[Cek Fakta]

    [Cek Fakta] Foto Penampakan Jokowi Bersalaman Sembari Membungkuk di Hadapan SBY? Ini Faktanya

    M Rodhi Aulia - 03 Februari 2020 17:17 WIB
    [Cek Fakta] Foto Penampakan Jokowi Bersalaman Sembari Membungkuk di Hadapan SBY? Ini Faktanya
    Tangkapan layar informasi palsu di media sosial
    Beredar kolase foto memperlihatkan gaya salaman Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Foto pertama diklaim saat Jokowi masih menjabat Gubernur DKI Jakarta. Jokowi berjabat tangan dan membungkukkan badan ketika berhadapan dengan SBY.

    Pada foto kedua, memperlihatkan foto Jokowi sudah menjadi Presiden RI. Jokowi tetap bersalaman dan membungkukkan badan ketika bertemu SBY.

    Kolase foto ini diunggah oleh akun facebook Siti Indry Astiti  pada Minggu 2 Februari 2020. 


    [Cek Fakta] Foto Penampakan Jokowi Bersalaman Sembari Membungkuk di Hadapan SBY? Ini Faktanya


    Penelusuran:
    Dari penelusuran tim Cek Fakta Medcom.id, klaim pada foto bahwa Jokowi setelah menjadi Presiden tetap berjabat tangan dengan membungkukkan badan di depan SBY adalah salah. Faktanya, foto diambil pada saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubenur DKI Jakarta. 

    Berdasarkan teknik reverse image, foto tersebut merupakan momen pertemuan Jokowi-SBY pada Selasa, 13 Mei 2014. Mereka bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta. 


    [Cek Fakta] Foto Penampakan Jokowi Bersalaman Sembari Membungkuk di Hadapan SBY? Ini Faktanya


    Pertemuan itu dalam rangka permohonan cuti yang dilayangkan Jokowi sebagai gubernur DKI. Ia menyampaikan permohonan cuti secara lisan dan tertulis terkait dengan pencalonan Jokowi sebagai presiden.

    "Saya baca dan mendengarkan apa yang disampaikan Pak Joko Widodo dan secara resmi pula saya telah memberikan izin kepada Pak Joko Widodo untuk menjadi calon presiden pada pemilihan presiden," kata SBY seperti dilansir Tempo.co.


    [Cek Fakta] Foto Penampakan Jokowi Bersalaman Sembari Membungkuk di Hadapan SBY? Ini Faktanya



    Berikut berita selengkapnya:


    Presiden SBY: Saya Sudah Izinkan Pak Jokowi

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi telah secara lisan dan tertulis mengajukan izin untuk nonaktif dari jabatannya. Pengajuan izin itu terkait dengan pencalonan Jokowi sebagai presiden. Menurut SBY, izin yang diajukan Jokowi sudah sesuai dengan aturan. (Baca: Jokowi Izin Cuti ke SBY)

    "Saya baca dan mendengarkan apa yang disampaikan Pak Joko Widodo dan secara resmi pula saya telah memberikan izin kepada Pak Joko Widodo untuk menjadi calon presiden pada pemilihan presiden," kata SBY di halaman Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 13 Mei 2014.

    Menurut SBY, izin tertulis buat Jokowi untuk nonaktif dari jabatan gubernur akan dikeluarkan pada Rabu, 14 Mei 2014. "Sejak saya berikan izin, Pak Joko Widodo berstatus nonaktif sebagai Gubernur DKI Jakarta hingga Komisi Pemilihan Umum pada saatnya nanti menetapkan presiden dan wakil presiden terpilih," ujarnya.

    Adapun pertemuan SBY dengan Jokowi ihwal pengajuan izin ini berlangsung tak sampai 10 menit. Pertemuan dimulai pada pukul 13.05 WIB, Selasa siang, di Kantor Kepresidenan. "Tadi saya mengajukan permohonan izin kepada Bapak Presiden mengenai pencalonan saya sebagai capres," kata Jokowi saat memberikan keterangan pers setelah menemui SBY.


    Menurut dia, izin dari SBY akan diberikan pada Rabu, 14 Mei 2014. "Saya kira ini sangat cepat sekali beliau memberikan izinnya." Namun dia enggan memberikan jawaban pasti ihwal masa berlaku izin itu. "Isinya kan masih belum tahu. Mungkin bisa mulai besok atau mungkin bisa juga mulai hari Jumat," ujar Jokowi.

    Calon presiden dari PDI Perjuangan ini hanya memastikan bahwa izin nonaktif ini akan berlaku hingga proses pemilihan presiden selesai. Menurut Jokowi, setelah dia resmi nonaktif, jabatan gubernur akan dilaksanakan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. "Otomatis kepada wakil gubernur."



    Kesimpulan:
    Klaim pada foto bahwa Jokowi setelah menjadi Presiden tetap berjabat tangan dengan membungkukkan badan di depan SBY adalah salah. Faktanya, foto diambil pada saat Jokowi masih menjabat sebagai Gubenur DKI Jakarta.

    Informasi ini masuk kategori hoaks jenis false context (konteks keliru). False context adalah sebuah konten yang disajikan dengan narasi dan konteks yang salah. Biasanya, false context memuat pernyataan, foto, atau video peristiwa yang pernah terjadi pada suatu tempat, namun secara konteks yang ditulis tidak sesuai dengan fakta yang ada.


    Sumber:
    https://www.facebook.com/groups/271192910333802/permalink/613019439484479/


    Referensi:
    1.https://nasional.kompas.com/berita/07143951-Hari.Ini.Pertemuan.Empat.Mata.SBY.dan.Jokowi.di.Bali

    2. https://pemilu.tempo.co/read/577540/presiden-sby-saya-sudah-izinkan-pak-jokowi

     



    (DHI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id