Saudi.

    "Itu harus ditanyakan ke Arab Saudi kenapa dia dicekal, kita tidak tahu," katanya.

    Mahfud pun menantang Habib Rizieq untuk memberikan bukti bahwa pemerintah Indonesia melakukan pencekalan.

    "Kalau ada bukti pemerintah Indonesia yang mencekal bilang ke saya. Nanti saya selesaikan," kata Mahfud.

    Mahfud menambahkan lebih baik Habib Rizieq jangan pulang karena akan menambah beban pemerintah dan masyarakat Indonesia, dan dianggap sebagai bencana bagi negeri ini.

    "Lebih baik menetap disana toh juga disana sudah nyaman bagi dia (Habib Rizieq cs), jika pulang takutnya negara kita mengalami banyak tantangan yang dianggap seperti bencana," Tutup Mahfud.



    Mahfud MD Sebut Kepulangan Rizieq Shihab Bisa Mendatangkan Bencana? Ini Faktanya



    Penelusuran:
    Setelah ditelusuri, klaim bahwa Mahfud MD menyatakan kepulangan Rizieq Shihab bisa menimbulkan bencana alam adalah salah. Tak ada pernyatan Mahfud MD mengatakan hal demikian di media arus utama.

    Sementara itu, artikel yang dibagikan akun Alamin Presma adalah artikel dari Antaranews yang sudah diedit. Artikel asli berjudul "Menko Polhukam tegaskan tidak ada bukti pemerintah cekal Habib Rizieq" tayang lebih awal, 12 November 2019.

    Perbedaan terlihat pada bagian paragraf terakhir. Artikel hasil editan menambahkan dua paragraf pada akhir artikel. Tambhan dua paragraf sama sekali tidak memiliki dasar. Narasi dua paragraf tersebut tertulis:

    Mahfud menambahkan lebih baik Habib Rizieq jangan pulang karena akan menambah beban pemerintah dan masyarakat Indonesia, dan dianggap sebagai bencana bagi negeri ini.

    "Lebih baik menetap disana toh juga disana sudah nyaman bagi dia (Habib Rizieq cs), jika pulang takutnya negara kita mengalami banyak tantangan yang dianggap seperti bencana," Tutup Mahfud.



    Mahfud MD Sebut Kepulangan Rizieq Shihab Bisa Mendatangkan Bencana? Ini Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Mahfud MD menyatakan kepulangan Rizieq Shihab bisa menimbulkan bencana alam adalah salah. Berita bohong ini masuk dalam kategori Misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    Baca: Mengenal Tujuh Jenis Hoaks



    Referensi:
    https://www.antaranews.com/berita/1159011/menko-polhukam-tegaskan-tidak-ada-bukti-pemerintah-cekal-habib-rizieq#mobile-src


    Sumber:
    https://web.facebook.com/search/top/?q=mahfud%20md%20bencana&epa=SEARCH_BOX
    https://web.facebook.com/alamin.prisma
    https://web.facebook.com/groups/246332369333838/


     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id