[Fakta atau Hoaks]

    [Cek Fakta] PSBB Jilid II yang Diberlakukan Anies Bagian dari Misi Jahat untuk Mendesak Jokowi Mundur? Cek Faktanya

    Wanda Indana - 16 September 2020 06:20 WIB
    [Cek Fakta] PSBB Jilid II yang Diberlakukan Anies Bagian dari Misi Jahat untuk Mendesak Jokowi Mundur? Cek Faktanya
    Tangkapan layar pemberitaan palsu melalui media sosial. Foto: Facebook
    Beredar unggahan di media sosial yang menyebut Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II, atas intruksi dari Koalisi Aksi Masyarakat Indonesia (KAMI). Diklaim, pemberlakuan PSBB jilid II bagian dari misi jahat untuk mendesak Presiden Jokowi mundur. 

    Adalah akun Facebook Abdul Aziz turut membagikan narasi tersebut pada Jumat, 11 September 2020. Pemilik akun juga mengunggah foto status akun Facebook Peter F. Gontha yang memperlihatkan salinan UU No 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan Pasal 49 ayat 3 yang bertuliskan: "Karantina Wilayah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan oleh Menteri".


    Berikut secara lengkap narasi yang beredar:
     

    "Mungkin banyak orang berfikir dan tentunya sudah menjadi kelakuan nya gab'58.
    Strategi nya mudah di baca.
    Anis dapat instruksi dari " KAMI " utk lakukan PSBB total beberapa bulan tujuannya agar Rakyat DKI menjadi lumpuh secara perekonomian. Sehingga ketika bulan oktober 2020 nanti indonesia masuk jurang Resesi ( 100% pasti resesi ) maka dikarnakan tidak adanya pekerjaan, pendapatan cash dan tabungan berakibat pada kemiskinan yang menjadi - jadi di DKI sehingga bisa memicu demo dan penjarahan.
    Bila itu terjadi maka KAMI dan antek kadrun lainnya akan push provokasi kepada rakyat tentang JOKOWI HARUS MUNDUR KARENA GAGAL SELAMATKAN RAKYAT.
    Ada misi jahat sedang di jalankan oleh wan abut, kadrun, dan KAMI bin GATOT CENDANA.
    Dan sudah jelas pemberlakuan PSBB sudah ada keputusan dari pemerintah pusat atau presiden.
    Gab"58 bahlull ente.."



    [Cek Fakta] PSBB Jilid II yang Diberlakukan Anies Bagian dari Misi Jahat untuk Mendesak Jokowi Mundur? Cek Faktanya


    Penelusuran:
    Dari hasil penelusuran, klaim bahwa Gubernur Anies menetapkan kembali PSBB di DKI Jakarta bagian dari misi jahat untuk mendesak Presiden Jokowi mundur adalah salah. Faktanya, alasan PSBB kembali ditetapkan karena kapasitas tempat tidur isolasi pasien virus korona (covid-19) di DKI Jakarta semakin menipis. 

    Hal itu disampaikan Anies melalui konferensi pers di Jakarta, pada Rabu, 9 September 2020. Penjelasan Anies dimuat oleh Medcom.id melalui artikel berjudul "Alasan DKI Jakarta Kembali ke PSBB Total". Berikut secara lengkap isi artikelnya:

    Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan pembatasan sosisal berskala besar (PSBB) total pada Senin, 14 September 2020. Alasannya, kapasitas tempat tidur isolasi pasien virus korona (covid-19) semakin menipis.
     
    Saat ini terdapat 4.053 tempat tidur isolasi dengan persentase pemakaian sebesar 77 persen. Sedangkan, jumlah tempat tidur ICU sebanyak 528, persentase pemakaian sebesar 83 persen. Data ini diambil dari 67 rumah sakit (RS) rujukan pada Minggu, 6 September 2020.
     
    "Data yang kita miliki, 17 September tempat tidur yang kita miliki akan penuh dan habis itu tak mampu menampung lagi," kata Anies dalam konferensi pers, Jakarta, Rabu, 9 September 2020.

    Anies mengakui Pemprov DKI bakal menambah kapasitas ruang isolasi khusus covid-19 sebanyak 20 persen menjadi 4.807 tempat tidur. Namun, jumlah ruang isolasi itu diyakini tidak akan cukup menampung pasien jika angka positif virus korona di DKI terus meroket setiap harinya.
    Dia juga memprediksi kapasitas ICU penuh pada 15 September 2020 jika penularan virus korona di Jakarta masih seperti sekarang. Padahal, kata dia, Pemprov DKI sedang berusaha menaikkan kapasitas ICU menjadi 636 tempat tidur.
     
    "Namun, tanpa usaha pembatasan lebih ketat, maka ICU khusus covid di Jakarta sesudah dinaikkan kapasitasnya pun bisa penuh pada 25 September," kata dia.
     
    Anies mengatakan penambahan ruang isolasi atau ICU akan sia-sia jika PSBB transisi masih diberlakukan. Dia yakin PSBB total mampu menekan angka positif korona di Ibu Kota.
     
    Faktor lain pemberlakuan kembali PSBB adalah angka kematian yang terus bertambah. Per Rabu, 9 September 2020, terdapat 1.347 orang meninggal karena covid-19.
     
    "Artinya semakin banyak kasus probable meninggal yang harus dimakamkan dengan protap covid-19 sebelum sempat keluar hasil positif," kata dia.



    [Cek Fakta] PSBB Jilid II yang Diberlakukan Anies Bagian dari Misi Jahat untuk Mendesak Jokowi Mundur? Cek Faktanya


    Kesimpulan:
    Klaim bahwa Gubernur Anies menetapkan kembali PSBB di DKI Jakarta bagian dari skenario untuk mendesak Presiden Jokowi mundur adalah salah. Faktanya, alasan PSBB kembali ditetapkan karena kapasitas tempat tidur isolasi pasien virus korona (covid-19) di DKI Jakarta semakin menipis. 

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis misleading content (konten menyesatkan). Misleading terjadi akibat sebuah konten dibentuk dengan nuansa pelintiran untuk menjelekkan seseorang maupun kelompok. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
     
    Misleading content dibentuk dengan cara memanfaatkan informasi asli, seperti gambar, pernyataan resmi, atau statistik, akan tetapi diedit sedemikian rupa sehingga tidak memiliki hubungan dengan konteks aslinya.


    [Cek Fakta] PSBB Jilid II yang Diberlakukan Anies Bagian dari Misi Jahat untuk Mendesak Jokowi Mundur? Cek Faktanya


    Referensi:
    https://www.medcom.id/nasional/metro/aNrannEK-alasan-dki-jakarta-kembali-ke-psbb-total?p=all
    https://archive.md/hFsi4


    *Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016

     

    (WAN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id