comscore

Hoaks Sepekan: UAS Ditangkap Densus hingga Muncul Hewan Pertanda Datangnya Kiamat

Wanda Indana - 28 Mei 2022 12:51 WIB
Hoaks Sepekan: UAS Ditangkap Densus hingga Muncul Hewan Pertanda Datangnya Kiamat
Ilustrasi. Foto: Medcom.id
Media sosial masih disesaki informasi bohong alias hoaks. Bentuknya beragam, ada yang menyebarkan kebencian, ketakutan, hingga informasi menyesatkan.

Masih banyak pengguna intenet yang termakan hoaks. Rendahnya literasi digital diyakini menajdi faktor utama tingginya risiko terpapar hoaks. 
Agar terhindar dari banyaknya informasi bohong. Berikut kami rangkum hasil pengecekan fakta dari berbagai informasi hoaks yang kami telah verifikasi kebenarannya dalam seminggu terakhir. Berikut daftar hoaksnya. 

UAS Resmi Ditangkap Densus

Kabar bohong dalam sepekan terakhir banyak menyerang penceramah, Ustaz Abdul Somad. Beredar sebuah video dengan thumbnail berisi narasi bahwa Somad resmi ditangkap Detasemen Khusus (Densus). Video ini beredar di YouTube.

Dari penelusuran kami, klaim bahwa UAS ditangkap Densus, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu.

Kami telah mengecek video berdurasi 32 menit 41 detik tersebut. Hasilnya tidak ditemukan pernyataan pihak berwenang bahwa benar UAS ditangkap Densus.

Hewan Misterius sebagai Tanda Datangnya Kiamat

Beredar sebuah foto yang memperlihatkan hewan melata berkaki empat. Hewan ini diklaim sebagai Dabbah, hewan misterius yang kemunculannya dikaitkan dengan tanda datangnya kiamat.

Foto ini beredar di media sosial. Akun Facebook ini membagikan foto itu dengan mengunggah artikel daring pada Senin, 16 Mei 2022. Artikel itu berjudul sebagi berikut.

"Ya Allah, Dabbah Telah Muncul? Binatang Pesan Tanda Kiamat ?"

Namun, dari hasil penelusuran, klaim pada foto yang beredar memperlihatkan hewan misterius yang menandakan datangnya hari kiamat adalah salah. Faktanya, hewan dalam foto merupakan kadal spesies Lygosoma quadrupes.

Dikutip dari The Reptile Database, hewan ini sering disebut kadal-ular. Jenis kadal ini memiliki kaki yang ukurannya kecil. Karena bentuknya menyerupai ular, awam sering menyebutkanya ular berkaki. Dalam bahasa Inggris, kadal ini disebut 'short-limbed supple skink' atau linnaeus writhing skink.

Anies Baswedan Terlibat Korupsi Rp40 Triliun

Beredar sebuah video dengan thumbnail berisi narasi "Korupsi Rp40 triliun, Anies Terlibat". Video ini beredar di media sosial. Pada thumbnail itu tampak foto Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies seolah melihat barang bukti yang dipajang penyidik Komuisi Pembarantasan Korupsi (KPK).

Dari penelusuran kami, klaim bahwa Anies terlibat korupsi Rp40 triliun, tidak berdasar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid mengenai hal itu. Kami mengecek video berdurasi 29 menit 32 detik tersebut. Hasilnya tidak ditemukan pernyataan pihak berwenang bahwa benar Anies terlibat korupsi Rp40 triliun.

Tanaman Sri Rejeki Membuat Kematian pada Anak

Beredar kabar yang menyebutkan tanaman hias Sri Rejeki dapat membuat kematian pada anak. Kabar ini banyak beredar di media sosial Facebook.

Dari hasil penelusuran, klaim bahwa tanaman Sri Rejeki dapat membuat kematian pada anak adalah salah. Faktanya, informasi ini adalah hoaks yang kembali beredar.
 
Dr Susiani Purbaningsih, DEA, dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (UI) menjelaskan, tanaman sri rejeki memang memiliki racun pada getahnya. Namun efeknya termasuk dalam tingkatan ringan, tidak mematikan. Tatap aman untuk hiasan.
 
"Beracun tapi tidak membahayakan sekali. Getahnya kalau kena orang bisa bikin gatel tapi ada juga yang enggak," kata Susiani ketika dihubungi pada Senin, 21 September 2015 seperti dilansir Detik.com. 
 
Susiani menambahkan, tiap tumbuhan imemiliki senyawa yang dipakai untuk melawan musuh. Tingkat racunnya bermacam-macam ada yang bisa sampai membunuh tapi ada juga yang cuma sampai gatal.

Efek Vaksin Covid-19 Sebabkan Cacar Monyet

Beredar narasi di media sosial yang mengklaim penyakit cacar monyet atau monkeypox akibat efek samping dari vaksin covid-19. Disebutkan juga, vaksin Covid-19 melemahkan sistem imun manusia atau Vaccine Acquired Immunodeficiency Syndrome (VAIDS).

Dari hasil penelusuran, klaim pada narasi yang beredar bahwa penyakit cacar monyet atau monkeypox akibat efek samping dari vaksin covid-19 adalah salah. Faktanya, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya imunodefisiensi atau VAIDS yang berkaitan dengan vaksin Covid-19.
 
Profesor Penyakit Menular di Perelman School of Medicine di University of Pennsylvania dan Direktur Medis Penn Global Medicine Stephen Gluckman MD mengatakan, tidak ada virus atau kondisi medis yang dinamakan VAIDS.


*Kami sangat senang dan berterima kasih jika Anda menemukan informasi terindikasi hoaks atau memiliki sanggahan terhadap hasil pemeriksaan fakta, kemudian melaporkannya melalui surel cekfakta@medcom.id atau WA/SMS ke nomor 082113322016




(WAN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id