Pria Ini Bukan Hecker yang Membantu Negara Palestina, Ini Cek Faktanya

    Wanda Indana - 31 Oktober 2019 17:38 WIB
    Pria Ini Bukan <i>Hecker</i> yang Membantu Negara Palestina, Ini Cek Faktanya
    Majid Kavoosifar terpidana kasus pembunuhan seorang Hakim di Iran. Foto: Dailymail.co.uk
    Unggahan akun Facebook Budak_Tanjong berhasil mencuri perhatian warganet. Dia memposting foto seorang pria dengan tali gantungan melingkar di lehernya, Rabu 17 Juli 2019.

    Akun itu menambahkan narasi "Terimakasih telah membantu Palestina, semoga Amal dan ibadah di terima disisi Allah". Pada sisi bawah foto terdapat keterangan bertuliskan "Hamza Dalj asal Aljazair, merupakan salah satu 'hacker' yang amat ditakuti dunia, kini ia mendapatkan hukuman mati setelah membobol 217 bank di Israel untuk disumbangkan ke warga Palestina."

    Di kolom komentar ramai warganet memercayai unggahan itu. Pula, banyak yang mendoakan pria dalam foto itu masuk surga. Foto unggahan itu mendapat 14 ribu reaksi, 2,8 ribu komentar, dan 61 ribu kali dibagikan.


    Pria Ini Bukan <i>Hecker</i> yang Membantu Negara Palestina, Ini Cek Faktanya



    Penelusuran:
    Melalui teknik reverse image di mesin pencari Yandex, tim Cek Fakta Medcom.id menemukan banyak foto identik dengan foto unggahan akun Budak_Tanjong. Penelusuran kami pun mengarah pada situs berita Dailymail.co.uk, yang menurunkan berita terkait foto itu.

    Situs berita berbasis di Inggris ini menyebut, Pria di dalam foto tersebut adalah Majid Kavousifar, atau Majid Kavoosifar, adalah seorang pria Iran yang divonis bersalah dan dihukum gantung karena membunuh seorang hakim di Iran. Bukan Hamza Dalj, hacker atau peretas asal Aljazair.


    Pria Ini Bukan <i>Hecker</i> yang Membantu Negara Palestina, Ini Cek Faktanya


    Lalu, siapa sesungguhnya Hamza Dalj?
    Melansir situs resmi FBI, melalui artikel berjudul "Algerian National Extradited from Thailand to Face Federal Cyber Crime Charges in Atlanta for SpyEye Virus," disebutkan orang yang bernama Hamza Dalj atau Hamza Bendelladj adalah seorang hacker atau peretas asal Aljazair yang ditangkap karena membobol jutaan dolar dari bank-bank Amerika Serikat. Ia ditangkap di Bangkok, Thailand, Januari 2013.

    FBI menjelaskan, Hamza Bendelladj juga dikenal sebagai Bx1, didakwa atas tuduhan kejahatan siber karena perannya dalam mengembangkan, memasarkan, mendistribusikan, dan mengoperasikan virus komputer bernama: SpyEye.

    “Dia diduga mengkomersialkan pencurian informasi keuangan dan pribadi melalui virus ini yang ia jual ke penjahat siber lainnya," tulis FBI.

    Menurut dokumen pengadilan federal di Atlanta, Georgia, virus SpyEye adalah virus komputer atau malware, yang dirancang untuk mengotomatiskan pencurian informasi pribadi dan keuangan yang bersifat rahasia, seperti kredensial perbankan online, informasi kartu kredit, nama pengguna, kata sandi, PIN, dan identifikasi informasi pribadi lainnya.


    Pria Ini Bukan <i>Hecker</i> yang Membantu Negara Palestina, Ini Cek Faktanya


    Kesimpulan:
    Foto yang diunggah akun Facebook Budak_Tanjong dengan narasi Hamza Dalj seorang peretas asal Aljazair mendapatkan hukuman mati setelah membobol 217 bank di Israel untuk disumbangkan ke warga Palestina adalah salah. Foto yang dibagikan akun itu adalah Majid Kavousifar, pria yang dihukum gantung karena membunuh seorang hakim di Iran.


    Referensi:
    https://archives.fbi.gov/archives/atlanta/press-releases/2013/algerian-national-extradited-from-thailand-to-face-federal-cyber-crime-charges-in-atlanta-for-spyeye-virus
    https://www.dailymail.co.uk/news/article-472376/Smirking-murderer-led-gallows-children-join-crowds-public-executions-Iran.html


    Sumber:
    https://web.facebook.com/budaktanjongg/

     



    (WAN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id