[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] Penampakan Asap ,Chemtrails di Langit Sejumlah Kota Sebar Virus? Ini Faktanya

    Whisnu Mardiansyah - 22 Juli 2021 18:10 WIB
    [Cek Fakta] Penampakan Asap ,<i>Chemtrails</i> di Langit Sejumlah Kota Sebar Virus? Ini Faktanya
    Tangkapan layar berita palsu Foto:Whatsapp



    Beredar sebuah pesan berantai berisi video penampakan pesawat di langit sejumlah kota di Indonesia yang mengeluarkan asap. Asap tersebut bernama Chemtrails yang mengeluarkan gas beracun yang berisi virus.

    Dalam video 4 menit 33 detik itu, menampakan asap Chemtrails di sejumlah kota seperti di Jakarta, Makassar, Surabaya, Medan, Bali, Semarang dan Bandung. Dalam video tersebut terdapat keterangan sebagai berikut.
     

    "Chemtrails bagian dari agenda depopulasi. Apa itu Chamtrails? (Chamtrails atau jejak kimiawi) adalah bahan kimia biologis yang sengaja disebar menggunakan pesawat pada ketetinggian tertentu.  Disinyalir sejumlah pesawat asing kerap menyebarkan Ethylene dibromida dan abu micro fiber, untuk operasi Geoengineering dan project cloverleaf (kontrol populasi).
    Jika asap pesawat Chemtrails berubah menjadi awan, gangguan kesehatan akan terus berlanjut sampai awan tersebut hilang.  Kandungan material dari Chemtrails tidak hanya membuatu gangguan kesehatan manusia, tapi juga membuatu tanama dan binatang terganggu kesehatannya. Penyemprotan Chemtrails atau jejak kimiawi juga terjadi di Jakarta sejak tahun 2009, mengarah pada sejumlah bukti awal, beberapa hari setelah penyemprotan.
    Dampaknya pada Agustus sampaip September 2010 jumlah pasien dengan keluhan infeksi pernafasan di Jakarta melonjak naik hingga 400 persen"


    [Cek Fakta] Penampakan Asap ,<i>Chemtrails</i> di Langit Sejumlah Kota Sebar Virus? Ini Faktanya

     



    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran tim cek fakta medcom, klaim asap Chamtrails menyebarkan virus di sejumlah kota di Indonesia adalah salah. Faktanya, informasi tersebut teori konspirasi yang belum terbukti kebenarannya.

    Dilansir dari covid19.go.id, Chemical trail atau dikenal dengan sebutan chemtrail adalah sebuah teori konspirasi berupa garis putih di langit yang mirip dengan jejak asap pesawat (contrail), yang diduga sengaja dikeluarkan untuk menguasai cuaca, sampai usaha untuk memusnahkan populasi manusia di dunia. Teori ini mulai muncul dan beredar pada tahun 1990-an, sejak publikasi majalah Angkatan Udara Amerika tentang modifikasi cuaca.

    Teori konspirasi chemtrails ini kemudian semakin berkembang karena memiliki kesamaan dengan modifikasi albedo (geoengineering), yang telah diteliti oleh para ahli untuk menambahkan bahan ke atmosfer bumi agar mencerminkan lebih banyak sinar matahari kembali ke angkasa. Hal ini dilakukan sebagai usaha untuk mengurangi perubahan iklim akibat akumulasi gas rumah kaca di dunia.

    Banyak yang kemudian berpikir bahwa penelitian modifikasi albedo ini kemudian menjadi gagasan untuk membuat chemtrails. Sampai saat ini, belum ada bukti ilmiah apapun yang telah menjelaskan terkait kebenaran chemtrail ini. Para ahli kemudian hanya memberikan respon berupa penjelasan dan pembuktian ilmiah terkait peristiwa-peristiwa yang diduga chemtrails.

    Pada tahun 2000, Federal Aviation Administration, otoritas penerbangan nasional AS, bekerja sama dengan Environmental Protection Agency (EPA), National Aeronautics and Space Administration (NASA) dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), membuat laporan rinci yang ditujukan untuk menghilangkan rumor chemtrails. Pada tahun 2015, EPA mengeluarkan kembali terkait laporan tersebut yang berbunyi,

    “Jika kelembaban tinggi (lebih besar dari yang dibutuhkan untuk kondensasi es terjadi), jejak asap (contrail) akan terjadi terus-menerus. Partikel es baru terbentuk dan akan terus muncul dalam ukuran tertentu, dengan mengambil air dari atmosfer sekitarnya. Selanjutnya proses ini akan menghasilkan garis berbentuk garis contrail hingga meluas untuk jarak luas di belakang pesawat terbang. Contrails persisten dapat bertahan selama berjam-jam saat muncul, dan melebar dari 200 meter hingga 400 meter. Contrails menyebar karena turbulensi udara yang diciptakan oleh pergerakan pesawat, perbedaan kecepatan angin sepanjang jalur penerbangan, dan kemungkinan melalui efek pemanasan matahari.”

    Ada lagi bantahan dari David E. Thomas, Committee for Skeptical Inquiry. David membantah klaim konspirasi dari Jim Marss, mantan wartawan harian Forth Worth Star-Telegram, yang menyebutkan bahwa terdapat 6.8 part per million (ppm) barium dari kabut asap yang dihasilkan sebuah pesawat pada tahun 2007. Angka itu telah melewati ambang batas aman yang diperkenankan oleh Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA).

    Dalam bantahannya, David menyatakan bahwa reporter televisi dan Jim salah membaca angka hasil uji laboratorium. Kenyataannya, David menulis di Sketical Inquirer, kadar barium pada kabut asap itu masih jauh di bawah ambang batas dari EPA.

    [Cek Fakta] Penampakan Asap ,<i>Chemtrails</i> di Langit Sejumlah Kota Sebar Virus? Ini Faktanya

    Kesimpulan:
    Klaim asap Chamtrails menyebarkan virus di sejumlah kota di Indonesia adalah salah. Faktanya, informasi tersebut teori konspirasi yang belum terbukti kebenarannya.

    Informasi ini jenis hoaks misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.

    [Cek Fakta] Penampakan Asap ,<i>Chemtrails</i> di Langit Sejumlah Kota Sebar Virus? Ini Faktanya

    Referensi:
    1.https://covid19.go.id/p/hoax-buster/salah-chemtrails-penyebar-virus-penyakit-muncul-di-langit-pantura


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel [email protected] atau WA/SMS ke nomor 082113322016




    (WHS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id